
Pada saat ini Ruby berharap jika apa yang dialaminya ini hanyalah mimpi dan ini sudah malam Monster yang tampak menjaganya saat ini sejujurnya membuat Ruby takut karena penampilan monster yang sangat menakutkan.
Pada saat ini apa lagi tubuh mungilnya berada di pelukan monster yang tampak sudah tertidur lelap setelah lelah membawanya pergi jauh kedalam hutan yang begitu sangat gelap, banyak suara hewan yang menakutkan. Tapi saat ini berada di pelukan monster dengan Gigi tajam, serta memiliki bulu putih yang cukup lebar di seluruh tubuhnya namun tidak seperti kera benar-benar seperti mimpi buruk.
Karena penampilannya sama seperti manusia hanya saja giginya sangat tajam seakan seluruh gigi pada monster besar ini hanya ada taring yang sangat rapat dan mampu mengkotak daging mangsanya sekeras apapun.
"Aku tidak mengetahui ya Allah aku besok masih hidup ataupun telah kan mati karena dijadikan mangsa oleh mahluk menakutkan ini, tolong lindungilah aku... taruhan ku...," ucap Ruby yang kemudian kehilangan kesadarannya.
Pada saat ini suara kicau burung yang ada di hutan lebat ini berserta suara ayam hutan membangunkan Ruby yang saat ini kembali tersadar walaupun saat ini Ruby mengingat dirinya masih di hutan tapi setidaknya Ruby merasa senang dan aman lega ketika moster mengerikan itu hilang dari pandangannya saat ini.
Karena yang saat ini memeluknya bukanlah monster yang menakutkan tapi suaminya yang tampan walaupun saat ini Ares terlihat sedikit berantakan tapi Ares adalah pria tampan yang sangat dicintai oleh Ruby.
"Selamat pagi sayang apakah aku membuat mu takut?" tanya Ares yang saat ini baru saja membuka mata birunya yang menenangkan dan sangat menawan itu.
"Tidak untuk kamu telah berhasil mengalahkan monster itu. Aku sangat takut kamu terluka.... hiks... hiks...hiks..," ucap Ruby yang saat ini memandang wajah tampan suaminya tercinta yang bersikap aneh.
Kemudian Ares melihat kearah tubuhnya sendiri dan tersenyum lalu membawa Ruby kedalam pelukannya untuk lebih dekat lagi. Ruby tidak masalah dengan keanehan Ares asalkan Rubi tidak hidup sendiri di hutan yang cukup lebat ini bahkan saat ini mereka tidur disebuah gua ternyata cukup besar dan hanya sebuah batu besar yang menjadi tepat untuk beristirahat.
"Emuach.... emuach.... emuach. Jangan menangis lagi sayang aku bersamamu. Apakah kamu percaya pada ku?" tanya Ares yang tentu saja saat ini berbicara dengan bersungguh-sungguh.
Walaupun Ruby masih menangis saat ini dengan memeluk erat tubuh suaminya yang hanya memakai celana pendek saja tapi Ruby tidak peduli, Ruby sangat mencintai Ares begitu pula sebaliknya lagi pula mereka telah menikah kemaren.
__ADS_1
"Aku ingin menggunakan fakta yang sebenarnya tentang diriku. Tolong jangan menjauh dari ku karena apapun yang terjadi kamu tetap harus berada didekat ku, bukakan kamu sangat mencintai ku?" tanya Ares pada Ruby.
"Iya aku sangat mencintaimu kamu tidak perlu ragu pada ku....., Ares. Katakanlah fakta sebenarnya tentangmu karena hal itu tidak akan mengubah atau pun menghilangkan rasa cintaku pada mu jika kamu berkata jujur dan aku langsung tau dari dirimu aku akan menerimanya....," ucap Ruby yang saat ini merasa bingung dengan suaminya berbicara panjang lebar padahal selama ini Ruby tahu jika Ares adalah seorang laki-laki tampan dan jujur.
"Aku adalah Monster itu." ucap Ares yang saat ini mengakui jika dirinya akan berubah menjadi monster pada saat tidak bisa mengendalikan kemarahannya.
Walaupun Ares berubah menjadi monster tapi Ares akan selalu mengenal kekasihnya yang saat ini telah menjadi istrinya. Ares yang begitu marah pada seorang dukun yang dirasuki oleh Jin yang ingin mengambil istrinya secara paksa darinya bahkan membuat beberapa helai rambut cantik milik istrinya terpotong sehingga membuat Ares benar-benar marah dan membunuh pada seluruh penjahat itu.
"Hahahaha.... kamu bercanda. Itu tidak lucu." ucap Rubi tertawa garing kemudian saat ini fokus metap wajah suaminya yang tampak yang terdapat Beberapa kesamaan dengan mister semalam seperti pada bagian tubuh suaminya dengan terdapat bekas darah yang mengering.
