Mistery : Problem End Promise

Mistery : Problem End Promise
Eps : 5


__ADS_3

Alim dan Galih kini berjalan menelusuri hutan yang berkabut amat tebal itu. Alim tetap waspada, kiranya ada hewan liar seperti anjing anjing itu.


"Lim, apakah masih jauh lagi?? " Rengek Galih yang sudah capek karena mereka berjalan mungkin sudah berjam jam namun masih dalam hutan itu


Alim yang juga sama sama lelah pun kemudian mengarahkan agar mereka beristirahat sebentar.


"Hm.. Istirahatlah dulu " Ucap Alim menurunkan tasnya dan mengambil botol air dan memberikannya pada Galih


Galih menerima botol air itu dan segera meminumnya, "Thanks.. "


Saat Galih meminum air tersebut, ia kemudian menjadi segar bugar kembali dan berseru, "Lim!! Woho!! Keren, aku seperti segar kembali!! "


Alim juga sama sama terkejut, ia juga meminum airnya dan membuktikan perkataan Galih.


"Kayaknya aku bisa lari hingga berkilo-kilo meter lagi nih!! " Semangat Galih dengan mempraktekan gaya berlari


Alim hanya tertawa melihat temannya yang sangat semangat itu. Hingga tawaan mereka berubah senyap karena ada seekor ular besar yang menghampiri mereka dengan tanduk juga kumis yang sangat tipis panjang itu.


"Hik!! LELE BESAR!! " Teriak heboh Galih


Alim yang memdengar itu menatap datar temannya, "Apa yang lele?! Itu naga lho!! " Datar Alim sedikit menekankan di akhir


Kembali ke keadaan, Alim tidak berhentinya mengucap ayat ayat suci namun tidak membuat naga itu berhenti sama sekali. Ular naga itu semakim mendekat dan mendekat, Alim dan Galih yang sudah ketakutan hanya bisa pasrah sembari memggumamkan ayat ayat suci al-qur'an dan menutup kedua mata mereka.


Jangan. Takut. Aku. Tidak. Menyakiti. Kalian.


Ular itu bersuara, membuat Alim dan Galih sama sama memandang satu sama lain.


"U-ular itu berbicara? " Tanya Galih sembari menunjuk ke arah ular itu


Tidak berselang lama, ular itu berubah wujud menjadi menyerupai seorang kakek tua dengan jenggot yang amat panjang. Pakaiannya pun hampir sama seperti yang digunakan oleh ilham, koko putih panjang dengan sorban yang melilit di kepalanya.


Alim mencoba mendekati kakek itu, "Kek, kakek ini.. Siapa? " Tanya Alim memberanikan diri di ikuti oleh Galih


Kakek itu tersenyum, "Nama kakek Abdurohman. Kakek adalah siluman naga di hutan ini, siapa kalian? Kenapa kalian manusia bisa berada disini? " Balik tanya si kakek

__ADS_1


Galih membisikan kepada Alim untuk segera menceritakan semuanya saja, dilihat lihat oleh Galih, lele itu-maksudnya kakek itu tidaklah berbahaya.


Alim sangat setuju dengan perkataan Galih, ia kemudian menceritakan seluruhnya pada si kakek.


"Jadi begitu kek.. Entah apa yang sebenarnya terjadi, kuharap itu tidak berdampak yang buruk " Ucap Alim setelah menceritakan pada si kakek


Si kakek hanya terkejut, ini sangat diluar perkiraannya.


"Kamu yakin, ingin pergi ke kerajaan iblis? " Tanya memastikan kakek


Alim dan Galih mengangguk mantap.


Si kakek kemudian menjelma kembali menjadi naga dan menyuruh Alim juga Galih untuk menaiki dirinya.


"Naiklah. Kepunggungku. Aku. Akan. Mengantar. Kalian. Untuk. Kesana. "


Alim dan Galih pun menuruti si kakek dan menaiki punggung naga itu dengan berhati hati. Sesudahnya, naga itu merayap dan segera pergi dari tempat situ.


......**************************************......


Di tempat gubuk, Martha yang sedang merangkai kayu bakar pun di datangi oleh Ilham.


Martha mengusap dahinya dan kembali menggesekan kedua batu kering itu, "Y-yah.. Kurasa, pelajaran Ipa itu " Jawabnya


"Apa kakak yakin? Sudah sangat lama lho kak, bahkan aku sudah mengumpulkan banyak sekali makanan disini " Ucap Ilham menunjuk pada barang bawaannya


Ilham membawa, ikan, pisang, dan juga daun pisang.


