
...Ketentuan Study Tour...
...**************************************...
-Yang berkontribusi kelas 11 (7 kelas) dibagi kedalam 2 sesi (Sesi 1 -> kls A-C) dan (Sesi 2 -> kls D-G)
-Sesi 1 berangkat pada akhir bulan November sedangkan Sesi 2 berangkat pada awal Desember setelah kepulangan sesi 1
-Tempat dituju ke pantai
-Di dampingi oleh 2 anggota mpk dan osis untuk setiap bus
-Setiap siswa harus mematuhi peraturan yang sudah disampaikan
...~Sekian dan terimakasih~...
Ketentuan sudah dikeluarkan sejak 1 minggu sebelum keberangkatan siswa kelas 11. Dan untuk malam ini, kelas Alim yang kebagian pada sesi 1 untuk berangkat pada malam hari ini. Berangkat pada malam hari dengan menggunakan 3 bus pariwisata. Banyak yang harus dilakukan oleh Alim sebelum ia mengecek barang bawaannya sendiri.
"Bu, apakah di bus ini sudah lengkap anggotanya? " Tanya Alim pada bu guru pembimbing di kls A bus sebelah, Bu Vina
Bu Vina berseru riang, "Oh!! Sudah nak Alim, semuanya sudah masuk dan sudah ibu absen!! " Serunya dengan riang
"Ahahah.. Baik Bu, Bu Vina nampak sangat semangat sekali~ " Tawa Alim sembari mengecek absen kelas A
Setelah mengecek ke kelas A, Alim segera masuk dan naik pada bus kelas C untuk mengecek ke absenan. Alim bertemu dengan pak Sadam yang menjadi pembimbing pada kelas C ini. Dan untuk keabsenan semuanya oke, dan siap untuk berangkat.
Alim turun dan kemudian segera mengecek barang barang miliknya yang ia titipkan pada Galih namun anak itu hilang entah kemana bersama barang barang miliknya.
Seseorang menepuk pundak Alim, "Sudah mas masukan barang barangmu pada bagasi atas. Untuk tas yang lebih kecil, mas sampirkan pada kursimu " Ujar pemuda cakep yang lebih tua dari Alim
Alim tersenyum, "Thanks mas.. Sudah repot repot membantu Alim " Ucap Alim pada pemuda yang di panggil mas itu.
Safar Suina Henrawan, kakak pertama dari Alim. Tipikal yang sangat dewasa, dan tenang juga bijaksana. Namun, disisi karakter itu.. Safar sangatlah kaku jika harus membaur dengan orang yang baru ia kenal.
"Woi Lim!! Apa kau ingin ditinggal?! " Teriak salah satu cewek di balik cendela, Martha Vanida. Teman sekelas Alim yang cukup bar bar dan sangat diluar nalar perilakunya
"Yah! Aku akan kesana!! " Jawab Alim
"Hey, apa itu bang Safar?! Bang Safar!! Aku mencintaimu bang!! Jangan lupa telepon ya bang!! Ouch! " Teriak tidak jelas Martha yang terlihat dipukul oleh Galih yang disampingnya
Alim hanya menatap datar, sementara Safar hanya menggeleng sembari terkekeh pelan.
"Yasudah mas, Alim pergi dulu.. " Pamit Alim tidak lupa salim kepada Safar
__ADS_1
Safar mengangguk tersenyum, "Baiklah.. Hati hati, jangan lupa selalu berdoa dan sholawat " Ingat Safar yang diangguki oleh Alim
"Baik mas.. "
Alim memberi salam kemudian naik kedalam bus dan melapor pada guru agar segera di berangkatkan.
Pukul 20.50 bus pariwisata SMA Gamaraja berangkat ke tempat tujuan.
Alim duduk dengan Galih yang sedang asik mainan game online di handphonenya bersama Martha. Sementara Alim mendengarkan lagu sembari membaca novel yang ia sengaja bawa.
"Lim, kau merasa hawanya berbeda ga Lim? " Tanya salah saeorang yang duduk disebelah sebrang Alim, namanya Bagas Pamungkas
"Ga, hawanya tetap dingin menurutku " Jawab Alim melepas salah satu earphonenya
Bagas kemudian merinding, "Entah kenapa terasa sangat merinding buatku.. " Ucapnya
Untuk membuat kenang kenangan, sang ketua kelas memberi ajuan untuk mengadakan hiburan dalam bus. Miss Berti kemudian mengajukan agar karaoke dan diangguki setuju oleh semua siswa.
"OJO DIBANDING BANDINGKE MISS!! " Seru salah satu siswi
Miss Berti menyetujuinya dan kemudian menyanyi bersama sama di dalam bus. Hingga grenjolan bus menghentikan suara nyanyian dari miss Berti.
"Ugh, maaf semua saya tdk melihat ada lubang dijalanan " Maaf pak supir, Bapak Rojak
"Hati hati pak.. " Ingat Pak Andre, guru wali kelas
"Pak Andre! Miss Berti!! Nadia menghilang pak, miss!! " Teriak siswi itu
Pak Andre yang mendengar itu langsung berdiri dan menuju ke tempat duduk yang paling belakang. Jika dari tempat duduk Alim, itu hanya tinggal satu baris kebelakang saja sebenarnya.
