
“Harusnya aku mendengarkan perkataan ibuku Moana!!”
Ungkap seorang pemuda yang sudah menginjak usia 38 tahun ini, yang kini menyesal karena tidak menuruti perkataan ibunya saat itu, ia malah mendahulukan keyakinannya dari pada kenyataan.
“Aku menyesal sekarang hiks..hiks.. Jika saja aku mempertimbangkan saran ibu ku mungkin kau masih disini peri kecil ku”
Tangisnya sambil memeluk dan terus mencium foto seorang gadis cantik yang ia pangil dengan sebutan Moana itu, kini Moana menjadi belengu rindunya, setiap mengingat kenangan masa lalu dengan sang gadis hatinya terluka akan kehilangan itu..
“Maaf, hiks.. ku mohon kembalilah Moana”
Tangis sesal namun penuh rindu itu kini menghiasi seisi ruangan kamar yang sudah di penuhi dengan botol alkohol yang membuat ia lupa diri karena tidak sanggup lagi membendung rindu kepada gadis kecil yang telah ia sia-siakan selama ini.
“Astaga kak, apa yang kau lakukan dengan botol-botol ini, kau tidak mungkin meminum isinya sendiriankan?”
Tanya adik laki-lakinya yang masuk secara paksa ke dalam kamar yang telah di kunci dari dalam, kamar yang gelap dan bau alkohol itu pun membuat resah setiap mata memandangnya..
“Kak ini sudah berhari-hari berlalu, kenapa kau mengurung diri mu begini? jika kau benar-benar kehilangan dia, kau seharusnya bangun dan mencarinya bukan menyia-nyiakan diri seperti ini!!’
Ungkapnya yang berusaha menyadarkan kakaknya dari menyalah artikan rindu dan menolak menerima kenyataan yang ia pilih sendiri waktu itu..
“Hiks.. bukankah aku harusnya menghentikan dia hari itu?”
Flashback
125 hari yang lalu tepatnya tengah malam di villanya sendiri, ketika sebuah bencana yang tak pernah ia bayangkan terjadi, malam itu ia menghabiskan waktunya bersama seorang gadis yang telah susah payah ia besarkan sendiri dengan penuh suka cita namun siapa sangka kasih sayangnya malah di salah artikan oleh sang buah hati..
“Apa yang telah kau masukkan dalam minuman ku?”
“Tentu itu obat cinta ayah, oh tidak maksudku sayang!”
“Kau sudah gila aku ini ayahmu!!”
“Hanya ayah angkat bukan ayah kandungku”
__ADS_1
“KELUAR!!”
“Tidak mau!!”
“Kau!!”
“Ayah aku tidak mau kau menikah dengan wanita lain”
“Jangan konyol, aku harus menikah dengannya”
“Tapi apa kau mencintainya?”
Tanya putri angkatnya ini Moana Lee, kepada sang ayah angkat Daniel Lee yang hendak menikah dua hari lagi, tentu pernikahan mereka bukanlah pernikahan karena cinta melainkan perjodohan keluarga mengingat usia Daniel yang sekarang sudah melebihi kata usia yang tepat untuk menikah.
Kenyataan itulah yang membuat keluarganya pilu akan anak laki-laki pertama mereka ini yang tidak mau menikah atau pacaran dengan wanita mana pun, namun ia malah memilih mengadopsi seorang putri agar tidak di tuntut terus menerus untuk menikah, bahkan kini rumornya, dia lebih tertarik pada sesama jenis pun kian gempar di percayai oleh banyak kalanggan yang menjadi boomerang bagi usaha keluarga mereka.
Karena hal itulah keluarga besarnya setuju untuk memaksa Daniel menikah secepatnya dengan anak kolega bisnis mereka, namun putri angkatnya malah menentang keras hal itu, tentu karena ia sendiri telah jatuh hati pada sang ayah angkat yang selalu mengutamakan dirinya, mana mungkin ia rela berbagi pada wanita lain.
