
Pada saat ini Ruby hanya tersenyum geli melihat ekspresi wajah suaminya tercinta yang terlihat menunggu balasan cinta darinya. Ruby sebelumnya tidak pernah dekat dengan laki-laki manapun selain Ayahnya dan Ares.
Ruby juga belum pernah merasakan jatuh cinta dan tanyakan kepada Ruby tentang rasanya para hati karena tentu saja seorang yang tidak pernah jatuh cinta pastinya tidak tau rasanya pata hati.
Yang Ruby ketahui walaupun Ares datang tiba-tiba menyatakan Ruby adalah kekasihnya dan tidak lama kemudian mereka menikah yang diketahui oleh Ruby adalah Ruby sangat menyayangi Ares dan tidak ingin kehilangan seorang yang begitu baik dan sempurna seperti Ares.
"Ruby juga cinta.... Ares ." ucap Ruby tentu saja maksud Ruby cinta dan sayang itu bermakna sama hanya dan Ruby yang tidak ingin Ares kecewa sehingga selalu membalasnya dengan menggantikan sayang dengan cinta.
Jadi seharusnya itu yang saat ini dirasakan oleh Rubi 'Ruby sayang Ares' tapi demi melihat Ares bahagia Rubi mengantinya dengan kata 'Ruby cinta Ares' Ruby akan melakukan apapun demi kebahagiaan Ares tapi Rubi saat ini memang belum paham makna kata cinta yang sebenarnya.
"Sungguh sangat mengemaskan...., bisakah aku meminta jatah ku sekarang." batin Ares bergejolak tapi tidak bisa diungkapkannya saat ini pada Ruby karena saat ini kondisi Ruby yang tidak sedang tidak baik-baik saja.
Pandangan polos dari mata coklat madu Ruby, bibir yang sedikit tebal dan seksi dan wajah chaby yang terlihat imut dan menggemaskan selalu berhasil membuat Ares menjadi kesulitan untuk mengendalikan dirinya dan hampir lepas kontrol.
"Ares kamu menduduki kayu yang keras ya..." ucap Ruby yang merasa tidak nyaman dan terus bergerak pada bagian bokong bawahnya seperti ada sesuatu yang menusuk.
"Tidak aku mohon jangan bergerak... diamlah sebentar." ucap Ares dengan suara yang terdengar berat.
Karena suara Ares yang berubah aneh membuat Ruby sedikit takut yang saat ini hanya diam saja Ruby yang sebelumnya berusaha ingin lepas dari pelukan Ares karena penasaran akan benda keras aneh apa yang nusuk bokongnya.
Tentu saja Ares sangat senang Ruby yang akhirnya penurut dan hanya terdiam kaku membuat Ares memeluk erat istri mungilnya ini selama beberapa saat baru kemudian terdengar suara perut Ruby yang berbunyi.
__ADS_1
"Sepertinya aku lupa kamu belum makan Sayang. Saat ini ayo kita makan...," ucap Ares dengan suara yang sudah kembali normal yang tentu membuat Ruby tanpa alasan yang jelas bisa bernafas lega.
"Iya Ares....., aku sudah merasa lebih baik aku ingin duduk sendiri saja." ucap Ruby yang merasa saat ini tidak nyaman banyak sekali mengusahakan laki-laki yang telah menjadi suaminya selama 3 hari ini yang bermakna sudah 3 hari juga mereka bersama dan Ruby selalu merepotkan Ares.
"Baiklah tapi jangan terlalu jauh...," ucap Ares yang saat ini menggeser Ruby agar posisi duduknya lebih dekat dengernya.
Saat ini sepertinya sama saja Ruby selalu menyisakan Ares karena Ruby selalu menempel pada Ares sehingga membuat Rubi mengeset Kembali duduknya agar Ares tidak merasa sempit.
"Ini ikan bakarnya sudah siap, ayo makan...," ucap Ares yang bersemangat menoleh pada istrinya tercinta yang saat ini terlihat menjaga jarak darinya.
"Iya...., Ares nanti kamu sempit. Aku akan merepotkan mu... terus. Jika seperti ini...," ucap Ruby pada Ares yang tentu saja tidak ingin Istrinya jauh darinya sehingga saat ini meletakan kembali Ruby kepangkuan seperti sebelumnya mereka saling berhadapan.
