
“Apa aku bermimpi yang tidak-tidak akan gadis kecil ku itu? Ck sialan, apa yang kau pikirkan Daniel, sadarlah dia putri mu!! Bahkan jika jiwa mu lapar kau tidak boleh membayangkan hal itu apa lagi berniat memakannya”
Ucapnya yang yakin bahwa apa yang telah terjadi semalam itu semua adalah mimpi, ia berpikir begitu bukan karena tanpa alasan sebab, yang pertama Moana tidak ada di sempingnya sedangkan sebagai wanita yang baru pertama kali melakukan itu mana mungkin ia punya kekuatan untuk melarikan diri pikir Daniel namun sayang tidak demikian adanya, ia terlalu meremehkan keinginan putrinya itu.
Yang kedua ia tidak melihat adanya noda darah pada spreinya atas perbuatan nakal mereka semalam, namun pada nyatanya mereka semalam melakukannya di lantai tanpa ada alas apa pun karena the something. Yang ketiga kamar tidak berantakan bahkan bajunya telah ada di kamar mandi, padahal mereka melakukan itu setelah Daniel mandi sambil berendam air dingin.
Dan yang terakhir tidak ada bekas apa pun di tubuh Danile yang bisa membuktikan kalau mereka telah melakukan perbuatan memalukan, sebenarnya hal itu terjadi karena Moana sendiri tidak ingin membuat bekas apa pun pada sang ayah karena takut dan malu jika kelak ia diejek, entah apa yang ada di pikiran polos itu, sungguh Moana telah di cemari oleh teman-temanya yang sudah terbang meroket dalam bidang ini sendiri.
...***...
Kediaman Utama
“Hubungi Maona, suruh ia kemari”
Ucap nyonya Deka, bernama lengkap Rosiana Lee yang tak lain adalah ibu Daniel sendiri, saat ini ia sedang berada di ruang keluarga besama adik Daniel, bernaman lengkap Tony Lee yang lebih akrab disapa Tony itu.
“Kenapa ma?”
“Loh, kok kenapa? bukankah besok adalah hari pernikahan ayahnya?”
Ungkap nyonya Deka yang merasa heran akan cucu satu-satunya ini yang tidak pernah menanpakkan diri lagi sejak berita pernikahan sang ayah angkat itu terseber luas, tentu sikapnya itu bukan tanpa alasan..
“Sudah jelas bukan, ia seharusnya ada disini membantu ku mempersiapkan banyak hal”
“Hem, tapi aku dengar dia berdebat dengan kakak akan hal itu”
“Kenapa?”
“Dia tidak setuju kakak menikah”
“Apa maksud mu?”
“Mungkin dia tidak mau kakak membagi kasih sayangnya untuk wanita lain, mamakan tahu sendiri bagaimana kakak memperlakukannya selama ini, Moana sangat di sayang dan dimanjakan oleh kakak”
Pikir positif Tony akan keponakan angkatnya yang sudah dewasa itu, tanpa ia sadari bahwa peri kecilnya itu telah jatuh hati pada sang kakak tercintanya, walau pun laki-laki yang memiliki jam terbang tinggi akan cinta itu sudah menanam kecurigaan atas hubungan ayah dan anak itu, bukan tanpa alasan ia berpikir demikan sebab ia jauh lebih berpengalaman dari pada Daniel yang di sebutnya sebagai pria suci karena tidak pernah menyentuh wanita mana pun seumur hidupnya itu.
“Ya ampun untuk apa itu di permasalahkan, wanita yang akan menikah dengan kakak mu tahu akan keberadaanya, dan lagi apa mama tidak cukup sayang padanya, bukankah kita semua selalu saja memanjakan gadis kecil itu”
“Hem, aku juga tidak tahu jelas”
__ADS_1
“Dasar anak tidak berguna ini, sudah kau jumput dia sekarang katakan padanaya mama ingin berbicara berdua”
Ucap nyonya Deka yang tidak memiliki kecurigaan apa pun pada cucu perempuan kesayangannya itu, ia tidak pernah terpikir jika Moana bisa menyalah artikan kasih sayang dan cinta Daniel untuknya, mungkin karena itu semua orang terkejut ketika mendengar berita buruk itu nantinya.
...***...
Villa Daniel
“Pama Fu, apa kau ada melihat Moana? Aku tidak menemukan dia di kamarnya”
“Oh, nona kecil sudah berangkat sejak pagi tadi tuan”
“Apa?”
