
Pada saat ini Rubi merasa begitu sangat bahagia setelah mendengar calon suaminya saat ini telah mengucapkan ijab kabul dengan lancar. Setelah seluruh saksi yang hadir pada acara ini pernikahan sederhana ini mengatakan Sah dan akhirnya saat ini Rubi telah berganti status menjadi seorang istri.
"Selamat ya nak, kamu akhirnya telah menikah dengan laki-laki Pihan mu, Ayah berharap kamu bahagia." ucap Pak Rahardian yang saat ini memeluk Putri tunggalnya dengan penuh kasih sayang layaknya seorang ayah pada putrinya.
"Terimakasih Ayah," ucap Ruby yang tersenyum lebar terlihat begitu cantik dengan balutan pakaian pengantin berwarna putih.
Walaupun saat ini Ruby mengunakan pakaian tertutup layaknya seorang muslim pada umumnya yang menguntungkan jilbab, terlihat begitu anggun dan cantik. Kecantikan Rubi tetap saja terpancarkan. Walaupun mengungkapkan pakaian yang tertutup sekalipun.
"Istriku sangat cantik." ucap Aresya yang saat ini telah menjadi suami Rubi.
Pria tampan yang memiliki paras ruwan dengan tinggi badan 190 cm dan berat 75 kg ini memiliki tubuh yang besar, tinggi dan kekar serta warna kulitnya eksotis. Walaupun terlihat tampan bule kental pada wajahnya tapi Pria tampan ini mengaku blasteran indo Jerman.
Walaupun Ares berkata kedua orang tuanya telah meninggal dunia sehingga yang datang bersama Ares saat ini adalah beberapa kerabat dekat karena kedua orang tuanya Ares juga anak tunggal yang meninggal pada kecelakaan bisnis.
"Siapa kamu yang telah berani menikahi wanita yang seharusnya hanya menjadi istri ku?" ucap seorang Pria dewasa yang datang mendekat kearah pengantin dengan membawa rombongan dan terlihat berpakaian kuno.
Ruby sangat bingung saat ini karena Rubi tidak merasa mengenal pria aneh yang saat ini mendekat kearah mereka yang membuat Rubi merasa takut sehingga memeluk erat lengan suaminya.
"Jangan takut istri ku, tolong percayalah pada ku." ucap Ares dengan menetap mata coklat madu Ruby dengan tatapan lembut saat ini membuat Ruby merasa lebih baik dari sebelumnya.
__ADS_1
Orang aneh tadi yang membawa sejenis pedagang yang cukup panjang, awalnya Ruby menyangka itu pedagang mainan tapi setelah banyak sekali orang yang berusaha menghadang orang aneh ini mereka malah ditebas dengan mengunakan pedang tajam itu dan langsung terputus ada yang terpisah tangannya, dan ada pula yang terpisah kepalanya karena orang aneh yang merupakan seorang bapak-bapak itu begitu marah.
"Ares.... hiks...hiks....hiks....., berjalan bersamaku, kau tidak akan meninggalkan ku bukan?" ucap Ruby yang saat ini menengis ketakutan di pelukan suaminya.
"Tentu saja sayang, jangan takut aku akan selalu bersama mu dan menjaga mu...., kita sudah terkepung saat ini. Percalah pada ku...., kita akan baik-baik saja." ucap Ares yang saat ini merasa sangat kesal karena musuh telah mengepung rumah kediaman orang tua istrinya.
"Ares dia itu milikku! berikan dia pada ku....," ucap suara laki-laki yang sebelumnya sempat dilihat oleh Rubi telah membunuh banyak orang didepan katanya.
"Tidak akan pernah." ucap Ares dengan lantang.
Mana mungkin Ares memberikan waniata yang sangat dicintainya ini pada musuh besarnya yang sudah dipastikan hanya akan membuat Rubi sebagai seorang mesin pemuas napsu dari mahluk yang merupakan seorang iblis yang sangat terobsesi akan ****.
