
"Jadi kalian udah keterima magang? tanya Althaia lemah
Kedua temannya mengangguk bersama "bakal mulai masuk besok" kata Putri
Mendengar itu, Althaia menghela napas pelan
"Emang Lo nggak keterima apa gimana nih?" tanya Dewi heran
Althaia mengangguk kemudian menggeleng
"Yang benar mana Al? Keterima apa engga?" tanya Putri
"Aku engga keterima. Soalnya belum ngelamar" jawabnya gusar
Kedua sahabatnya itu di buat melongo dengan jawaban Althaia.
"Eh ogeb mana bisa keterima kalo berkas Lo aja kaga ada" kesal Dewi
"Abis aku bingung mau lamar magang dimana. Kalian emang dimana?"
"AR'jewelry" jawab putri.
"Lo lamar aja disana Al. Sapa tau Lo juga keterima. Yah walau disana itu seleksinya ketat harus orang berbakat kek gue gitu" ucap Dewi dengan bangga
Putri memutar bola matanya malas "Serius Lo ngomong gitu ke Al?"
Dewi menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "iya juga yaa. Hehe" balasnya cengengesan.
Siapa yang tidak mengenal Althaia, Mahasiswi tahun ketiga ilmu Designer Universitas Cahya Buana. Gadis yang terkenal pintar dan penuh bakat. yah walau sedikit lemot. Pernah memenangkan lomba Jewelry Designer saat tahun pertama kuliahnya. Banyak perusahaan luar negeri ingin menyewa jasanya dengan bayaran yang sangat fantasik. Walau semua di tolak dengan alasan 'gue nggak bisa bahasa enggres' padahal dia kan cuman di suru menggambar hmm...
"Aku pengen ngedesain yang lain" Althaia mengela napas "disana bisa nggak yah gambar gaun gitu?"
Dewi dan Putri saling menatap. Keduanya menghela napas berat. Sepertinya mereka sudah mulai lelah dengan ke lemotan sahabatnya itu
"Gini yah Al. Dari namanya aja udah jelas banget AR'Jewelry. Berarti disana pasti designer yah ngerancang model perhiasan" sahut Putri "kalo gaun bisa tu di Ozzie Mall"
Althaia mengangguk "tapi aku maunya ngegambar yang lain"
Dewi menghembuskan napas kasar "yaudah sini hp lo Al" Althaia menyerahkan hpnya "Kenapa hp aku wi?"
"Mau gue daftarin lo di DMS" Kesal Dewi "BIAR LO BISA GABUNG SAMA WISNU NGEGAMBAR HANTU" teriaknya nyaring memekakkan telingga
Putri terkekeh "Sabar wi"
"Emang bisa" tanya Althaia antusias "yauda cepetein daftarin aku wi. takut-takut banyak mahasiswa kita ngelamar disana"
"What the fu....," seru Dewi sebal sedangkan Putri terkekeh.
"Al gimana kalo di tempat kerja teman gue?" tawar Putri "tapi perusahaan kecil soalnya masih baru terus bidang IT. game gitu"
"Udah situ aja Al" seruh Dewi cepat "kerja lo gampang cuman ngegambar kuda poni"
Dengan mata berbinar Althaia mengangguk antusias "aku mau. Aku mau" Dewi dan Putri kembali terkekeh
"Gue telepon teman gue dulu"
"Halo Giv"
"Iya kenapa Put?"
"Di tempat kerja lo nerima mahasiswa magang engga"
"Bentar gue tanya dulu" terdengar cowo itu berteriak ke salah satu orang disana sebelum kembali berbicara "boleh Put. Cuman disini anak magang gajinya kecil.. banget"
Putri bernapa lega "ngga masalah Giv. Engga di bayar juga nggapapa. Teman gue cuman butu tempat magang aja"
__ADS_1
Terdengar kekehan di ujung sana "yaudah lo bisa langsung kesini aja hari ini put buat interview. Alamatnya gue kasih di Wa"
"Ok Giv.. otw"
Althaia sungguh penasaran, dengan kedua tanganya di lipat was-was menanti Putri berbicara "gimana put. Gimana?"