Walaupun tidak ada noda darah sedikit pun pada sekitar wajah suaminya hingga wajar saja pada saat ini karena habis bertarung kemarin belum sempat dibersihkan. Rubi menganggap Ares sedang bercanda dengannya.
Pada saat ini Ruby berusaha untuk mencari kebohongan dimata Ares tapi Rubi tidak bisa menemukannya. Rubi mulai sedikit mundur saat ini takut Ares akan membunuhnya karena Ruby sempat melihat moster ini membunuh beberapa orang jahat dengan cara yang sangat keji.
"Sayang jangan takut pada ku, aku mohon....," ucap Ares yang saat ini tidak ingin Ruby takut padanya.
Ares tidak masalah jika semua orang takut dengannya tapi Rubi adalah istrinya tercinta tidak boleh takut dengannya. Karena Ruby harus menghabiskan seluruh hidupnya dengan Ares, tentu Ares tidak ingin melihat istrinya tercinta yang mempercayainya ketakutan dan malah pergi darinya.
"Jangan bunuh aku.... hiks...hiks...hiks..," ucap Ruby yang salah menduga, padahal Ares berniat untuk memeluknya untuk menenangkan bukan untuk menangkapnya dibunuh.
"Sayang kamu tidak mencintai ku...., kamu tidak mempercayai ku...., lagi....," ucap Ares yang saat ini dirinya memeluk erat tubuh mungil istrinya tersebut yang sedikit berontak karena ketakutan.
__ADS_1
"Jangan bunuh aku...., hiks...hiks..hiks..," ucap Ruby yang tidak lama kehilangan kesadarannya.
"Sayang...., yang...., sayang....., jangan takut padaku...., jangan meninggalkan ku....." ucap Ares yang hampir putus asa bingung saat ini dengan cara apa dirinya harus meyakinkan istrinya tercinta.
Ares tau jika istrinya tercinta saat ini pasti sedang merasa lapar dan haus karena tidak makan dari kemaren malam. Walaupun Ares sedikit tidak bisa bergerak lincah seperti biasanya tapi Ares tidak akan meninggalkan istrinya tercinta sendirian sehingga pada saat mencari makanan pun Ares membawa Ruby bersamanya.
Dengan lebih Ares membersihkan wajah cantik Istrinya yang saat ini sudah lebih terlihat segar. Sedangkan karena potongan pakaian istrinya tercinta yang tampak begitu kotor dan juga telah banyak sobek sepertinya karena serangan semalam sampai membuat Ares benar-benar marah dan membunuh seluruh panjatan itu.
Dengan menghabisi mereka satu persatu. Senjata tajam apapun tidak kan mempan pada tubuh Ares saat sedang berubah menjadi monster sehingga Ares tidak akan terluka. Saat ini Ruby terbangun kembali karena meras lapar dan haus.
Tampak suaminya tercinta saat ini sedang tersenyum manis padanya tapi Ruby menangis kembali saat mengetahui jika suaminya adalah monster dan Ares baru kali ini jujur padanya akan fakta mengejutkan itu sehingga wajar saja Ruby sedikit takut Padanya.
"Apakah kamu akan meninggalkan ku setelah mengetahui aku adalah seorang monster?" tanya Ares yang saat ini juga telah menangis karena melihat pancaran mata istrinya yang masih takut padanya.
Ruby hanya bisa terdiam seharusnya jika memang Ares adalah monster yang jahat pada saat ini Ares tidak akan menangis dan Ares juga telah menyelamatkannya dari orang-orang aneh itu.
Tapi saat ini tetap saja Ruby merasa sedikit takut namun karena tidak tega melihat kekasihnya yang terus menengis Ruby memberanikan diri untuk memeluk Ares yang merupakan laki-laki tampan yang sangat dicintainya ini Ruby tidak masalah siapapun Ares sebenarnya Ruby akan tetap mencintainya.
"Jangan menangis lagi...., kamu terlihat sangat jelek. Maafkan aku....., aku...., aku... yang sedikit terkejut akan sebuah fakta besar itu dan aku....., aku hanya takut kamu membunuhku...., sama seperti monster itu yang membunuh banyak orang pada waktu itu...., yang berusaha mendekati ku..... moster itu membunuh semuanya tanpa tahu mereka adalah orang yang berarti dalam hidupku atau tidak...," ucap Ruby yang berkaitan jujur meskipun agak gugup dan takut tapi Ruby tetap memeluk Ares dan menepis pikirannya yang takut pada kekasihnya yang sangat mencintainya ini.
"Aku tidak sadar waktu aku menjadi monster semu ku anggap musuh kecuali dirimu. aku hanya fokus takut mereka semua akan melukaimu sehingga aku membunuh semuanya... tanpa sadar....., maafkan aku... aku pantas mati.... aku pantas dihukum....," ucap Ares yang saat ini melepaskan pelukannya pada Ruby sedikit menjaga jarak dan memukuli dirinya sendiri membabi-buta.
__ADS_1