“Itu semua urusan ku, tidak ada hubunganya dengan mu”
“Kau sudah gila kita ini keluarga”
“Tapi kita tidak memiliki hubungan darah”
Daniel yang kini mulai terpengaruh akan obat yang telah di berikan oleh putrinya ini pun, menarik paksa putrinya keluar dari kamarnya tersebut, namun putri yang polos ini malah bertindak ceroboh dengan terus memaksa masuk kedalam, ia tidak tahu apa yang akan terjadi jika ia melewati batas hingga..
“Apa yang kau lakukan? Bagaimana kau bisa masuk kesini?”
“Ayah aku tahu posisi kunci cadangan kamar mu”
“Huff, kuluarlah Moana sayang ku”
Ungkap Daniel yang kini mulai kehilangan kesadarannya karena dosis obat yang di pakai oleh Moana melampaui batas, meski Daniel telah mandi bahkan berendan air dingin tetap tidak bisa meredakan panas cinta yang telah membakar gelora nafsunya terhadap wanita.
__ADS_1
“Tidak mau, aku akan tetap disini!!”
“Sadarkah kau atas apa yang akan terjadi jika kau tetap disini!?”
Ungkap Daniel yang terus memperingati putri polosnya ini karena ia tahu, ia juga tidak bisa menahan diri akan putrinya yang berparas cantik dengan netra hazel campuran coklat terang dengan aksen hijau dan oranye, di tambah lagi body putrinya ini yang menjadi favorite banyak wanita di dunia, membayangkannya saja sudah cukup memabukkan bagi laki-laki apa lagi jika berada di hadapanya sendiri.
Kini Daniel yang terus memandang putrinya ini mulai membayangkan hal yang tak pantas sambil menelan ludahnya sendiri namun ia tetap berusaha agar putrinya ini tidak ia makan, tapi sayangnya sang putri berkeinginan lain hingga..
“Tidak mau, aku akan menemani ayah disini”
“Apa maksud mu?”
“Ayah aku sudah dewasa sekarang, aku tahu apa yang kau butuhkan! Jangan lupa kau telah meminum obat itu!”
Ucapnya sambil mendorong Daniel ke atas ranjangnya, tentu Daniel yang sudah sepenuhnya terperngaruh akan obat itu tidak bisa melawan perbuatan nakal putri terkasihnya itu hingga mereka pun menghabiskan malam bersama.
...***...
Pagi Hari
“Hiks.. kenapa tidak ada yang memberi tahu ku jika ini akan sangat sakit hiks.. hiks..”
Tangis manja Moana yang telah berhasil menghadiahkan dirinya untuk sang pujaan hatinya itu hingga ia tidak bisa berdiri dengan seimbang pagi ini.
“Siapa sangka ayah akan berubah jadi binatang dalam semalam bukankah ia mengatakan tidak, lalu apa sekarang? aku malah yang menjadi paling menderita disisni”
Ungkapnya yang telah berhasil bangun dari atas ranjang dan melihat sang lawan bermain masih tertidur pulas di atas ranjang itu, sungguh pemandangan itu mengesalkan dan membahagiakan bagi Moana.
“Sebaiknya aku pergi dari sini sebulum ayah sadar dan memarahiku, aku juga tidak ingin ada yang lihat kami telah menghabiskan malam bersama”
Ucap Moana yang telah berhasil melakukan apa yang ia inginkan selama ini, entah ia bodoh atau apa, ia malah melarikan diri dari villa Daniel setalah melakukan perbuatan tercela itu karena takut pada Daniel sendiri, namun jika sejak awal ia takut kenapa ia malah menyerahkan diri pada serigala lapar itu, sungguh pikiran gadis polos nan manja yang tidak bisa di prediksi ini.
Beberapa jam setelah kepergian Moana, Daniel pun bangun dari tidurnya sambil mereba-raba keberadaan Moana yang semalam tidur dalam pelukannya, yang berhasil membuat ia terbang dalam kenikmatan itu, tapi ia malah tidak menemukan Moana disana kemudian.
__ADS_1
“Ah, kepala ku sakit sekali, apa semalam itu hanya mimpi ku saja?”