Monster Hunter School

Monster Hunter School
Ch. 5 ~ Berlatih Bersama Monster


__ADS_3

Hari ini, Kevin dan rekan-rekan sekelasnya akan melakukan pelatihan. Bagi Kevin, ini merupakan latihan perdananya selama bersekolah di Monster Hunter School.


Mereka telah bersiap di sebuah lapangan yang memiliki ukuran kecil. Tampak di hadapan mereka Miss Marry telah berdiri dan bersiap akan memberikan arahan.


"Baik, seperti yang telah dijanjikan, bahwa hari ini kita akan melakukan pelatihan." Miss Marry menghentikan perkataannya sejenak. Dia lantas menunjuk ke arah hutan yang ada di hadapan mereka.


"Di hadapan kalian ini adalah hutan, dimana tempat kalian akan melakukan latihan. Namun latihan ini akan berbeda dari latihan-latihan di hari-hari sebelumnya. Kalian akan melawan Monster!" Menghentikan perkataannya sejenak, Miss Marry hendak melihat bagaimana reaksi dari Kevin dan tujuh orang muridnya itu.


"Menghadapi monster? Ini akan sangat menyenangkan! Aku tidak sabar untuk segera memulai!" ucap Michelle, gadis itu tampak girang dan tidak sabar.


"Benar! Kapan akan dimulai, Miss?" tanya Michael.


"Kalian jangan senang dulu. Monster yang akan kalian hadapi ini tidak hanya berjumlah satu, melainkan belasan. Bahkan bisa jadi juga puluhan. Diharapakan setelah ini, kalian akan mendapatkan kesiapan dalam menghadapi monster dengan jumlah yang sesungguhnya!" ucap Miss Marry.


"Baik, kami mengerti, Miss..." Kevin dan tujuh orang temannya berucap serentak.


"Satu lagi, Sebagian Monster yang akan kalian temui di hutan ini memiliki Power Stone. Tugas kalian adalah mencari monster yang memiliki benda itu, lalu kumpulkan Power Stone. Paling sedikit lima buah. Sebelum senja, kalian harus kembali lagi di sini dan membawa serta Power Stone itu. Kalian mengerti?" Miss Marry memberikan arahan, sementara Kevin dan tujuh orang rekannya hanya menanggapi deng an anggukan kepala sembari berseru, "Mengerti Miss...."


"Bersiaplah, lima menit kemudian akan dimulai!" ucap Miss Marry lagi.


Selagi menunggu waktunya tiba, Miss Marry memberikan Kevin dan teman-temannya masing-masing alat pelacak. Alat pelacak itu sendiri berbentuk gelang. Wanita itu juga menjelaskan fungsi serta cara kerjanya.


"Ini akan memberitahu kami keberadaan kalian. Jadi sejauh apapun kalian melangkah, jangan pernah lepaskan gelang ini!"


Meskipun Kevin bingung dengan cara kerja alat pelacak itu, tapi dia tetap menganggukkan kepalanya.


Lima menit berlalu begitu cepat, kini Kevin dan tujuh orang teman sekelasnya itu mulai menyusuri hutan.


Berjalan selama dua puluh lima menit, mereka telah berada jauh dari sekolah Monster Hunter School. Tapi bangunan tinggi sekolah itu masih terlihat menjulang diantara pepohonan yang sedikit menutupinya.


"Kita sudah berjalan sejauh ini, tapi tetap tak menemukan satu pun monster di hutan ini!" ucap Lewis, dia menghentikan langkah kakinya, membuat Kevin dan yang lainnya juga terpaksa harus berhenti melangkah.


"Mari berjalan kembali. Aku yakin, tidak akan lama lagi kita akan menemukan Monster di hutan ini!" ujar Kevin dan disetujui oleh yang lainnya.


Sementara itu, Lewis memasang wajah sinis. "Cih..." Berdecih lalu kembali melanjutkan berjalan lebih dulu.

__ADS_1


Sekitar lima menit mereka berjalan, mendadak mereka kembali menghentikan langkah. Kali ini bukan Lewis yang membuat mereka berhenti, melainkan gadis bermata biru yang tidak lain adalah Sherlly.


Gadis itu menutup mata, kepalanya juga bergerak ke samping kanan dan kirinya. Setelah satu menit, Sherlly membuka kedua matanya.


"Apakah kau melihat sesuatu?" tanya Bad, lelaki yang memiliki kaki sedikit panjang dari yang lain.


"Umm..." Sherlly mengangguk membenarkan. "Monster-monster itu mendatangi kita. Tapi jumlahnya lebih dari satu!" ungkap Sherlly.


"Kau bisa melihat masa depan?" tanya Kevin memastikan. Sebab sebelumnya dia mengetahui bahwa Sherlly hanya memiliki kemampuan khusus yaitu bisa membaca pikiran.


"Umm, Sherlly ini cukup istimewa dibanding yang lain. Dimana dia memiliki kemampuan ganda. Selain bisa membaca pikiran, tapi dia juga bisa membaca masa depan!" Jordy yang menjawab pertanyaan Kevin.


Menganggukkan kepala pelan, Kevin mengerti. Memang dia belum sepenuhnya mengetahui kemampuan khusus dari rekan-rekannya ini. Hanya beberapa diantaranya yang di ketahui.


