
“Ck, sial, apa yang kau lakukan Daniel??”
Ucap Daniel yang tidak percaya bahwa dirinya kini menyakiti putri yang sangat ia manjakan itu, namun dia benar-benar tidak bisa menahan kenyataan pahit bahwa sang putri menuduhnya sebagai ayah dari kandungannya itu, mana mungkin ia bisa terima di saat ia tak pernah menyentuh putri tercintanya itu, itulah yang ia pikirkan..
“Ahh sialan!! katakan pada ku apa yang sebenarnya telah terjadi, jangan berbohong Moana”
Moana yang masih takut itu pun menceritakan malam yang telah ia habiskan bersama sang ayah angkatnya itu, namun Daniel memilih tidak percaya pada ucapan sang putri yang tidak memiliki bukti apa-apa ini..
“Bagaimana mungkin kita melakukan itu, tidak ada bukti apa pun di hari itu, dan lagi kau tidak ada disana pagi itu”
“Aku ada ayah, aku telah pergi di pagi harinya saat ayah masih tidur”
“Kau kira aku akan percaya?”
“Aghhh”
Ucap Daneil yang kini menarik rambut sang putri yang di anggapnya telah mengarang cerita bohong itu, namun benar adanya bahwa mereka telah menghabiskan malam bersema..
...***...
Disisi Lain
Di ruang tamu nyonya Deka dan Tony masih di sana menunggu api kemarahan Daneil reda, namun sayang itu tidak akan pernah terjadi karena Daniel telah terlanjur kecewa pada sang putri terkasih..
“Ma sebenarnya apa yang telah terjadi disini? Kenapa kakak kelihatan sangat marah?”
“Moana hamil!!”
“APA??”
Ungakap nyonya Deka yang membuat Tony terkejut tak percaya bagaimana mungkin orang yang tidak pernah berbuat nakal itu bisa hamil? bahkan pacaran pun ia tidak pernah, Moana sendiri di keluarga Lee di kenal sebagai sipolos cantik nan manja yang selalu terjaga dari perbuatan nakal remaja usianya, namun kini semua terlah berubah drastis menjadi Moana yang nakal hingga hamil di luar nikah, sungguh Tony tidak akan percaya pada gadis polos yang selalu di sesatkannya saat itu..
“Bagaimana itu bisa terjadi ma?”
“Entahlah mama juga tidak tahu jelas kejadiannya, Moana sendiri belum sempat mengatakannya”
“Hem, Lalu siapa ayah dari anaknya itu?”
“Kakak mu”
“Ha?? Mama bilang apa? Kakak? Ayahnya sendiri?”
Pernyataan nyonya Deka ini menyambar hati Tony bagaimana mungkin semua ini terjadi, mana ada orang yang akan percaya bila dua manusia yang saling memangil dirinya dengan sebutan ayah dan anak itu ternyata telah berbuat buruk demikian hingga sang putri hamil di belakang mereka..
Sungguh kenyataan yang pilu, sulit di terima nalar bahkan untuk Tony yang sudah memiliki jam terbang padat akan dunia nakal itu pun tak percaya, bahwa sang kakak yang ia sebut pria suci itu akan memakan putrinya sendiri..
__ADS_1
Saat kedua orang ini sedang berbicara masalah Moana, Daniel pun muncul hendak pergi dari rumah itu yang membuat dirinya pilu akan kenyataan pahit yang ia terima dari sang putri..
“Mau kemana kau, Daniel?”
“Kak, kau mau kemana?”
Melihat Daniel yang beranjak pergi meninggalkan villa tersebut Tony pun di perintahkan oleh sang ibu untuk mengikutinya, takut jika Daniel bertindak ceroboh di luar sana..
“Haiss ada saja yang telah terjadi, aku harus melihat Moana sekarang!”
Nyonya Deka pun pergi melihat cucunya itu yang kini berada dalam kamar Daneil, begitu ia sampai di kamar Daniel di lihatnya sang cucu kini bersembunyi dalam selimut dengan isak tangis yang terdengar itu bahkan tubuhnya pun gemetaran..
“Sayang..”
