Moana Dan Daniel

Moana Dan Daniel
Bagaimana Ini?


__ADS_3

1 bulan telah berlalu dari kepergian Moana hari itu, semua orang sibuk mencarinya kesana kemari termaksud Daniel yang sangat khawatir akan putrinya itu hingga ia membatalkan pernikahnya karena ia mereasa bersalah akan penolakan putrinya saat itu yang tidak di indahkannya dan tentu pembatalan pernikahan ini di lakukan sepihak oleh Daniel sendiri..


“Aku tidak bisa dan tidak mau melanjutkan pernikahan tanpa cinta ini”


Begitulah ucapnya di hadapan keluarga perempuan sebelum melanjutkan pernikahan mereka, namun pihak keluarganya juga tidak mendukung apa lagi melarangnya mungkin karena mereka juga meresa bersalah akan pernikahan yang di paksakan itu, yang tidak hanya mengorbankan Daniel tapi juga menyakiti perasaan Moana yang tidak di tanyai pendapatnya itu, lebih tepatnya lagi keluarga Lee sudah menganggap Moana adalah bagian dari keluarganya yang tidak boleh di sakiti oleh siapa pun namun Moana malah pergi karena tidak di hargai penolakannya disini..


“Hem, kemana perginya anak nakal itu?”


Tapi itu semua hanya pikiran keluarga Lee saja, sebab Moana pergi karena tidak tahu bagaimana cara menjelaskan ini semua kepada keluarga besarnya atas perbuatan nakalnya itu pada Daniel, lebih tepatnya lagi ia tidak pulang karena Daniel tidak menghubunginya setelah bangun pagi itu apa lagi mencarinya, yang mana biasanya Daniel akan menghubunginya ratusan kali jika Moana tidak nampak batang hidungnya, ia pun memilih pergi dari Kota J itu untuk melupakan kenyataan pahit yang akan terjadi jika benar sang ayah memilih untuk tetap menikah dengan pilihan keluarganya itu..


...***...


Kota R


“Doter kenapa aku sering mual akhir-akhir ini, aku juga cepat lelah dan mengantuk?”


Tanya Moana kepada dokter yang sedang memeriksa tubuhnya yang kurang nyaman itu, tanpa ia sadari bahwa sang dokter merupakan kenalan sang nenek Moana, ia yang tahu bahwa temannya itu sedang mencari-cari keberadaan cucunya itu, ia pun menghubungi nyonya Deka untuk mengatakan bahwa cucunya kini ada bersamanya..


Selang beberapa jam nyonya Deka pun tiba di Kota R dan lansung menjumpai Moana di rumah sakit, saat itu hati nyonya Deka sangat terluka melihat sang cucu menangis di sudut ruang rumah sakit yang entah menangis karena apa..


“Sayang apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau menangis? Apa ada yang menyakiti mu?”


“Hu.. hu.. nenek apa yang harus aku lakukan?”


Moana pun menagis sejadi-jadinya setelah melihat wajah khawatir penuh kasih sang nenek tersebut, ia semakin histeris jadinya hingga ia jatuh pingsan. Sang nenek yang melihat itu pun segera memangil dokter untuk memeriksa keadaan cucu tersayangannya itu..


...***...


Malam Hari


“Sekarang katakana pada nenek anak siapa itu?”


Tanya nyonya Deka yang kecewa namun khawtir akan kondisi cucunya yang kini hamil muda itu, entah siapa ayah dari anak yang tengah ia kandung itu hinggan membuat Moana menderita begini..


“Dokter sudah mengatakannya pada nenek?”


Ucapnya yang melihat Moana munundukkan kepala dan murung, entah apa yang ada dalam pikiran gadis kecilnya itu.


“Jadi kau tidak berencana mengatakannya pada kami?”


“Nenek aku_ hiks.. hiks.. apa yang hasru aku lakukan sekarang?”

__ADS_1


“Apa maksud mu? Tentu saja kita akan minta pertangung jawaban ayah dari anak ini”


Jelas nyonya Deka yang tidak tahu bahwa ayah dari anak itu adalah anaknya sendiri ayah angkat Moana, dan bagaimana mungkin Moana menceritakan situasinya saat ini, Moana hanya bisa menangis atas apa yang telah ia lakukan waktu itu, sungguh ia ceroboh..


