Mistery : Problem End Promise

Mistery : Problem End Promise
Eps : 1


__ADS_3

Bagaimana aku harus memulainya?


Namaku Alim Suina Henrawan. Aku anaknya ga suka banyak ngomong dan lebih suka to the point. Hm.. pokoknya begitu


SMA Gamaraja


SMA yg sangat bergengsi, dengan fasilitas dan kualitas para didiknya yang terbilang cukup elit. Seseorang kini dengan tegas dan wibawanya membacakan surat pengajuan laporannya kepada sang ketua osis.


"Kak Yudha, kami ingin mengajukan proposal bagi kelas 11 ingin membicarakan tentang study tour dari para anggota MPK kelas 11 " Ucapnya dengan tegas


"Kapan kalian mengusulkan? " Tanya kak Yudha selaku ketua osis SMA Gamaraja ini


Remaja yang mengusulkan itu sedikit berpikir dan mengecek kembali proposal miliknya, "Mungkin akhir bulan ini kak Yudha " Ujarnya setelah membaca kembali proposalnya


"Aku akan memikirkan hal ini dan membicarakannya pada pihak sekolah juga anggota organisasi yang lain " Jelas ketua osis, "Oh ya, dimana Alim? Aku tidak melihatnya hari ini? " Tanya Yudha mencari seseorang


Salah satu anggota menjawab Yudha, "Sepertinya dia ada di perpustakaan? " Ujarnya


"Dasar, dia selalu saja seperti itu.. " Ucap datar Yudha


Sementara itu di perpustakaan yang tenang dan damai, seorang remaja laki laki terlihat dengan pulasnya tertidur di atas tumpukan buku buku itu.


Seseorang datang dan ternyata itu adalah sang ketos, Yudha. Yudha datang dan tersenyum maklum melihat remaja itu yang kini tertidur dengan santainya di perpustakaan.


Yudha enggan membangunkannya sebenarnya. Namun, ini sudah cukup dikatakan hampir malam, oleh karena itu Yudha membangunkannya.


"Lim, Alim. Apa kau akan terus tidur disini sampai besok? Ini sudah hampir malam kau tau?? " Ucapnya sembari menggoyang goyangkan tubuh remaja itu yang ternyata bernama Alim


Alim melengguh dan kemudian bangun meregangkan ototnya sebentar, "Hoam.. Yudha? Apakah rapatnya sudah selesai? " Tanya Alim yg baru saja terbangun mengusap matanya


"Yah! Kau selalu seperti itu " Geram Yudha menyenderkan tubuhnya pada kursi yang di dudukinya.


"Apa yang dibahas? " Tanya Alim mulai mengumpulkan nyawanya


Yudha dengan tidak minat menjawabnya, "Liburan untuk angkatanmu "


Alim nampak terdiam dan kemudian mengangguk paham. Untuk desas desus bahwa kelas 11 memang ingin mengadakan liburan study tour sekolah. Untuk beberapa alasan, Alim setuju dengan keputusan itu. Namun, disisi lain ia tidak setuju. Pasalnya ia yang akan menjadi salah satunya yang bertanggung jawab atas liburan ini.


Alim melengguh, "Biar kutebak, kau akan memintaku untuk menjadi salah satu yang menjadi penanggung jawab atas hal ini " Ujarnya malas


"Kau sudah tau akan hal itu.. Wakil ketua~ " Timpal Yudha menyunggingkan senyumnya

__ADS_1


"Baiklah ketua Osis~ " Balas Alim


*Tok tok tok [Suara pintu perpustakaan]


"Ekem, apakah kalian ingin diusir satpam? " Interup seseorang


Galih Indra Rahmat, salah satu orang yang dekat dengan Alim. Mungkin bukan dekat lagi namanya, mereka sudah berteman bahkan saat masih di janin. Kepribadian mereka juga bertolak belakang.


Yudha segera mengambil jaket dan tasnya, "Ye ye, bawel sekali anda ini.. " Ucapnya diikuti oleh Alim yang sudah berjalan terlebih dahulu dari Yudha


Alim bertanya pada Galih, "Basket mu sudah selesai? "


"Ya kurang lebih! Itu hanya materi saja hingga membuatku membolos hari ini!! " Kesal Galih menutup pintu perpustakaan


"Waa, harus di laporkan ini! " Sanggah Yudha menjahili Galih


"Ye!! Bodoamat tuan ketos! " Seru Galih membalas Yudha


[Slicht!]


Alim terdiam dan berhenti berjalan tiba tiba yang membuat Galih dan Yudha yang didepannya merasa janggal dan khawatir.