Nyonya Deka tidak tahu lagi harus berkata apa saat ini, karena kehamilan Moana adalah bencana untuk keluarga mereka sendiri, sungguh memusingkan kanyataan ini..
...***...
Sore Hari
“Moana bangun sayang, makan dulu, bagaimana pun anak mu itu butuh asupan gizi”
Ucap nyonya Deka yang dari semalam menemani cucunya itu, yang terus menyembunyikan diri dalam selimut, hal itu memang sudah menjadi kebiasaan Moana jika ia ada dalam masalah atau seusana hatinya sedang sedih ia akan menutupi diri dengan selimut..
“Nenek letak kan saja di sana, aku akan memakannya nanti”
“Nenek aku mohon, aku butuh waktu untuk sendiri!!”
Mendegar hal itu nyonya Deka hanya bisa pasrah saja bagaimana pun Moana memang membutuh kan waktu untuk diri sendiri saat ini, nyonya deka pun pamit pulang pada sang cucu karena sang suami kini telah mencarinya, namun nyonya Deka belum mengabari keluarga besarnya terkait masalah Moana ini sebelum semuanya jelas adanya..
Setelah nyonya Deka pulang Moana pun bangun untuk makan karena ia sejak dari semalam memang sudah lapar namun karena merasa malu dan takut ditanyai lagi ia memilih untuk menyembunyikan diri dalam selimut itu, mungkin juga ia takut sang nenek makin khawatir pada dirinya yang memiliki bekas dari perbuatan kejam sang ayah, yaitu bekas memar dari tangan sang ayah di lehernya itu..
“Maaf sayang, mama harus membuat mu menahan lapar dari semalam”
Ucapnya sambil mengelus perutnya yang kini berisi nyawa di dalamnya itu, ia merasa sedih akan kondisinya saat ini, namun ia juga tidak bisa menyalahkan siapa pun karena ini hasil dari perbuatannya sendiri, ingin menyesal pun nasi telah menjadi bubur..
...***...
Malam Hari
“Tuan kau sudah kembali?”
“Ya, Moana dimana?”
“Nona masih mengurung dirinya di kamar tuan”
__ADS_1
Daniel yang baru pulang itu pun mencari sang anak yang telah melukai perasanya itu, meski kesal ia masih tetap perhatian pada sang buah hatinya itu..
“Apa dia mengurung dirinya seperti biasa?”
“Iya tuan”
“Sudah beri dia makan?”
“Sudah tuan”
“Baiklah”
Daniel pun kembali ke kamarnya untuk melihat Moana disana, namun begitu masuk Moana masih menyembunyikan diri dalam selimut Daniel itu, sungguh aneh Moana tidak kembali ke kamarnya sendiri padahal ia sangat takut akan Daniel untuk saat ini..
Daniel yang melihat sang putri masih menyembunyikan diri dalam selimut itu pun mendekat walau berat hatinya, namun ia juga ingin tahu bagaiman keadaan sang putri lepas perbuatan kasarnya kemarin malam..
“Kau sudah makan?”
“Mmm”
“Buka selimut mu, aku ingin melihat diri mu”
“Ayah tidak akan menyakiti ku lagi?”
“Ya, buka selimut mu”
Bujuk Daniel yang juga merasa bersalah atas perbuatan kasarnya itu, yang telah menyakiti sang putri untuk pertama kali, bahkan tak pernah ia bayangkan jika ia akan setega itu terhadap belahan jiwanya itu..
“Ayolah buka selimut mu, aku tidak akan marah lagi”
“Baiklah”
“Apa ini hasil dari perbuatan ku semalam?”
“Ya!!”
Tanya Daneil tak percaya setelah melihat sang putri membuka selimut yang menutupi tubuhnya itu, sungguh betapa kejamnya dirinya saat itu..
“Maaf ayah tidak bermaksud begitu, ayah_ ayah benar-benar kecewa pada mu Moana”
“Hiks.. maaf ayah”
“Moana sayang ku, sekarang katakan pada ku apa ini benar-benar anak ku?”
“Ya”
__ADS_1
“Bagaimana mungkin??”