"Bawa berkas lo. Kita kesana interview" ucap Putri
Mata Althaia berbinar. Dewi penghela napas legah. Tidak menunda waktu lagi. Ketiga gadis itu segera pergi ke tempat kerja Givly temannya putri itu. Beberapa puluh menit berlalu, akhirnya mereka sampai di alamat yang sudah di berikan
"Ini beneran alamatnya put"
"Putri mengangguk "katanya di lantai 5"
Ketiganya memasuki lift dengan sedikit ragu-ragu pasalnya bangunan itu tampak sunyi
Ting
Lift berhenti di lantai 5. Pintu lift perlahan terbuka 'XinLK Technology' tertulis jelas di depan sana. Ketiganya keluar dan langsung di sambut seorang "Putri. Ayo masuk" ajaknya. Semua pandangan orang disana tertuju pada mereka
Terlihat Dewi sedang mengatur tataan rambutnya "penampilan gue gimana Al?" bisiknya di telinga Althaia. "Cantik" balasnya
"Ini Juan asistennya Boss" Givly memperkenalkan seseorang "Jadi interviewnya sama dia" Givly seakan tersadar "yang mau magang siapa?"
"Aku" jawab Al semangat sambil mengangkat tangannya
"Yaudah ikut gue kesana" ajak Juan
"Sory. Kita boleh ikut liat interviewnya nggak?" tanya Putri hati-hati. Sedikit khawatir membiarkan Althaia tanpa pendampingan
"Boleh"
Asisten boss bernama Juan itu membaca berkas Althaia, sesekali terlihat keningnya terangkat, lalu dahinya berkerut
"awalnya gue kira yang mau magang itu cowo" ucapnya sambil menatap mereka "setelah gue baca Cvnya gue makin heran" juan menatap Althaia "kenapa mahasiswa Ilmu Designer malah mau magang di tempa ini yang notabenenya butuh anak IT" tanyanya pada Althaia
"Misi. kak Juan kita bisa ngomong berdua engga?" tanyanya serius yang mendapat sikuan dari Putri "Lo apa-apaan dah" bisiknya
Juan mengangguk "Giv. Bawa mereka ke samping. Kasih minum dulu" Givly patuh
Sepeninggalan mereka bertiga Dewi menatap serius pria di depannya itu "Ka Juan. Pertama gue mau minta maaf dulu. Kami engga berniat buruk atau mau ngeremehin tempat ini dengan ngebawa mahasiswa Ilmu designer ke sini" dewi menghela napas pelan "teman gue Althaia..." ucapan dewi terjeda dia menatap sendu Althaia yang tengah duduk sambil melihat kearahnya itu "Sakit parah. Udah masuk stadium akhir kak" lanjutnya menatap Juan
Terjadi perubahan di wajah juan. "Sakit apa?" tanya juan pelan
"Otaknya kak.." Dewi menghembuskan napas berat "sebenarnya teman gue keterima di AR'Jewelry kak, cuman disana tuntutan kerjanya cukup besar, kalo dia memacu kerja otaknya lebih keras" lagi Dewi menghembuskan napasnya berat "mungkin dia engga bisa bertahan lama"
"Separah itu?" Juan prihatin "kasihan banget. Masih muda padahal"
Dewi mengangguk "jadi tolong kak juan bisa nerima dia magang disini, di suruh bersih-bersih juga nggak papa kak"
Juan terdiam sambil menganggukkan kepalanya sesekali dia melihat ke arah Althaia.
"Jadi gini..." Juan bersedekap, "gue mau nanya karna takutnya kedepannya ada apa-apa. Dia bisa bertahan berapa lama? Berapa tahun?"
