Monster Kesayangan Ruby

Monster Kesayangan Ruby
MKR 4


__ADS_3

Saat ini Ruby merasa begitu merindukan sosok Ayah yang selalu saja menegur Ruby yang sering malas, ibu Ruby juga selalu membuatkan makanan kesukaan Ruby walaupun putri tunggal mereka sedikit pemalas.


Kali ini Ruby merasa sedikit setelah mengingat seluruh keluarganya telah mati di dihabisi di depan matanya sendiri pada hari itu. Walaupun Ruby sendiri pun tidak tahu sebenarnya apa kedalamnya. Orang tua Ruby yang selama ini selalu memanjakan Ruby ternyata telah bersekutu dengan iblis yang hampir saja membuat Ruby harus menikah dengan sesembahan orang tuanya itu.


"Ayah....., Ibu....., maaf kan Ruby yang pemalas dan boros sehingga membuat kalian terjebak harus bersekutu dengan iblis tapi selama ini aku tidak pernah percaya jika kalian melakukannya dengan sengaja pasti kalian terpaksa kan...," ucap Ruby sambil merenung.


Saat ini memang hari telah mulai gelap Ruby masih mengenakan pakaian yang lebih panjang yang entah didapatkan oleh suaminya dari mana. Sedangkan Ares saat ini masih mandi di sungai yang tidak jauh dari tempat Ruby bersandar pada pohon besar dekat sungai yang jernih.


"Sayang kamu masih disana.....," teriak Ares karena merasa begitu sepi tanpa celoteh istri mungilnya yang biasanya selalu ceria dan penasaran.


Ares mandi di sungai sedikit lama karena sambil berusaha menangkap ikan yang akan dijadikan oleh mereka sebegai makan malam nanti. Ares sebenarnya ingin Ruby selalu berada disampingnya tapi melihat istrinya tercinta yang tampak kedinginan membuat Ares membiarkan istrinya menunggu dibawah pohon besar dekat sungai ini.


Untung saja ada beberapa pakaian bersih yang ditemukan oleh Ares yang cukup baik untuk pakaian ganti mereka selama hidup di tempat ini. Karena belum saatnya mereka keluar hutan ini pastinya akan banyak sekali yang akan berusaha memisahkan mereka nanti jika kembali ke dunia manusia.


"Sayang..., apakah kamu terluka?" tanya Ares khawatir saat ini melihat istrinya tercinta tampak menangis dalam diam.


Untaian rambut panjang milik Ruby yang saat ini memang sepunggung yang masih basah dan wajah pucat Ruby pastinya terlihat begitu menyeramkan bagi orang penakut, tapi tidak dengan Ares yang tentu saja merupakan seorang monster tampan yang menerima istrinya tercinta dalam keadaan apapun.


Ruby hanya menggelengkan kepalanya saya yang sangat ini bersandar pada dada bidang suaminya yang selalu saja berhasil membuat Ruby melupakan kesedihannya.

__ADS_1


Bahkan saat ini Ruby yang sebelumnya merasa kedinginan menjadi terasa sangat hangat dan nyaman karena dekapan lembut suaminya tercinta yang terlihat jelas saat ini benar-benar takut terjadi sesuatu hal yang buruk pada Ruby. Ares bahkan langsung memeluk erat tubuh mungil istrinya tercinta setelah sebelumnya menempelkan tangannya pada kening dan leher istrinya tercinta yang terasa panas.


"Aku baik-baik saja, saat ini aku hanya sedikit kedinginan." ucap Ruby yang berkata jujur sebelumnya Rubi benar-benar kedinginan dan pikirannya kacau tapi setelah Ares datang memeluknya erat dengan kebetulan saat ini rasa dingin itu mulai berkurang dan berganti dengan rasa yang hangat dan nyaman.


"Kamu demam sayang....., ayo kita masuk dalam dana ku akan membuat api unggun agar kamu lebih hangat dan lalu kita akan membakar ikan yang aku tangkap tadi." ucap Ares sambil membenarkan posisi istrinya yang memang saat ini memeluknya erat seperti baby koala yang imut.


"Aku tidak ingin kamu menurunkan ku. Aku ingin seperti ini terus...., kamu tidak keberatan kan Ares?" tanya Ruby dengan suaranya yang begitu pelan.


