
Besoknya, Kevin akan mengikuti kelas pertamanya. Dia mengikuti langkah kaki seorang wanita berpostur tubuh pendek, namun memiliki body yang montok.
Selang beberapa saat, mereka sampai di depan ruang kelas yang masih tertutup. Tapi kedua orang itu bisa mendengar keributan yang terjadi di dalam ruangan.
Miss Marry membuka pintu. Seketika kehebohan yang terjadi semula itu segera berhenti.
Kevin mengikuti langkah kaki Miss Marry memasuki ruangan tersebut.
"Selamat Siang, anak-anak. Hari ini kita ada teman baru." Miss Marry segera meminta Kevin untuk memperkenalkan diri.
Kevin memperhatikan satu per satu wajah-wajah orang-orang yang akan menjadi teman barunya itu. Di sana dia melihat Michael yang tengah melambaikan tangan. Kevin membalas dengan senyum kecil.
"Halo semuanya... Perkenalkan aku Kevin, murid baru di Monster Hunter School ini. Senang berkenalan dengan kalian. Aku harap kita bisa menjadi teman yang baik!" ucapnya.
"Apa kemampuan khusus yang kau miliki? Kami semua memiliki kemampuan khusus yang berbeda-beda di sini." Salah seorang dari mereka mengajukan pertanyaan.
"Bisa mengendalikan elemen api!" jawab Kevin dengan santai.
"Kalau begitu, coba tunjukkan pada kami!" yang lain ikut berbicara.
Kevin tanpa menolak langsung menciptakan api dari tangannya. Dan itu membuat semua orang yang ada di dalam kelas sedikit terkesiap. "Baik, kau memenuhi syarat. Selamat bergabung di kelompok kami!" ucap seorang lelaki yang memiliki nama Jordy.
"Terima Kasih!"
Setelah itu Miss Marry mempersilahkan Kevin untuk duduk di bangku kosong. Kebetulan terdapat bangku kosong di sebelah Michael. Kevin lantas duduk di sana.
"Baiklah, karena semuanya telah selesai, maka kita akan kembali mempelajari materi untuk hari ini. Kali ini Miss akan menjelaskan tentang Misteri Dungeon."
Miss Merry kemudian menjelaskan terkait materi yang dia bawakan. Sementara anak-anak lain begitu fokus dan tertarik dengan materi tersebut, tapi bagi Kevin, ini sangatlah membosankan.
"Apakah seperti ini sistem pelajaran di dunia ini? Kenapa begitu membosankan. Aku bahkan tidak bisa kemana-mana selain dengan duduk manis di sini!" batin Kevin.
Rasa kantuk yang tak bisa dia tahan, Kevin lantas tidur.
Namun tak lama setelahnya, Miss Merry mendatangi Kevin. Wanita itu menjentikkan jarinya, menimbulkan gelombang suara besar, yang mampu mengetuk gendang telinga.
__ADS_1
Sontak saja Kevin lantas terbangun saking kagetnya.
"Kau tidur di saat jam pelajaran ku?... Kau sangat berani, Nak!" Miss Merry berkata dengan penuh akan tekanan di setiap kata-katanya.
Kevin tidak tau harus bereaksi bagaimana. Melihat hal itu Michael tidak tinggal diam. Dia lantas melakukan pembelaan terhadap Kevin.
"Miss, Kevin masih baru, jadi dia belum mengetahui akan apa saja peraturan di sekolah kita. Aku akan mengajarinya, Miss!"
Miss Marry menatap tajam Michael. Lalu mengalihkan pandangannya ke arah Kevin.
"Huh, baiklah. Kali ini aku maafkan kamu. Tapi aku tidak mau kejadian ini kembali terulang!"
"Baik, Miss... Kevin tidak akan mengulang kesalahan yang sama!" janji Kevin.
"Michael dan yang lainnya, ajari Kevin bagaimana dia bersikap saat mengikuti pelajaran ku!" Setelah mengatakan itu, Miss Marry lantas keluar dari kelas dengan raut wajah datar.
"Huuh, beruntung kau masih, selamat. Kalau tidak, aku tidak tau bagaimana akan menolong–mu lagi," ujar Michael.
Kevin tersenyum kecut. "Terima kasih!"
"Apakah kau mengerti?" tanya Jordy setelah selesai dengan menjelaskan.
