Mr. Lion Dan Miss Snail

Mr. Lion Dan Miss Snail
BAB 5


__ADS_3

Xinlaire memperhatikan gadis yang sejak semalam menempati kasurnya itu. Tubuh gadis itu bergerak kesana kemari, dadanya naik turun dengan cepat, napasnya memburu keringat mulai membasahi wajahnya.


“Althaia” panggilnya “bangun woy” paniknya mengguncang tubuh gadis itu


Seperti biasa. mimpi buruk berhasil menarik Althaia untuk terjaga. Dan hal pertama yang ia temukan setelah membuka mata adalah Bossnya, Xinlaire.


“Lo kenapa?” tanyanya


Masih dengan deruh napas yang memburu serta keringat yang membasahi tubuhnya, ia memperhatikan sekitar memastikan jika tempat itu bukanlah taman itu.


“Ini kamar gue” ucap Xinlaire seakan mengerti kepanikan gadis di depannya itu.


Althaia menatap Xinlaire, kemudian menghembuskan napas legah. Ia mencoba bangun, namun seketika kepalanya merasakan pusing yang teramat sangat. Telinganya berdengung serta helaan napas panas yang ia hembusan terasa menyakitkan tenggorokannya.


“Jangan banyak gerak” ucap Xinlaire dingin sambil membantu Althaia duduk bersandar pada kepala ranjangnya “Loh diam dan tunggu disini. Jangan berulah” titahnya


“He’em” deheman itu membuat Althaia membuka matanya. Xinlaire disana duduk disampingnya dengan nampan berisi semangkuk bubur dan segelas air.


“Lo makan dulu” ucapnya sambil meletakan nampan itu di pangkuan Althaia.


Althaia tersenyum, pelan-pelan mulai menyantap bubur itu “Ihh engga enak. Ko rasanya begini si Pak Boss” ucap Althaia jujur dengan wajah masam sambil menegung habis minumannya


Xinlaire melotot tajam “udah telan aja. Banyak bacot lo”


Bibir Althaia mengerut “Bibinya Pak Boss engga jago masak yah?” Althaia berusaha menelan bubur itu “bikin bubur aja engga bisa” protesnya


Xinlaire merebut paksa mangkuk itu dari Althaia “berisik lo. Pulang aja de lo sialan menyusahkan” usirnya


Althaia tidak terpengaru malah terkekah “Pak Boss mah emosian. oh iya Pak Boss. Pas Boss ada perban engga? Kalo di rumah aku biasanya di simpan di kotak P3K sama oma. Kalo Pak Boss engga punya P3K, P4K juga enggapapa Pak Boss” ucapnya lembut diikuti senyuman di wajahnya


Xinlaire menghempuskan napasnya berat. Kemudian berjalan keluar dan kembali dengan sebuah kotak di tangannya. “Siniin”


Althaia bingung tak mengerti “heh?”


“Kepala lo siniin sialan. Tu perban mau gue ganti” sarkas Xinlaire


“Oh. Bilang dong dari tadi Pak Boss” Althaia cengengesac “Pak Boss udah emosi aja” lanjutnya


Dengan hati-hati Xinlaire membuka perban, ia begitu telaten membersikan luka Althaia, kemudian mengolesi obat berwarna merah itu di lukanya “Pak Boss lengannya luka. Kenapa?”


“Di cakar kucing” ujarnya malas sambil menutupi kembali luka Althaia dengan perban yang baru.


“Kucingnya udah di vaksin belom, Pak Boss? Kalo belom harus cepetan di suntik”


“Bakalan gue suntik mati sekalian” timpalnya malas “udah. Pulang lo sekarang”

__ADS_1


Althaia mengangguk “Pas Boss.. tapi aku masih bisa magang kan?


“Terserah lo deh” kesal Xinlaire


“Yuhuuuuu. Pak Bos emang terbaik” senangnya “tapi hari ini izin yah pak Boss. He he”


“Taxi udah gue pesan. Udah di bawah. Jadi lo bisa keluar dari apart gue sekarang” usairnya


“Yaudah aku pulang dulu. Makasih yah Pak Boss. Dadah”


Pintu apartment itu tertutup meninggalkan Xinlaire dengan sejuta pertanyaan di kepalanya. Ia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang


“………”


“Cari tau informasi tentang Althaia Ricchie”


“………..”


