
Pada saat ini Ruby merasa begitu sakit melihat wajah suaminya yang sudah mulai sedikit terlihat memar karena ulah Ares sendiri. Ruby berfikir keras sempat merasa pening tapi melihat Ares melukai dirinya sendiri seperti ini Ruby langsung turun tangan.
"Ares hentikan....., hiks....hiks...hiks. Jangan menyakiti dirimu...., apakah kamu juga ingin meninggalkan ku juga seperti mereka yang telah tidak ada saat ini....," ucap Ruby yang saat ini memeluk pinggang Ares dari belakang yang membuat Ares terdiam beberapa saat lalu berbalik badan membawa Ruby ke hadapannya.
"Aku tidak bermaksud seperti itu..., Sayang berhentilah menangis...," ucap Ares yang khawatir istri cantiknya ini akan kehabisan tenaga karena tidak berhenti menangis dari semalam.
"Kamu harus berjanji pada ku untuk tidak menyakiti dirimu sendiri...., baru aku akan berhenti menangis....," ucap Ruby sambil sesenggukan.
"Tapi aku salah Sayang, aku harus dihukum." ucap Ares dengan lembut menghapus air mata istrinya yang terus saja membanjiri pipi mulus istrinya.
"Hiks...hiks....hiks... kamu tidak mencintaiku, kamu tidak menuruti permintaan ku... hiks..hiks..hiks....," ucap Ruby yang menangis semangkin menjadi-jadi.
Ares yang tidak tega mendengar istrinya menangis dan bahkan suara lembut Ruby pun kali ini terdengar sudah mulai hampir tidak bersuara karena terlalu lama terisak pilu.
"Baiklah aku berjanji untuk tidak menyakiti diriku asal kamu berhenti menangis dan selalu bersama ku." ucap Ares yang saat ini mendekap istrinya tercinta kedalam pelukan hangatnya.
Ares tidak pernah peduli masalah kekuasaan dan kemewahan karena hidup sederhana bersama dengan istrinya tercinta sudah membuat Ares merasa bisa merasakan kehidupan yang sebenarnya.
"Kamu benar-benar bodoh, lihatlah saat ini wajar tampan mu menjadi terluka parah." ucap Ruby yang saat ini telah berkaca-kaca saat melihat wajah suaminya yang terdapat banyak memar dan lembab karena ulah Ares sendiri yang menghukum dirinya sendiri sebab tidak bisa menjaga Rubi dengan baik.
"Aaaaw....," ucap Ares sedikit meringis merasa perih pada saat Rubi menempelkan pelan daun obat agar luka Ares mengering dan sembuh.
"Tadi aja gak kerasa sakit, sekarang baru terasa kan? lain kali jangan bertindak bodoh lagi...," ucap Ruby pada suaminya yang malah tersenyum manis karena perhatian dan kasih sayang Ruby tidak berubah meskipun telah mengetahui fakta sebenarnya jika Ares adalah Monster yang dapat membunuh siapapun yang berani melukai dan mendekat Istrinya.
__ADS_1
"Baiklah sayang. Apakah aku saat ini masih terlihat tampan?" tanya Ares pada Ruby yang selalu saja mengatakan jika Ares sangat tampan pada saat mereka berdua seperti ini.
"Tidak kamu sangat jelek setelah memukuli wajahmu sendiri wajah mu terdapat banyak bengkak dan lebam." ucap Ruby yang masih kesal dengan Ares yang bertindak nekat hanya untuk membuktikan cintanya pada Ruby.
Bahkan sudah tidak diragukan lagi Ares yang begitu bodoh mungkin akan langsung memberikan nyawanya pada Ruby yang memang kadang senang sekali bercanda. Tapi Ares selalu saja serius dan agar sulit untuk diajak bercanda.
"Ayo makan, jika tidak wajah mu akan bertambah jelek." ucap Ruby asal.
Pada saat ini Ruby memakan buah-buahan hutan yang sebelumnya telah dikumpulkan oleh Ares, tentu saja semuanya aman bisa dimakan dan tidak beracun. Ares cemberut saat mendengar ucapan istrinya tercinta yang mengatakan Ares tidak tampan.
Walaupun begitu tapi Ares tetap saja menerima makanan yang disuapkan oleh istrinya tercinta padanya. sedangkan Ruby terkekeh geli melihat wajah suaminya yang tampan itu terlihat kebingungan dan kesal hanya karena tadi Ruby berkata jika Ares tidak tampan dengan wajah yang terdapat memar dibeberapa bagian.