"Hisssh!! Yasudah! Nih kamu aja yang nyalain! " Kesal Martha dan menyerahkan batu itu pada Ilham


Ilham terdiam, ia kemudian menggesekan kedua batu itu seperti yang Martha lakukan. Martha yang masih cemberut itu terpaku saat Ilham berhasil membuat kayu itu terbakar tidak sampai satu menit.


Ilham tersenyum kemudian melirik keaeah Martha yang masih aja terbengong, "Sudah kak, kayaknya itu ikan harus di tusuk ranting dulu ya? " Ucap Ilham


Kemudian, Ilham berdiri dan membersihkan bajunya dan kembali memunguti ranting ranting yang sudah dicuci terlebih dahulu itu.

__ADS_1


"Cil, kau kok bisa melakukannya? " Tanya terkejut Martha mengejar Ilham tanpa adanya respon Ilham


Martha hanya diam mengamati Ilham yang dengan cepatnya menusuk nusukan ranting itu pada ikan.


"Oh ya! Bagaimana dengan keadaan Alim dan Galih ya? Kok aku tiba tiba jadi khawatir pada mereka.. " Gumam Martha sangat sedih ikut duduk disebelah Ilham


Ilham menoleh kearah Martha dan menghentikan aktivitasnya, "Tenang aja kak, mereka sudah kubekali banyak sekali makanan dan minuman yang bisa mengoptimalkan kembali tubuh mereka " Jawab Ilham menenangkan Martha


Martha sendiri masih terdiam, dan memeluk kedua kakinya sendiri


"Kuharap mereka baik baik saja "


Sementara itu, tepatnya di posisi Alim dan Galih saat ini


"WAAA!! KEK, ASTAGA! ASTAGHFIRULLAH!! JANGAN KEBUT KEBUT NAPA KEK!! " Teriak panik Galih


Alim hanya terdiam mencoba menstabilkan tubuhnya agar tidak jatuh saat, kakek naga itu menerobos badai laut yang amat dahsyat. Tidak sampai disitu, bahkan guncangan amat dahsyat datang dari seekor gurita raksasa yang menghalangi jalan mereka.


"Huwaa!! Apa lagi cobaannya ya Allah.. " Rengek Galih dengan erat berpegangan pada tanduk naga si kakek, "Hikk!! SOTONG!! " Teriaknya panik heboh


"Sotong dari mana?! Itu gurita Lih!! " Sahut Alim


Air dengan badai yang besar tidak mau kalah, seakan akan membantu gurita itu untuk menghentikan siapapun lewat.


Gurita itu mengayunkan salah satu lengannya dan segera menghempaskan menagrah pada mereka. Naga itu dengan cepat menghindar, dengan mengangkat tubuhnya dan segera menyemburkan api panas pada gurita itu.


Alim dan Galih terpukau melihat dengan mata kepala mereka sendiri, seakan akan melihat film dibioskop tentang pertarungan para raksasa. Galih sendiri hampir tidak bisa berhentinya merengek, tentu saja! Ini perkelahian antara keduanya, jika si kakek kalah, maka otomatis mereka akan terjatuh ke laut.


Gurita itu kepanasan, ia mencegurkan tubuhnya di laut dan kembali muncul dibawah naga si kakek dengan menghempaskannya ke sisi laut. Naga si kakek tidak menyadari, dan ia lengah terpental oleh si gurita ke dalam lautan.


Alim dan Galih juga ikut mencegur, sampai sampai mereka terlepas dari pegangannya. Guncangan yang membuat mereka terhempas ke laut sangat kuat, bahkan Alim melihat Galih yang sepertinya pingsan dan tenggelam. Alim dengan sekuat tenaganya menyelam dan mencoba meraih Galih dengan kekuatan yang sudah menipis.


Saat Alim akan mendapatkan Galih, lengan gurita itu mencengkram keduanya dan mengeluarkannya dari dalam air.


"Huah!! Hah.. Hah.. Ugh.. " Deru nafas Alim

__ADS_1


Apa yang lebih menakutkan dari pertarungan keduanya? Yah.. Mereka terjebak diantara keduanya dengan di tahan oleh lengan lengan gurita itu


Alim membatin dengan lemah, "Apa yang harus kulakukan? "


__ADS_2