Monster Hunter School

Monster Hunter School
Ch. 1 ~ Di Bunuh


__ADS_3

Dunia kultivator adalah dunia dimana kekuatan menjadi tolak ukur seseorang. Mereka yang lemah akan tetap berada di bawah, sedangkan mereka yang kuat akan dipandang hormat oleh semua orang.


Chen Li adalah seorang pemuda berusia 21 tahun. Meskipun Kultivasi nya saat ini telah berada di tahap menengah, namun tetap saja dia menjadi yang terlemah dari para Kultivator lain yang berada di tahap yang sama. Bukan apa-apa, karena tidak mampu dalam membeli sumber daya pelatihan disertai dengan sifatnya yang malas, sehingga hal ini terjadi pada lelaki itu. Kalaupun hendak berlatih, maka dia hanya perlu pergi ke pasar dan menggunakan keahlian mencurinya untuk mencuri sumberdaya pelatihan. Namun tak jarang sumberdaya pelatihan itu dia jadikan sebagai pajangan tanpa mau mengonsumsinya.


Chen Li menanam satu prinsip, yaitu untuk apa menjadi hebat kalau memiliki akal yang mampu mengelabui orang banyak.


Sebenarnya dari lubuk hati yang paling dalam,. Chen Li memiliki keinginan untuk menjadi kultivator hebat dan dipandang tinggi oleh orang banyak. Tapi itu hanya sekedar mimpi yang tertanam tanpa mau dia usahakan.


Saat ini, Chen Li tengah berjalan ditengah kerumunan orang banyak. Berjalan sambil bersiul dengan kedua tangan berada di belakang kepalanya.


Sejenak lelaki itu menghentikan langkah saat melihat sekelompok anak kecil tengah memainkan sesuatu. Batu-batu kecil di susun sedemikian mungkin hingga membentuk sebuah pilar pendek. Lalu seorang anak berpakaian rapi siap untuk melempar batu ke arah pilar tersebut.


Brak...


Sayangnya batu yang di lempar itu malah memantul, berbalik arah dan mengenai kening lelaki berpakaian rapi tersebut.


"Aduuh... Huhuhu,, darah..." Dia menangis seketika. Di sisi lain, Chen Li yang berhasil dengan rencananya tidak bisa menahan tawa.


Tangisan keras itu memicu kedatangan seorang pria dengan Kultivasi ranah Menengah. Tatapan garang di perlihatkannya. Menatap ke arah Chen Li, di langsung melesat dan melayangkan tinju telak.


Bukk...


Kedua mata Chen Li membulat sempurna kala merasakan tinju tersebut. Meskipun keduanya berada di tahap menengah, namun tetap saja Chen Li merasakan organ tubuhnya berpindah tempat seketika.


Tidak hanya berhenti sampai di sana, lelaki itu kembali melancarkan serangan lain. Kali ini di bagian wajah Chen Li.


Bukk...


Memar seketika.


Bukk...

__ADS_1


Bukkk...


Tidak hanya sekali, melainkan beberapa kali Chen Li mendapat pukulan telak darinya.


Setelah merasa puas, lelaki tersebut menghentikan aksinya. Meninggalkan Chen Li dan beralih pada anak kecil yang masih dalam keadaan terisak.


"Tuan Muda tenang saja. Aku telah memberi pelajaran pada pria lembek itu!" ucapnya dengan mencoba berbicara dengan nada lembut. Menenangkan anak kecil yang dipanggil tuan muda tadi. Setelah itu, pria tersebut lantas membantu menyembuhkan luka anak kecil tersebut dengan bantuan energi Qi miliknya.


"Masalahmu belum selesai, Anak Tikus. Keluarga Song tidak akan melepaskan mu begitu saja setelah apa yang kau perbuat pada Tuan Muda Song!" ucap lelaki tadi, lalu di pergi membawa tuan muda keluarga Song tadi.


Chen Li meringis kala merasakan luka di sekujur tubuhnya yang perih. Namun pikirannya saat ini tengah berkeliaran, memikirkan akan nasibnya setelah ini. Dia tidak pernah menyangka bahwa anak kecil yang dia usili tadi ternyata merupakan seorang tuan muda keluarga Song.


"Sialan... kenapa aku tidak pernah melihat anak kecil itu di keluarga Song?" umpatnya dalam hati.


"Hahaha... aku jadi tidak sabar lelaki Tikus itu mendapat hukuman dari keluarga Song." salah seorang yang menyaksikan kejadian tadi tidak bisa untuk tidak mengumpati Chen Li.