“Berhentilah menagis, menangis tidak akan meneyelesaikan masalah mu”


“Hiks.. nenek”


“Katakan pada nenek siapa ayah dari anak ini?”


Hu.. hu.. hu..


Paksa nyonya Deka yang kian khawatir karena cucnya ini mengais sejadi-jadinya hingga muncul pikiran buruk bahwa sang cucu telah di perk*s4 dan di permalukan, ia pun terus memaksa Moana agar menceritaka apa saja yang telah terjadi padanya dan kenapa ia sampai hamil begitu..


“Aku tidak di perk*s4 nek”


“Lalu siapa ayah anak ini?”


“Bagaimana cara aku mengatakannya pada nenek!!”


“Apa maksud mu?”


“Jangan hanya menagis, cepat katakan ada apa?”


Ucap nyonya Deka yang kian kesal atas tangis penuh sesal yang di lakukan oleh Moana itu, kini ia menekan setiap perkatanaya yang membuat Moana pun angkat berbicara dan berkata jujur yang membuat nyonya Deka pusing, kesal dan kecewa, ia tidak tahu apa yang harus ia katakana pada cucu nakalnya ini..


“Apa? Kau bilang apa? Anak ini adalah anak ayah mu? kau sedang mengandung anak Daniel?”


“Hiks.. hiks.. ia nek”


Brukkk


“Nek, neknek!!”


Hu.. hu.. hu..


Nyonya Deka pun jatuh pingsan setelah mendengar pernyataan jujur sang cucu, sugguh kenyataan yang tak bisa ia terima bagaimana mungkin cucu dan putranya bisa memiliki anak di belakang mereka, itu adalah hal yang mustahil, di luar nalarnya..


...***...


Kota J, Villa Deka

__ADS_1


“Kak, mama sudah menemukan Moana”


“Apa? Dimana dia sekarang?”


“Dia ada di kota R sekarang”


“Apa? Anak nakal itu lari sampai sejauh itu!?”


“Ya kak, kau pergi jemputlah dia, tapi jangan memerahi peri kecil ku kak”


“Kau tenag saja aku tidak akan memarahinya, tapi mama dimana?”


“Dimana lagi, ia telah terbang pagi tadi begitu mendengar berita peri kecil itu”


“Hem, anak nakal itu, benar-benar membuat khawatir keluarga saja”


Ucap Daneil yang senang karena buah hatinya yang melarikan diri itu telah ditemukan di tempat yang jauh dari mereka, ia tidak pernah terpikir jika sang putri yang selalu manja dan tidak bisa melakukan apa pun tanpa dirinya itu akan pergi selama dan sejauh itu..


“Hem, Paman Fu kau ikut lah dengan ku, kita akan menjemput anak nakal itu”


“Baik tuan”


Begitulah perintahnya yang sangat senang mendengar berita Moana telah ditemukan, ia tanpa sadar bahwa Moana sangat berpengaruh dalam hidupnya, bahkan tanpa kehadiran Moana belakangan ini membuat ia di takuti oleh banyak pihak terutama sang adik yang selalu di marahi atas kepergian Moana pada hal yang salah itu adalah ia sendiri..


“Kak aku juga ikut dengan mu”


“Tidak kau tetap disini, urus masalah perusahaan selama aku tidak ada!”


“Hem, kau pelit sekali”


...***...


Rumah Sakit


Kini nyonya Deka juga di rawat di ruang yang sama dengan Moana karena terkejut atas ucapan nyata Moana beberapa jam yang lalu, Moana yang melihat kondisi sang nenek ini terus menagis hingga muncul pikiran buruknya akan keluarganya yang lain, bagaimana tidak sang neneknya saja jatuh pingsan begini apa lagi yang lainnya..


“Hu.. hu.. hu.. nenek apa yang harus aku lakukan sekarang, bagaimana jika ayah tahu, apa ia akan bertangung jawab atau justru memarahi ku dan mengusir ku?”


Tanya Moana yang kini frustasi mengetahui bahwa ia sedang hamil atas perbuatan nakalnya waktu itu, kini ia dilema bagaimana caranya menghadap sang ayah, akan kah sang ayah percaya atas apa yang ia katakana itu sungguh memilukan..


“Hu.. hu.. hu.. ayah bagaimana ini? aku takut hiks..”

__ADS_1


__ADS_2