Misteri Sebuah Kasus

Misteri Sebuah Kasus
Pria berjas hitam Bagian 1


__ADS_3

Siapa sangka Karena tugas minggu lalu Selda Telah di ijinkan menangani kasus Penyelundupan Obat terlarang, Selda sangat senang akhirnya dia diperbolehkan menangani kasus penyeludupan ilegal, "Selamat siang tuan Diano" Selda hormat, Tuan Diano adalah kepala agen Intelijen yang sangat berpengaruh, "Kemari ada tugas Untukmu", "Tugas, Ya siapa yang tak ingin tugas" dia kegirangan, "Ini tugas pertama dalam kasus penyelundupan ilegal", Selda mengangguk "Baik tuan", "Cari pria ber jas hitam ini" Tuan Diano menunjukan Foto samar pria berjas hitam yang sedang berada di pinggir jalan, "Em baiklah tuan", "ingat berhati hatilah dia adalah seorang yang licik", "Baik saya akan berhati hati" Ucap Selda dan berlalu pergi. seperti biasa Selda melakukan aksi penyamarannya, namun dia menyamar sebagai penjual Buah di Pinggir jalan tempat dimana pria berjas hitam itu berada dan tempat itu adalah khusus tempat berjualan, "Ya walaupun harus terlihat menyedihkan aku akan tetap melakukan tugasku" gumam Selda sambil memandang berbagai macam buah yang berada dinampan, tiba-tiba seorang wanita bertubuh gempal datang menghampiri "Penjual buah baru ya" ucap wanita itu sambil melirik buah, seketika lamunan Selda hilang "iya nyonya" jawab Selda sambil tersenyum, "Um berapa buah jeruk ini" tanya nya sambil menyentuh buah Jeruk, "Iya ini 1 kilo 1 euro nyonya", "baiklah 1 kilo saja", segera Selda memasukkan beberapa butir buah jeruk orange di timbangan sayur, "Ini nyonya" Selda membungkus buahnya dengan bungkus kertas, "Terimakasih" Wanita itu berlalu pergi dan Selda tersenyum padanya. Sudah dua jam lamanya Selda menunggu tapi sosok yang ditunggu belum juga datang, sampai semua buahnya hampir habis terjual "Dimana Orang itu lama sekali...uuh" Gumam Selda mulai mengeluh, namun tiba-tiba sosok pria berjas hitam datang menghampiri, Pria itu mendekati dagangan Selda Wajahnya yang tertutup bayangan topi bundarnya tak terlalu terlihat jelas sehingga Selda sulit melihat rupa wajah pria itu namun Selda tetap terlihat santay "jangan sampai pria ini curiga padaku" batinnya "Hey tuan ada yang ingin kau beli" tanya Selda sambil tersenyum, "Ya saya ingin membeli buah apel" Pria itu memegang apel dan menaruhnya diatas Timbangan, "Hey Tuan kau sering kesini ya" Ucap Selda sambil membungkus buah apel yang sudah dipilih, "Ya, ngomong-ngomong kamu penjual buah baru diarea ini" Ucap Pria itu membuka obrolan, Selda mengangguk "Iya tuan, saya penjual baru", "Ini sudah jam 12 malam hanya kau wanita di area ini apa kau tidak takut" ucap pria itu sambil merogoh sakunya "Untuk apa takut, saya harus makan maka dari itu saya harus mandapat uang yang banyak...haha" Selda sedikit tertawa "Saya khawatir banyak preman disekitar sini", "Jangan khawatirkan saya kan saya adalah detektif hebat haha" batin Selda sambil tersenyum miring "Jangan khawatir tuan, jika ada seorang jahat pada saya, maka saya akan tendang Kepalanya" Tawa Selda seperti psikopat, "Ahaha... kau sangat tangguh, namun tidak semua orang tangguh ada juga yang harus bersembunyi menghadapi dunia ini" Ucap pria itu sambil memberi selembar uang, "Tuan saya tidak punya kembalian", Pria itu menolak"Ambillah", "Tapi..baiklah terima kasih tuan", Pria berjas hitam itu berlalu pergi, namun Bukan Selda namanya kalo membiarkan begitu saja mangsanya itu pergi begitu saja


__ADS_2