Pak Andre bertanya, "Siapa yang menghilang? " Tanya Pak Andre yang menenangkan siswi itu bersama miss Berti
Alim yang mendengar hal itu pun kemudian ikut berdiri dan melihat teman sekelasnya itu panik hebat, bergetar dan tidak mampu untuk berbicara.
Ia berada di tempat duduk paling belakang, tempat duduk itu saling menyambung hingga dapat diduduki oleh 4 siswa. Dan.. Yang terlihat disana, hanyalah 1 orang siswi yang paling ujung sebelah kiri.
"Dimana Nadia, Dani, juga Hefta? " Tanya Alim berdiri disamping pak Andre ikut menginterogasi
"A-aku tidak tau! se-sesaat yang tadi mereka masih ada!! La-lalu.. Lalu tiba tiba menghilang!! " Ujar panik siswi itu
Martha dan Galih yang mendengar teriakan itu kemudian ikut berdiri dan menyusul Alim.
"Ada apa Lim? " Tanya Martha sembari melihat ke belakang
__ADS_1
Pak Andre kemudian menenangkan, "Tenanglah dan bicara pada kami. Jangan membuat kegaduhan.. "
"Pak, apakah kita tidak bisa berhenti sejenak? " Tanya Alim pada pak Andre
"Kita masih berada dalam alas dowo Lim, akses pencahayaan juga tidak ada " Ujar pak Andre kemudian mengambil poselnya sembari mengetikan untuk menelpon seseorang, "Saya akan berbicara pada guru guru yang lain dan pak supir agar segera berhenti saat kita sampai di sebuah desa " Sambungnya kemudian berjalan kedepan menuju ke supir
Miss Berti kemudian bertanya pada siswi itu, "Nak.. Kamu yakin, kamu tidak salah lihat saat mereka sudah naik bus? " Tanyanya melirih, "Karena sedari tadi bus ini belum berhenti sama sekali "
Siswi itu menggeleng ribut, "Tidak miss!! "
"Kurasa dia berkata jujur miss, pasalnya pak Andre sudah mengabsen semuanya dan saya juga yang tadi mengarahkan mereka agar diam karena mereka berisik.. " Ujar Alim menjelaskan
"Lalu? Kemana mereka?! " Tanya miss Berti sedikit panik juga takut
Alim terdiam, ini bahkan sangat sangat tidak masuk akal. Dalam sekejap, 3 orang siswa duduk di bangku paling belakang mereka menghilang secara tiba tiba. Pak Andre kemudian datang dan meminta Miss Berti untuk mengikutinya dan meminta kepada Alim untuk menjaga siswi yang masih ketakutan itu. Alim mengangguk kemudian menggantikan miss Berti. Martha dan Galih yang masih penasaran itu pun mengikuti Alim untuk duduk disebelahnya.
"Ev, bisa kau ceritakan hal yang tadi? " Tanya Alim mencoba mencari informasi
Evana, siswi itu mengangguk pelan kemudian mulai menceritakan sewaktu menghilangnya ketiga temannya tersebut.
"Nadia duduk disebelahku, saat itu Nadia memintaku untuk mengambilkannya make up nya dalam tas kecilnya. Aku mengangguk, terlebih Nadia sedang nge vlog seperti biasanya " Cerita Evana
"Tunggu, nge vlog? " Sanggah Martha yang merasa janggal dan ia segera mengeluarkan handphone nya setelah Evana mengangguk
"Lalu? " Pinta Galih untuk menceritakan
"Aku mengambilkannya make up itu dan saat ada grenjolan, lipstik yang kupegang terjatuh di depan bawah kursi depan. Aku menunduk dan bangun dari tempat duduk ku untuk mencari lipstik itu. Entah itu ada tikungan atau apa, aku terbentur pada kursi yang didepanku ini. Dan saat aku bangun, aku tidak melihat mereka bertiga lagi. Dan aku sontak berteriak pada Pak Andre juga Miss Berti.. " Sambung cerita Evana
"Guys, lihat ini! " Pinta serius Martha yang menunjukan vlog dari Nadya
Alim dan Galih sangat sangat terkejut, itu terlihat sangat menyeramkan. Ditengah hutan, dengan suara suara ketakutan dari Nadia, dan beberapa suara lagi yang mereka kenal.
"Dimana itu?! Itu sungguh sangat menyeramkan.. " Merinding Galih melihat komentar komentar dari pengikut Nadia yang juga sama sama bingung dan merinding
Entah karena apa, lampu dalam bus berkedip secara tiba tiba. Martha yang mengetahui signal dalam handphone nya menjadi buram pun panik.
"Hey, kenapa ini handphone ku?! " Teriak Martha panik
"Ali-" Cerak suara Evana
Alim yang merasa pun menoleh kearah Evana. Dan dalam sekejap, Alim tidak melihat Evana sama sekali.
"Alim?! Kau bercanda?! Dia menghilang!! " Panik takut Galih yang mencengkram lengan Alim
__ADS_1
"L-lim.. Mu-mungkin ini hanya imajinasiku.. Ta-tapi.. A-aku dapat melihat Evana melebur.. " Serak takut Bagas yang tanpa sengaja melihat kejadian itu
"Ini sangat tidak masuk akal! " Gumam Alim menatap bangku belakang itu