“Secepatnya”


Tut tut tut


Panggilan itu terputus


...\~\~\~\~(>_<)\~\~\~\~...


Sudah dua jam ruangan megah berwarna putih itu terasa begitu menegangkan bagi Althaia. Semua tatapan mata tertujuh padanya. Althaia hanya bisa menunduk sembari memainkan kuku jarinya mendengar perdebatan-perdebatan tentang dirinya entah keputusan apa yang akan di pilih nanti, ia hanya akan menerima tanpa bantahan.


“Sudah Ozzie katakan. Thatha sebaiknya tinggal di rumah pa. Di luar sana engga aman untuknya”


“Tenanglah zi ki…”


“Bagaimana mungkin bisa tenang pa”


“Ozzie jangan menyelah perkataan ayahmu” tegur Anne


Shoi Han menghembuskan napas berat “Kita dengarkan dulu penjelasan Thatha”


Semua mata tertujuh pada Althaia menantinya membuka suara “itu cuman kecelakaan biasa Op..”


“Luka di kepalamu bukan hal yang biasa Thatha” sela Ozzie


“Ozzie!” tegur Anne dengan suara yang meninggi “lanjutkan Thatha”


“Malam itu tiba-tiba alarm kebakaran bunyi. Thatha cepat-cepat kan mau keluar, terus thatha engga sengaja kesandung Oma. Terus ini..” jeda Althaia sambil memegang lukanya itu “ini… cuman kepentok ujung meja di asrama” lanjutnya pelan

__ADS_1


“Abang ke asrama semalam dan Thatha engga ada disana”


“Thatha nginap di rumah teman. Abang” ucap Althaia pelan


“Kenapa engga telepon ke rumah Tha?” tanya lembut Anne


“Hp Thatha ketinggalan di mobil abang, oma”


Shoi Han menghela napas pelan “Thatha akan tinggal di sini sampai teman asramanya selesai magang” putus Shoi Han


“Opa..” rengek Althaia


“Thatha tinggal pilih. Tinggal di rumah atau kita kembali ke Amerika?”


“Ihh iya deh tinggal di rumah” Althaia mengembuskan napas berat “tapi masih bisa lanjut magang kan opa?”


Shoi Han mengangguk “Abang yang akan antar dan jemput Thatha mulai sekarang” putus Shoi Han tak terbantahkan.


Ozzie tersenyum senang dengan keputusan ayahnya itu. Sedangkan Althaia hanya menunduk mengiyakan keputusan Shoi Han itu.


Anne mengelus ramput cucunya “Thatha pasti lagi capek kan. Thatha istirahat aja di kamar”


Althaia mengangguk lalu pergi ke kamarnya. Tepat saat punggung Althaia tak terlihat lagi. Shoi Han menatap tajam Ozzie Anaknya.


“Kamu yakin Ozzie?”


“Yakin Pa” ozzie mengangguk “Oqin lihat jelas kejadian itu. Dia sudah meneriksa CCTV disana dan semuanya hilang. sepertinya ada yang menghapusnya”


“Dimana tempatnya?”


“Taman. Jln. Mawar. Pa” Ozzie menatap Shoi Han “Oqin juga lihat ada lambang Scorpion di jaket mereka”


“Blood Scorpion ?” kali ini Anne yang bersuara “bukannya mereka semua sudah mati?”


“Bisa saja ada yang tersisa dan mereka menuntut pembalasan” jawab Shoi Han dingin


“Disini sudah tidak aman. Kita harus segera pergi dari sini. Bagaimana kalau mereka akan membawa Thatha” balas Anne cepat


“Tenanglah sayang” Shoi Han menggenggam tangan istrinya “semua akan baik-baik saja”


“Pa? Bawa mama istirahat di kamar” ucap Ozzie “Ozzie harus pergi sekarang” pamitnya kemudian pergi meninggalkan kedua orang tuanya itu


“Blood Scorpion. Aku yang akan menghabisi kalian kali ini” geram Ozzie dalam hati


...(⊙ω⊙) (⊙ω⊙) (⊙ω⊙)...

__ADS_1


__ADS_2