"Apa yang kamu katakan sayang? Kamu tidak pernah merepotkan ku... emuach, emuach, emuach," ucap Ares yang kadang takjub dengan pemikiran istri kecilnya ini.
Sebenarnya Ruby takut jika akan ada kayu keras seperti tadi yang menurut suap Ares tiba-tiba berubah saat ini sehingga membuat Ruby tidak berani untuk terlalu banyak gerak.
"Ares aku lapar..., Biarkan aku makan sambil duduk di samping mu saja." ucap Ruby dengan memohon matanya yang berwarna coklat madu yang indah itu terlihat sendu membuat Ares tidak mampu untuk menolak permintaan istrikanya tercinta.
"Baiklah tapi harus tepat disamping ku... jangan jauh-jauh." ucap Ares akhirnya mengalah.
Setidaknya saat ini Ruby merasa ini lebih baik. Walaupun Sebenarnya sama saja karena Ares tetap memeluknya dengan sebelah tangan yang tidak digunakan untuk makan, seakan benar-benar takut Rubi akan menghilang jika Ares lalai sedikit saja dalam menjaga istri kecilnya ini.
__ADS_1
"Ikan bakarnya sangat enak. Bagaimana Ares bisa menangkap ikan sebesar ini?" ucap Ruby penasaran.
"Kebetulan saya mereka lewat dan sepertinya sedang mengantuk, jadi langsung ku tangkap." ucap Ares asal.
Karena Ares tahu Istri kecilnya ini pasti tidak akan percaya jika dengan kekuatan Ares yang tidak masuk diakal manusia, Ares bisa membuat seluruh ikan di sungai itu menjadi terhipnotis seakan datang sendiri padanya.
"Emang ikan juga bisa ngantuk dan ketiduran juga ya?" ucap Ruby yang memang sebelumnya tidak mengetahui jika ikan juga bisa melakukan hal itu.
"Tentu saja sayang, ikan juga butuh istirahat. Sekarang minum, cuci tangan, dan kaki lalu tidur." ucap Ares yang memang sebelumnya telah mengisi air di sebuh bejana kuno yang ditemukan didalam gua ini.
Sebenarnya Ruby masih ingat bertanya tapi saat ini Ares telah menuntunnya untuk melakukan apa yang sebelumnya dikatakan oleh Ares. Setelah selesai membuat tulang ikan yang sebelumnya bekas makanan mereka, memang Ares buang pada lubang yang kecil namun cukup dalam, merupakan teman yang tempat yang tepat untuk dijadikan membuang tulang ikan ikan yang cukup tajam itu tidak melukai siapapun termasuk mereka berdua.
"Ares tapi sebentar lagi apinya akan pandam...," ucap Ruby yang tidak suka gelap.
"Oleh karena itu sayang sebelum apinya padam ayo kita tidur." ucap Ares yang saat ini mengajak istrinya tercinta tidur karena memang sepertinya akan hujan badai diluar.
Karena langit yang sudah mulai terlihat gelap tanpa bintang tadi pada saat Ares membuka tanaman rambat yang cukup tebal yang menutupi mulut Goa sehingga cukup bermanfaat untuk bagi Ares agar air hujan tidak masuk kedalam gua yang cukup besar gelap dan cukup nyaman walaupun sedikit lembab di awal tapi kali ini sudah lebih baik.
"Ares dingin.....," ucap Ruby yang saat ini merasa kedinginan karena api unggun yang mulai padam dan diluar hujan sehingga membuat suasana gua terasa dingin.
Ares terpaksa menggunakan kekuatannya untuk menumpuk kayu-kayu rantang yang cukup besar bertumpuk pada bara api unggun yang sebelumnya padam kemudian menjadi marak kembali, itu dilakukan setelah menarik tubuh mungil istrinya tercinta yang berhadapan dengan ini agar lebih dekat padanya sehingga membuat mereka benar-benar menempel.
__ADS_1
"Ares itu tadi suara apa?" ucap Ruby yang mendengar suara besar yang patah secara besautan tadi cukup membuatnya merinding takut dan berpikir itu adalah hewan buas atau hantu.
"Bukan apa-apa itu hanya suara ranting yang jauh karena diluar sepertinya hujan deras." ucap Ares setelah mengusap lembut punggung istrinya lalu menarik Daun yang cukup besar yang sudah kering yang cukup nyaman saat ini untuk dijadikan selimut bagi mereka berdua.