Padahal Ruby tidak mengatakan suaminya ini jelek tapi tapi tingkah Ares saat ini, bagaikan penyesalan mendalam karena telah membuat wajahnya sendiri tidak tampan dan istri cantiknya menjadi marah karena wajah Ares yang tidak tampan.
"Kenapa tidak suka aku suapi? kalau begitu makan sendiri....," ucap Ruby yang berhenti menyuapi Ares.
"Iya tentu saja." ucap Rubi sambil menahan senyum.
Bagaimana mungkin suaminya yang tampan ini memiliki tingkah ajaib yang mendadak bodoh, lagi pula hanya beberapa luka memar tidak akan membuat Ares yang sudah tampan sejak lahir menjadi buruk rupa. Tapi Ares saat ini tampaknya kepercayaan dirinya menjadi begitu rendah saat Rubi berkata jika dirinya tidak tampan, akibat beberapa memar diwajahnya.
"Sayang mau....," ucap Ares pada saat melihat istrinya tercinta begitu lahap memakan pisang.
Rubi akhirnya menyuapi suaminya dengan mengambilkan pisang yang baru bukan bekas gigitannya. Tapi Ares malah menggelengkan kepalanya seakan tidak setuju akan tindakan Ruby, hal ini membuat Ruby heran.
__ADS_1
"Tadi katanya mau pisang?" tanya Rubi yang sudah mulai kesal.
"Maunya yang itu." ucap Ares menunjuk pada pisang yang tersisa seperuh karena sebelumnya telah di makan oleh Ruby.
"Tapi sayang ini bekas gigitan ku.....," ucap Ruby dengan ragu, ingin segera menghabiskan pisang yang tinggal setengah ini agar Ares berhenti bertingkah aneh.
Baru saja Ruby akan memakannya Ares sudah mengambilnya dari tangan Rubi dan memasukan pisang yang tinggal setengahnya itu kedalam mulutnya lalu membuang kulitnya pada tumpukan kulit buah yang sebelumnya telah mereka makan.
"Hemmmmmm, ini sangat enak." ucap Ares sambil terus mengunyah.
Ruby saat ini bisa menyimpulkan jika Ares hanya kan memakan buah yang dia makan sebelumnya, itu artinya apapun yang Ruby makan Ares juga akan makan seperti saat ini, Ruby yang baru makan pisang dan rambutan Ares juga hanya makan buah yang sama.
Padahal Ares membawa buah yang beranekaragam dari hutan lebat ini ada nangka, pelam, apel hijau, sawo, salak, Manggis, mangga dan lainnya. Ares terlihat mengemaskan saat ini mata Ruby membuat Ruby menjadi gemas dan memberikan kecupan singkat pada pipi kanan Ares.
"Apakah jika aku makan banyak, Ruby akan memberikan aku hadiah ciuman seperti tadi?" tanya Ares pada Ruby.
Saat ini dengan iseng Ruby mengangguk karena Ruby tahu, Ares pasti memiliki kebiasaan makan yang lebih banyak darinya. Walaupun selama ini mereka jarang makan bersama tapi Ruby sudah pernah melihat Ares makan cukup banyak dan sangat lahap membuat Ruby menjadi sangat kagum.
"Ares sudah kenyang," ucap Ares yang baru saja menghabiskan buah Nangka yang berukuran cukup besar sedangkan buah-buahan lainnya masih banyak karena Ares sebelumnya mencari buah-buahan yang cukup banyak agar istrinya tercinta tidak kelaparan.
"Kalau sudah kenyang berhentilah, sekarang minumlah." ucap Ruby tidak pernah menyangka jika suaminya yang tampan ini bisa berubah bertingkah sangat mengemaskan layaknya seorang bocah.
"Mana hadiah untuk Ares?" ucap Ares yang tidak sabar untuk mendapatkan hadiah banyak kecupan dari Ruby.
__ADS_1
Dengan gemas Ruby memberikan banyak sekali kecupan sayang pada seluruh wajah tampan suaminya yang saat ini sedang bersikap begitu menggemaskan.
"Disini belum?" ucap Ares yang menyentuh bibirnya dengan telunjuk, mengisyaratkan jika Rubi belum menciumnya pada bagian ini.