"Ya Allah ya Tuhanku bagaimana mungkin dia mengatakan aku adalah tumbal, sedangkan selama ini aku sangat tahu jika kedua orang tua ku berkerja halal. Bagaimana mungkin orang tua ku telah bersekutu dengan iblis aku sangat yakin ini adalah sebuah mimpi." batin Rubi yang saat ini berusaha untuk menyadarkan dirinya dari dalam mimpi buruknya ini.
"Sayang apa yang kamu lakukan jangan memukul wajah cantik mu seperti itu kamus kan terluka nanti....," ucap Ares khawatir pada istrinya yang tampak menangis sambil memukul wajah cantik miliknya itu dengan tangan mungilnya.
"Tidak Ares aku yakin saat ini aku telah bermimpi buruk, mana mungkin orang tua ku yang sangat paham agama melakukan pesugihan hanya karena ingin cepat kaya...," ucap Rubi yang saat ini terus berusaha untuk membuat dirinya tersadar dari mimpi buruk ini.
Rubi bisa merasa tangannya terasa begitu sakit begitu pula pipinya yang ditamparnya Sendiri. karena bukan hanya menampar dirinya sendiri Rubi juga mencubit tangannya agar dirinya tersadar dari mimpi buruk.
__ADS_1
"Sayang ku.... jangan lakukan itu atau akan sangat marah." ucap Ares yang saat ini memeluk erat tubuh menngil isterinya yang hanya memiliki tinggi sebahunya saja.
"Cukup Ares kamu melewati batas, jika wanita cantik itu tidak bisa bersama ku makan aku akan membunuh kalian berdua yang tampak saling mencintai." ucap orang aneh tersebut yang saat ini terlihat mengungkapkan pakaian Jawa kuno tapi ini zaman modern pada saat ini Rubi merasa dirinya telah bermimpi sangat buruk dan ingin segera sadar dari mimpi ini.
Karena ditempat pernikahan mereka saat ini yang seharusnya ramai tamu yang berceloteh ataupun mengucapakan selamat pada hari bahagia mereka tapi yang ada dihadapannya hanyalah hamparan mayat manusia dengan tangan dan kepala mereka telah terputus serta banyak sekali ceceran darah dilantai putih sehingga membuat Rubi bertambah takut.
"Kurang ajar sekali kamu telah berani membuat jilbab istri ku rusak dan membuat beberapa helai rambutnya terpotong." ucap Ares yang saat ini nampaknya sudah benar-benar marah.
"Ares aku merasa tubuh mu aneh?" ucap Rubi yang saat ini merasa heran tapi tidak berani untuk membuka matanya.
Rubi terus menerus mengucapakan istighfar dalam harinya memohon apapun pada Tuhan. tentu saja Rubi berharap ini hanyalah sebuah mimpi buruk saja. Saat ini suaminya yang terasa menghilang darinya membuat Rubi ketakutan. Dengan perlahan Rubi membuka matanya setelah terdengar kak ada ada lagi kegaduhan.
"Tidak Monster....., hiks...hiks...hiks...hiks..., Ares.... tolong aku...." ucap Rubi ketakutan dan berusaha mundur saat Monster yang terlihat mengerikan telah berhasil mengenai orang aneh tadi dan saat ini Moster yang begitu sangat mirip dengan raksasa besar yang saat ini berwarna merah karena pasti telah banya meminum darah manusia yang ada ditempat ini.
Mister yang memiliki perawakan seperti manusia hanya saja tubuhnya lebih besar, tatapan tajam dengan warna mata yang sepertinya sangat dikenal oleh Rubi tapi Rubi menepis pikirannya yang ngasal itu. Tidak akan mungkin suaminya yang memiliki tatapan yang mirip saat ini berubah menjadi misteri yang begitu menakutkan dengan gigih runcing dan tajamnya itu telah berwarna merah karena darah dari kurbannya.
"Jangan takut Sayang, aku hanya sedang berusaha melindungi mu....," Ucap Ares yang saat ini merasa sedih karena melihat istrinya yang ketakutan.
Rubi yang tampak meringkuk dengan punggung bergetar karena Rubi yang menangis sambil mengeluarkan wajahnya pada lutut dan tangan mungilnya memeluk erat lututnya Sendiri.
__ADS_1