Sepertinya Ruby yang sedang demam akan selalu bersikap manja dan sangat manis. Biasanya Ruby akan manja  pada ibunya yang selalu akan menemani Rubi pada saat sedang demam yang sering minta dipeluk dan tidak ingin ditinggalkan.


Tapi saat bersama Ares ternyata Ruby menjadi lebih manja dari sebelumnya. Walaupun Ruby tahu dirinya cukup berat sebenarnya tapi saat ini Ruby tidak ingin ditinggalkan oleh Ares karena di hutan ini seakan tidak ada mahluk yang memiliki akal lainnya selesai mereka berdua.


Untung saja tadi setelah mandi Ares telah berganti dan mengunakan pakaian jika tidak pastinya istri kecilnya ini akan kedinginan karena tubuh Ares yang sebelumnya berada didalam Air cukup lama pastinya lebih dingin biasanya.


Lagi pula Ares tidak ingin istri mungilnya ini berfikir jika Ares hanya mencintai Ruby secara fisik saja, karena Ares mencintai Ruby dari hati Ruby yang begitu baik dan membuat Ares jatuh cinta.


Walaupun Ares merupakan laki-laki normal yang tentu saja mudah terpancing melihat tubuh molek istri tercinta yang sangat indah ini tapi Ares juga harus menahandiri karena tidak ingin membuat Ruby yang tentu saja pada saat ini masih belum siap.


"Terimakasih Monster Tampan Ruby yang manis." ucap Ruby yang saat ini mengecup pipi kanan suaminya.

__ADS_1


Jika biasanya Ruby selalu dikatakan gendut dan tidak menarik karena sering menggunakan pakaian yang berukuran besar dari tubuhnya tapi suamiya yang tercinta ini mengetakan Ruby sangat mungil dan ringan.


Walaupun tentu saja itu adalah fakta jika dibandingkan dengan tubuh Ares yang besar kekar tinggi dan kuat. Tubuh Ruby memang begitu mungil tapi Ruby masih ragu jika dirinya  ini ringan karena Ruby sering makan apapun dengan posisi yang banyak yang tentunya akan membuat tubuh Ruby pastinya tidak akan ringan.


"Tapi Ares, apakah aku benar-benar tidak berat?" tanya Ruby penasaran saat ini sedang Ares yang selalu saja tersenyum dan mulai membuka api unggun dengan cara menggosok kedua kayu kering dengan begitu cepat sampai mengeluarkan asap.


Ares bisa melakukan semua hal dengan mudah saat ini sambil menjaga istri kecilnya yang masih betah untuk memeluk berat tubuh kekar Ares. Pertanyaan istrinya yang saat ini ragu tentang pernyataan Ares yang sebelumnya.


"Emuach, tentu saya sayang bahkan kamu saat ini terlihat kurus karena kurang makan. Tentu saja kamu sangat ringan nanti ketika ikannya sudah matang makanlah dengan banyak." ucapan Ares yang memberikan penjelasan setelah mengecup bibir seksi istrinya tercinta dalam waktu yang singkat.


Untung saja sebelumnya Ares telah mengumpulkan ranting kering dan dedaunan hutan yang cukup lebar dan banyak yang saat ini bisa digunakan sebegai alas pada saat Ares sedang duduk memangku istri kecilnya yang memeluk tubuhnya dengan erat.


Sehingga Ares tidak perlu lagi mencari kayu untuk membakar tiga ekor ikan gabus yang berukuran cukup besar yang saat ini sedang dipanggang dengan api unggun yang sebelumnya dibuat oleh Ares.


"Ares saat ini aku merasa punggung ku mulai hangat." ucap Ruby karena saat ini posisi James tepat dekat api unggun dengan Rubi yang berada di pangkuannya saling berhadapan memeluknya erat.


"Jika Istri yang cantik ini merasa terlalu panas kita akan sedikit mundur saja ya....," ucap Ares yang hanya ditanggapi Ruby dengan anggukan kepala.


"Kamu benar-benar mengemaskan Sayang...., aku sangat mencintaimu.... emuach." ucap Ares yang saat ini bisa melihat wajah Ruby yang cudah mulai tersenyum cerah dan tidak sepucat tadi walaupun tubuh Ruby masih terasa panas sedikit tapi setidaknya sudah tidak seperti sebelumnya karena suhu panasnya sudah turun.

__ADS_1


__ADS_2