Dewi menggaruk dahinya yang tidak gatal. "Kak juan kasih aja dia satu bulan disini sebagai kenang-kenangan yang indah buat dia. Dia setahun lagi lulus dari semua derita yang ada ini kak"
Juan paham apa yang di maksdu Dewi. Juan mengangkat tangannya memanggil Givly. Putri dan Athaia. Tepat setelah ketiganya duduk Juan berbicara "Gue udah dengar semuanya dari Dewi" Putri dan Althaia sekilas menatap bingung dewi
"Besok Althaia udah boleh mulai masuk" Althaia menatap senang Juan, sebaliknya juan menatap sendu Althaia "Gue bakalan hubungin Boss buat kasih tau ini. Terus ini yang perlu Althaia tau, Boss orangnya emosian dan sedikit arogan. Gue harap Lo bisa bertahan"
Althaia mengangguk "Aka akan"
"Sama satu hal lagi. Rata-rata yang kerja disini itu mahasiswa IT dan itu cowok. Jadi gue harap Althaia bisa menyesuaikan diri. Kita emang sebaya tapi gue harap kalau lagi jam kerja Etika bahasa apalagi sama boss harus banget di pake. sesudah jam kerja mah bebas" ujar juan tersenyum
"Gue rasa cukup sampe disini. Dan sampai bertemu besok yah Althaia"
__ADS_1
"Iya makasih yah kak" ucap Althaia pada juan "sama makasih juga buat temannya putri" lanjutnya menatap Givly yang di angguki cowo itu
Ketiga gadis itu pamit untuk kembali, tepat saat akan memasuki lift Dewi kembali dan bergumam pelan pada juan "Kak. Al takut gelap. Kalau gelap otaknya bakal.... Yahh kakak tau lah". Juan mengangguk sebagai tanda mengeri.
setelah mengatakan itu ketiga gadis itu hilang di balik lift. Mencari taxi dan kembali ke asrama
"Al. Gue ama Dewi bakalan ngekos sementara ini. Soalnya jarak AR'Jewerly jauh dari asrama"
Putri yang duduk di kursi depan taxi itu mengatur posisi tubuhnya agar dapat melihat temannya yang di kursi belakang "Bukannya disana ada Mes yang di sediain buat karyawan baru. Kenapa ngekos? Kan cuman sebulan juga"
"Kita cuman anak magang Al. Engga di bolein"
"Lah kenapa?" Bingung Althaia "kan sama-sama tenaga kerja" ucapnya lagi
"Kaga ngerti juga sama tu mba admin. Coba lo tanyain aja Al" Dewi meninpali
"Oh gitu yah.." ucap Althaia "nanti aku tanyain sama mbanya"
Dewi dan Putri terkekeh
"Pak sopir. Berenti di terminal depan yah pak"
Sopir mengangguk laju taxi melambat dan perlahan berhenti
"Aku turun disini kalian lanjut aja ke asrama. Aku balik entar malam" Ucap Althaia sambil menutup pintu depan taxi
Taxi kembali melaju ke tujuan awal
"Tu anak nggak bakalan ke AR buat nanyain mbanya kan?" Panik Dewi
Putri menatap Dewi sama paniknya "telepon Al sekarang. Telepon"
Secepat kilat, dewi menekan nomor althaia yang dia kasih nama 'Siput'
Dering pertama.... Dering kedua.... Dering ketiga....
Dewi dan Putri mulai berkeringat
"Halo"
"Halo Al. Lo nggk bakal ke AR'Jewelry kan?"
"Engga... kenapa wi? Aku di suruh kesana emangnya?
Dewi dan putri bernapas lega "kaga Al. Terus lo mau kemana?
"Mau ke mall. ketemu abang"
"Yah lo ke mall engga ngajak-ngajak"
Terdengar kekehan dari seberang sana "kapan-kanan deh"
"Yaudah lo hati-hati. Anak gadis kaga boleh pulang malam-malam. Harus pagi"
"Okay. Babay"
Di asrama khusus wanita. Putri dan Dewi mondar mandir dengan panik dan sedari tadi nomor Althaia tidak aktif. jam sudah menunjukan pukul 23:34. Gerbang asrama sudah di kunci sejak satu jam yang lalu dan gadis itu belum kunjung pulang.
"Wi.." panggil Putri "jangan bilang Al ngikut yang lo bilang tadi" paniknya
Dewi tampak berpikir "bilang apa tadi gue put"
"ANAK GADIS KAGA BOLEH PULANG MALAM-MALAM. HARUS PAGI" teriak panik mereka bersama "Gyaaaaa"
\~\~\~\~(>_<)\~\~\~\~
__ADS_1
...PULANG AL. DEWI SAMA PUTRI NUNGGUIN TU HE HE HE 😅...
Tinggalin jejak yahhhh. Bintangnya jangan lupa 🫶