“Ya, tuan”
“Kemana dia pergi?”
“Ketempat temannya nona Tamara”
“Hem, gadis itu setiap hari bermain di sana”
Ucap Daniel yang tanpa ia ketahui bawa gadis bernama lengkap Tamara Garaldine itu telah pergi keluar negeri untuk melanjutkan studinya saat berita pernikahan Daniel di umumkan beberapa hari yang lalu..
“Benar tuan, bahkan nona mulai mengancam jika kami memaksanya pergi”
“Yah, dia bahakn mengatakan kalau aku mengusirnya dan tidak sayang lagi padanya”
“Haha, itu sduah jelas tuan, tuan sebelumnya selalu bersamanya dan memanjakan ia, bagaimana mungkin ia mau di kirim keluar negeri sekarang apa lagi tuan akan segera menikah, tentu ia cemburu akan hal itu”
“Kau benar, tapi ini semua aku lakukan untuk masa depannya”
Begitulah percakapan pagi meraka yang selalu membahas tentang permasalahan Moana, gadis yang dulu selalu dimanja dan menjadi kehangatan rumah ini, siapa sangka kini ia telah tumbuh dewasa dan siap untuk memulai hidup mandirinya.
Ditengah percakapan mereka itu Tony pun muncul disana karena paksaan sang ibu untuk menjemput Moana cucu kesayangannya yang sudah beberapa hari ini tak ia lihat itu.
“Kak, Maona dimana?”
“Untuk apa kau mencarinya?”
__ADS_1
Tanya Daniel yang sedikit curiga dan takut akan adik nakalnya ini memberi pengaruh buruk pada Moana gadis polos yang ia jaga dan manjai itu. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab Moana pernah bertanya perkara 53x yang di ajarkan oleh Tony padanya, padahal maksud Tony mengajar Moana saat itu agar ia bisa waspada pada pria bajingan di luar sana namun Moana yang polos tidak bisa menangkap dengan jelas maksdu Tony hingga ia bertanya kembali pada Daniel yang membuat Tony berakhir di marahi habis-habisan oleh kedua orang tuanya sendiri karen mencemari otak polos Moana.
“Ibu menyuruh ku menjemputnya, lagi pula kenapa kau tidak pernah membawanya pulang, ini sudah beberapa hari ia tidak berkunjung ke kediaman utama”
“Apa maksud mu?"
“Hem?”
Daniel bingung dengan pernyataan Tony itu namun Tony lebih bingung lagi di buatnya, kenapa Daniel malah bertanya begitu, bukankah Moana di villanya selama ini.
“Bukanya Moana ada di kediaman utama beberapa hari ini?”
“Hah? Apa maksud kakak? dia tidak ada disana, ibu bahkan merindukanya saat ini”
“Jangan bercanda!!”
“Aku tidak bercanda”
“Tuan nona mengatakan pada kami dia akan menginap di kediaman utama setelah bertengkar dengan tuan beberapa hari yang lalu”
“Apa??”
Kini Tony terkejut mendengar perkatan paman Fu itu bagaimana tidak, yang ia ketahui bahwasanya Moana tidak pernah menginjakan kakinya di kediaman utama setelah hari pertengkarannya dengan Daniel waktu itu.
“Tunggu, apa maksud semua ini? Bagaimana Moana ada disana? kami sendiri tidak ada yang melihatnya beberapa hari ini”
“Sudah lupakan saja, paman Fu ayo kita kerumah Tamara sekarang!”
“Untuk apa kesana?”
“Moana ada disana”
“Bagaimana mungkin? Tamara sudah pergi keluar negeri beberapa hari yang lalu”
“Apa maksud mu?”
Kini semua panik mendengar bahwa Tamara telah pergi keluar negeri beberapa hari yang lalu, dan mereka mulai gelisah akan gadis polos yang tidak pernah hidup sendirian kini berada diluar tanpa ada yang tau keberadaannya.
“Lalu kemana perginya beberapa hari ini?”
__ADS_1
“Sudahlah kak ayo kita cari dia dan bertanya langsung padanya”
Kini mereka di buat takut oleh Moana, tidak ada yang tahu dimana posisi jelas keberadaan Moana sekarang hal ini pun di ketahui oleh keluarga besar Daniel yang membuat semua orang heboh untuk mencari peri kecil yang selalu di manjakan itu..