Michael lantas memeriksa sekitar dengan memanjangkan lehernya. Tubuhnya yang elastis bak karet, sehingga begitu mudah baginya memperhatikan sekitar tanpa perlu berjalan. Lehernya meliuk-liuk, melewati pepohonan.


Beberapa saat, leher Michael kembali ke bentuk semula. "Aku melihatnya. Seekor monster berada di sana!" Michael mengangkat tangan dan menunjuk ke satu tempat.


"Kalau begitu, tunggu apa lagi. Mari segera ke sana dan buru dia!" Bad tampak bersemangat. Lalu dia berlari lebih dulu. Begitu cepat lelaki itu dalam berlari, hingga meninggalkan bekas angin kencang dari jejak kakinya.


Kevin yang melihat itu juga segera berlari, tak ingin ketinggalan. Begitupun juga dengan rekannya yang lain.


"Apa yang kau tunggu? Mengapa tidak langsung memburunya?" tanya Lewis dengan nada sinis.


"Apa yang kau pikirkan? Tentu saja aku menunggu kalian. Ayo bersama dan buru Monster itu," balas Bad.


"Tapi tunggu!" Kevin menghentikan mereka.


"Ada apa?" tanya Michael.


"Kita perlu mengetahui makhluk itu. Apakah dia memiliki Power Stone atau tidak! Meskipun latihan ini untuk melatih kita dalam menghadapi monster, tapi kita juga harus memperhatikan monster-monster ini. Untuk saat ini, fokus kita adalah monster yang memiliki Power Stone. Sebab waktu kita tidak banyak. Senja kita harus kembali ke sekolah."


"Hmm, yang dikatakan Kevin benar." Michelle, seorang gadis yang memiliki kemampuan khusus kemampuan khusus menguasai unsur elemen air itu membenarkan.


"Lantas, bagaimana cara kita mengetahui kalau dia memiliki Power Stone?" tanya Gino. Seorang lelaki yang memiliki tubuh lebih besar dari mereka semua. Namun tubuhnya tidak besar oleh lemak, melainkan karena otot.

__ADS_1


"Mudah saja!"


Kevin lantas maju. Setelah berjarak beberapa meter di depan rekan-rekannya, dia lantas menciptakan unsur elemen api dari tangannya. Lalu melempar dan mengenai tubuh bagian belakang sang Monster.


"Ledakan!" gumam Kevin.


Benar saja, api tersebut langsung meledak dan menyelimuti tubuh monster itu. Tapi api itu hanya sesaat, sebelum menghilang sepenuhnya.


Kevin memasang sunggingan kecil. Semula sebelum api di tubuh monster tersebut padam, tampak cahaya merah di kening bagian belakang monster itu. Itu adalah cahaya merah yang berasal dari Power Stone.


"Bagaimana? Hebat bukan?" ucap Kevin setelah melakukan itu.


"Hebat, bagaimana kau melakukannya?" tanya Michael.


"Itu hanya trik mudah bagiku!" balas Kevin sedikit menyombongkan diri.


Sebenarnya trik itu pernah dia lakukan saat masih berada di dunia kultivator. Saat itu dia tengah berburu binatang Monster dengan saudaranya. Namun target mereka waktu itu adalah Bintang Monster yang memiliki kristal roh. Dan trik itu biasa dia dan saudaranya gunakan untuk membedakan antara Binatang Monster yang memiliki kristal roh ataupun Binatang Monster yang tidak memiliki kristal roh.


Beralih pada Kevin dan rekan-rekannya. Mereka saat ini tengah bersiap untuk melawan monster itu. Begitupun juga dengan sang Monster yang telah membalikkan badan dan juga bersiap akan memangsa Kevin serta yang lainnya. Memang setelah mendapatkan serangan tak terduga dari Kevin tadi, itu langsung membuat Monster geram. Dan saat dia melihat anak manusia, maka dia menjilati bibirnya hingga air liurnya menetes.


"Tunggu, bukankah Sherlly mengatakan monster ini tidak hanya satu? Lantas kemana yang lain?" Michael berucap kala mengingat sesuatu.


"Benar... Kemana Monster yang lain?" Bad juga ikut berkata.


"Nanti saja baru kita pikirkan itu. Monster sudah datang menyerang. Pusatkan fokus kalian pada satu monster ini. Jika kalian terlalu banyak berpikir, yang ada kalian yang akan mati!" ucap Kevin.


Kedelapan orang itu kemudian bergerak, menyambut monster yang telah datang menyerang.


Sebenarnya yang maju bertarung hanya Kevin, Jordy, Michael, Bad, Lewis dan Gino. Sedangkan Michelle dan Sherlly bergerak sedikit menjauh. Meski demikian, Michelle tetap membantu dengan melempar serangan unsur elemen air pada Monster itu dari jarak jauh.


Bertarung selama dua puluhan menit. Berkat kerjasama antar mereka dan saling melengkapi antar kelebihan, akhirnya mereka bisa melumpuhkan monster itu.


.Kevin mengambil tindakan dengan segera membunuhnya. Lalu dia mengambil Power Stone milik Monster itu.


"Yes... Kita berhasil!" ucap Michael girang. Begitu pun juga dangan rekan yang lain

__ADS_1


"Tunggu... Ini belum selesai!!!" Sherlly tiba-tiba saja berucap setengah berteriak. Tentu saja membuat Kevin dan yang lainnya menoleh ke arahnya.


"Maksudmu?"


__ADS_2