"Kau benar... Semoga saja dia di hukum mati. Atau paling tidak di suruh jadi pembersih kandang ribuan kuda milik keluarga Song!"


"Lelaki ini kalau tidak diberi pelajaran, tidak akan ada efek jera–nya. Sudah mendapatkan Kultivator lemah, julukan Anak Tikus, dan Lelaki Pembawa Sial, tapi dia masih tidak tahu diri. Baguslah dia mencari masalah dengan keluarga Song."


Sesampainya di rumah, dia tidak mendapati keberadaan saudara laki-lakinya. Chen Li lantas mengambil salep untuk mengobati memar di tubuhnya.


Braakk...


Pintu rumah yang semula tertutup rapat itu mendadak di dobrak oleh seseorang dari luar. Hingga pintu hancur seketika. Beberapa orang berpakaian khusus Klan Song segera menangkap Chen Li.


"Apa-apaan ini?" Chen Li memberontak. Tapi dia malah mendapat tinju telak di perutnya. Setelah itu, kepalanya di bungkus dengan karung kain hitam lalu di bawa pergi oleh mereka.


-


Setelah beberapa saat, bungkusan kepala Chen Li dibuka. Lelaki itu mengedarkan pandangan di sekitar. Mendapati dirinya telah dikelilingi oleh orang-orang dalam sebuah ruangan. Mereka semua menatapnya dengan tatapan jijik. Chen Li mengetahui saat ini dirinya berada di kediaman keluarga besar Song.

__ADS_1


Sejenak, pandangan Chen Li terpaku pada seorang lelaki yang dikenal sebagai saudaranya.


"Kakak Lou..." ucap Chen Li. Sementara itu, Chen Liu berjalan pelan menghampiri Chen Li. Wajahnya sangat datar, menatapnya dengan tatapan tajam.


"Kau sangat bodoh, Chen Li. Sikapmu terlalu kekanakan. Kau bahkan selalu melibatkan aku dalam setiap masalah yang kau buat. Aku muak. Menyesal aku memiliki marga yang sama dengan mu!" ucapan itu dikeluarkan oleh Chen Lou begitu saja.


Chen Li terdiam. Meskipun dia menganggap Chen Lou sebagai saudaranya, namun nyatanya Chen Lou tidak pernah menganggap dirinya demikian. Satu hal yang tidak bisa di ubah adalah bahwa Chen Lou dan Chen Li bukanlah berasal dari satu rahim. Akan tetapi dua orang itu hanya bersaudara dari marga yang sama.


Chen Lou menoleh ke arah Kepala keluarga Song sejenak. Lelaki paruh baya itu menganggukkan kepala pelan, memberi kode pada Chen Lou untuk segera membunuh Chen Li.


Meskipun awalnya dia ragu, namun Chen Lou tetap menarik pedangnya dari bilah, setelah itu memantapkan hatinya untuk mengakhiri hidup Chen Li. Dia tidak ada pilihan lain, menolak pun dia yang akan mati oleh keluarga Song ini.


Slash...


Pedang menusuk Chen Li. Begitu dalam hingga tembus. Darah menetes dari ujung pedang Chen Lou.


"Sa–saudara Lou!" Pelan Chen Li mengatakan kata terakhirnya, tatapan mata penuh akan ketidak percayaan. Sebelum akhirnya dia mengembuskan napas terakhir.


Tepukan tangan terdengar dari kepala keluarga Song. "Bagus.. Bagus... kau telah membuktikan kesetiaan mu kepada keluarga Song ku. Sebagai apresiasi, aku akan merestui hubunganmu dengan putriku!"


Chen Lou memasang senyum sumringah. Lalu menangkupkan tangan memberi sembah hormat.


***


Chen Li berada di tempat yang gelap. Tak ada yang bisa dia lihat selain kekosongan.


"Ini aku di mana?" ucapnya. "Apakah ini yg dinamakan tempat pengadilan? Tapi kenapa begitu gelap?"


Whush...


Setitik cahaya putih terlihat di hadapan Chen Li. Cahya itu sendiri perlahan tapi pasti membesar, hingga menyilaukan mata Chen Li.

__ADS_1


"Belum saatnya kau berada di tempat ini. Kau masih memiliki tugas yang harus di selesaikan di dunia lain!"


Chen Li mendengar suara itu. Tampak menggema dalam kepalanya. Sementara cahaya putih semakin menyilaukan saja. Hingga menelan jiwa Chen Li.


__ADS_2