Meskipun tidak mengerti, tapi Kevin tetap menganggukkan kepalanya.
"Omong-omong, besok kita akan melakukan latihan sebagai pemburu monster, Kau harus mengetahui semua peraturan itu agar memudahkan mu dalam mengikuti pelatihan besok." ucap Sherlly. Seorang gadis cantik yang memiliki kelebihan melihat masa depan. Selain itu, dia juga mampu membaca pikiran seseorang. Mengetahui bahwa Xiao Wang belum mengerti, makanya dia mengatakan itu.
"Hmm, aku akan terbiasa dengan itu semua. Seiring dengan berjalan waktu, aku pasti akan mengetahuinya," balas Kevin.
"Cih, paling juga setelah berlatih dan memasuki Dungeon, dia yang akan pertama melarikan diri!" ucap Lewis. Entah apa yang mengganggu pikiran lelaki itu sehingga dia tampak tidak menyukai Kevin.
Setelah mengatakan itu, Lewis segera pergi keluar dari kelas itu.
"Sudahlah, Vin... Lewis memang begitu. Suka aneh, tapi aslinya dia baik!" Sherlly menenangkan Kevin.
"Ya, tentu saja.... Aku mengerti. Itu mungkin termasuk kelebihan yang dia miliki!" ucap Kevin.
__ADS_1
***
Malam harinya, Kevin dan Michael duduk di balkon kamar mereka. Kebetulan terdapat balkon yang menghadap langsung ke arah hutan.
Di bawah naungan bulan purnama keduanya duduk. Cahaya perak bulan itu menyinari pepohonan rimbun, hingga terlihat hanya siluetnya saja. Selain itu, langit tampak berwarna jingga gelap oleh cahaya bulan itu. Malam ini tampak berbeda dari malam-malam sebelumnya.
"Apakah kau tau? Konon katanya bulan purnama adalah saat-saat yang tepat bagi para monster akan bermutasi. Mereka mengumpulkan kekuatan dari sinar bulan Purnama," ucap Michael.
"Hmm, maksud mu ... sekarang para monster akan bermutasi dan mengumpulkan kekuatan mereka?" tanya Kevin.
"Umm... Sepertinya tujuan kita akan semakin dipercepat. Dungeon akan terbuka setelah para monster memiliki kekuatan yang cukup. Mereka akan datang ke bumi dan menyerang umat Manusia."
Memikirkan perkataan itu. Lantas Kevin mengambil kesimpulan. "Jadi, Dungeon akan terbuka saat para monster memiliki cukup kekuatan? Dalam kata lain, kunci untuk membuka gerbang dunia lain ada pada monster?"
"Ya... Tapi, kita para umat manusia yang diberi kelebihan khusus juga bisa membukanya. Hmm, aku rasa kau harus sering-sering tidak tertidur dalam pemberian materi. Sehingga hal-hal ini bisa kau ketahui!"
"Hehehe... Entah mengapa suara Miss Merry tadi sangatlah merdu. Sampai aku dibuat ngantuk karenanya." Kevin menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Hahaha... Kau memang beda dari yang lain. Aku dan yang lain bahkan begitu bersemangat saat ada pembelajaran yang berkaitan dengan para monster," kata Michael sembari pandangannya menatap lurus ke arah hamparan siluet pepohonan.
"Ya-ya... Sepertinya aku harus melakukan seperti yang kau katakan itu!" Kevin kemudian juga ikut melempar pandangan ke arah siluet-siluet tersebut.
***
Whush...
Sisi lain tepat dimana tak seorang makhluk pun berada. Mendadak muncul pusaran energi berwarna warni di bawah lingkaran besar bulan purnama.
Itu adalah portal Dungeon. Portal yang menghubungkan dunia ini dengan dunia lain.
Mungkin kemunculan Dungeon ini merupakan awal kekacauan bagi umat manusia.
Benar saja. Tampak makhluk aneh muncul dari balik portal itu. Bentuknya menyerupai kadal, namun memiliki tulang bergerigi di belakangnya. Giginya tajam, mengeluarkan lendir dengan lidah yang panjang. Matanya memanjang, dengan kuku yang panjang.
Makhluk itu tidak hanya satu, melainkan ada beberapa ekor yang keluar dari portal tersebut.
__ADS_1