"Hey Lim! Kenapa kau? " Tanya Galih menggerakan tangannya keatas kebawah di depan wajah Alim yang terbengong


[Alam bawah sadar Alim]


Dimana aku? Aku terlempar pada sebuah hutan belantara yang cukup lebat. Dengan kabut yang sangat tebal terlihat olehku. Suara semak semak yang kian terdengar berisik, seperti ada langkah seseorang yang kian mencepat diatas semak semak itu. Deru suara seseorang semakin terdengar olehku, nafas yang tersenggal senggal dengan teriakan minta tolong yang bersamar samar.


Puk!


[Alim kembali ke kenyataan]


"Hey Lim, kau baik baik saja bukan? " Tanya cemas Galih dengan tangannya yang masih di bahu Alim


Alim tidak merasa terkejut ataupun takut, ia masih bingung dengan dirinya sendiri, "Apa yang terjadi padaku? " Tanya Alim berharap Galih memberikan jawaban yang masuk akal


Galih mengernyit bingung, "Apa yang kau maksudkan? " Tanya balik bingung Galih


Yudha kemudian datang dengan membawa botol berisi air keran, "Hah hah! A-apakah ini cukup? " Tanyanya menujukan botol air itu, "Lho? Udah bangun?! " Kaget Yudha menganga


Galih menatap datar Yudha dan kemudian beralih cemas pada Alim. Ia segera mengecek suhu tubuh Alim menggunakan punggung tangannya.

__ADS_1


"Kau ga sakit kan Lim? " Tanyanya cemas


Alim sendiri menatap aneh kedua temannya. Ia hendak bercerita sebelum pak satpam yang galak menghampiri ketiganya.


"KENAPA KALIAN BELUM PULANG JUGA HAH?! " Teriak garang pak satpam


Galih, Yudha hanya cengengesan merespon pertanyaan garang pak satpam. Mereka segera tersenyum kemudian lari tidak lupa menggandeng Alim agar tidak terkena marah lagi mereka.


Apa yang sebenarnya terjadi?


Hari sudah hampir sangat gelap, untungnya Alim sudah sampai dirumah tepat waktu. Alim masuk kerumah tidak lupa memberi salam tanpa ada yang memberinya jawaban.


Alim segera melepas sepatunya, dan segera melepas seragamnya dan bersiap siap untuk mandi. Rumah yang Alim tinggali cukuplah besar dan terbilang sangat mewah. Seorang pembantu kini menghampiri Alim dan segera menyambutnya, "Den Alim sudah pulang? " Tanya wanita yang sudah berumur itu


Alim tersenyum sebelum membalasnya, "Sudah bi.. Apakah ayah dan mas blm kembali? "


"Tuan sepertinya belum kembali den, begitu juga dengan den Safar " Jawab bibi pembantu itu sembari memberikan segelas jus mangga untuk Alim


"Begitu ya, terimakasih bi.. " Ucap Alim menerima segelas jus itu dan langsung meminumnya


Setelah bibi itu pergi, Alim segera membersihkan dirinya terlebih dahulu kemudian menuju ke musholla terdekatnya untuk sholat maghrib.


singkat cerita, Alim bertemu bertemu dengan guru ngajinya sewaktu ia masih kecil dan kemudian mereka berbincang bincang untuk bersilahturahmi sebentar.


"Alim, bagaimana kabar ayah dan keluargamu? Mereka baik baik saja? " Tanya Ustadz Chandra duduk disebelah Alim


"Alhamdulillah, mereka semua baik kok ustadz " Jawab Alim sembari tersenyum


"Alhamdulillah jika seperti itu.. "


Mereka cukup diam sesaat dan melihat beberapa anak kecil yang senang bermain kesana kemari di depan mushollah.


"Uhm, ustadz.. Alim mau nanya. Tadi, sewaktu Alim berjalan hendak pulang dari sekolah.. Alim tiba tiba seperti terlempar entah kemana. Alim melihat, disana Alim sendirian dan ditengah tengah hutan ustadz. Hutan itu banyak sekali kabut kabut yang tebal dan suara gemerisik terdengar oleh Alim " Cerita Alim serius yang membuat ustadz Chandra ikut serius mendengarnya, "Menurut ustadz, apa yang terjadi dengan Alim ya tadz? Pasalnya Galih dan senior saya mengatakan jika saya hanya diam seperti patung dan tidak berkedip sama sekali tadz.. " Tanya Alim


Ustadz Chandra nampak berpikir sebentar. Ia kemudian menjelaskan pada Alim, "Ustadz kurang yakin dengan hal ini Lim. Ini pertama kali kau merasakan hal itu? " Tanya ustadz yang diangguki oleh Alim, "Mungkin itu hanyalah imajinasimu semata. Jika itu terjadi kembali, kemungkinan sesuatu akan terjadi sesuai apa yang terlihat olehmu " Jelas ustadz Chandra


"Baiklah ustadz.. Alim pamit pulang terlebih dahulu. Assalamu'alikum.. "


"Wa'alaikumsalam.. "


......................

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2