
Ara mengetuk pintu lalu masuk.
" tuan makan siang anda " ucap Ara memberi hormat langsung keluar.
Angga masih fokus dengan bekas dan laptop Yang ada di hadapannya meskipun ia tidak merespon apa yang Ara bicarakan tapi kupingnya mendengar apa yang Ara bicarakan dengan jelas.
selesai dengan pekerjaan Angga langsung menyantap makan siangnya.
langit sudah berganti menuju senja waktunya parah karyawan pulang kerja.
saat akan pulang Ara dan Amel mampir seperti biasa mengisi perut terlebih dahulu.
🌸🌸🌸🌸🌸
Di kediaman keluarga Wijaya
"Angga mama sudah membuat janji temu Dangan anak kenalan temen mama, temui dia siapa tau kalian cocok " ucap mama Linda
"emm baiklah tapi ini yang terakhir. aku tidak menerima penolakan tapi jika mama menolak maka aku tidak akan menemuinya " jawab Angga
"ok Dil " ucap mama Linda
setelah mencapai kesepakatan dengan mamanya Angga langsung beranjak dari ruang keluarga. tinggallah Linda
__ADS_1
"dia bener bener keturunan Wijaya yang tidak mau di bantah atau di tolak " gumam Linda teringat mendiang suaminya.
🌸🌸🌸🌸
di kontrakan Amil.
" Ara bagaimana tadi apa tuan muda Angga benar benar seperti apa yang para karyawan bicarakan arogan dan dingin seperti kutub es"ucap Amel
"aku baru satu hari jadi aku belum tau betul dia itu seperti apa, yang aku rasakan tadi gugup dan takut melakukan kesalahan itu saja" jawab Ara
"sudahlah ayok kita istirahat saja agar besok kita lebih segar " ucap Ara dan di anggukan oleh Amel.
pagi hari di sebuah ruangan party Ara sudah siap untuk membersihkan ruangan.
Ara membersihkan dengan teliti dia ingat betul apa ya g di ucapkan bosnya itu tidak boleh ada yang berpindah dari tempatnya. selesai membersihkan Ara membuat kopi yang tidak terlalu manis, lalu membawa kopi tersebut dan meletakkannya di tempat biasa. dia tidak mau melakukan kesalahan lagi seperti kemarin. di rasa sudah cukup Ara kembali ke party untuk istirahat sejenak.
mulai melakukan aktivitas seperti biasa.
Kevin masuk setelah mengetuk pintu
" tuan sesuai permintaan anda seseorang yang menolong nona Luna adalah seorang wanita bernama mutiara Rahma ia berasal dari kampung dan tidak sengaja melihat mobil dengan kecepatan kencang menuju ke nona Luna karena reflek ia berlari dan menolong nona Luna lalu di bantu beberapa orang membawa nona ke rumah sakit. sekarang ia bekerja di perusahaan ini sebagai office girl, dia adalah Ara yang membersihkan ruangan anda " ucap asisten Kevin memberi laporan kepada Angga
" panggil kan dia kesini" ucap angga
__ADS_1
"baik " jawab Kevin lalu pergi ke party untuk mencari Ara
" Ara segera ke ruangan Presdir" ucap Kevin
" apa aku melakukan kesalahan asisten Kevin" tanya Ara yang mulai ketar ketir
"masuklah dan tanyakan sendiri ke tuan muda Angga" jawab Kevin
"emm baiklah" ucap Ara dan di sinilah dia berhadapan dengan bosnya.
" tuan apa saya melakukan kesalahan, tolong maafkan saya. saya akan lebih teliti lagi dalam membersihkan ruangan ini" ucap Ara.
"apa sudah selesai bicaramu "
"aku langsung pada intinya saja, karena kau telah menolong adikku maka aku akan memberikan hadiah untukmu. katakan berapa nomor rekening bankmu asisten Kevin akan mentansfer uangnya karena aku tak ingin mempunyai hutang Budi padamu " ucap angga
sementara Ara bingung dengan apa yang Angga bicarakan
" tuan saya tidak punya rekening bank dan saya juga tidak menolong adik tuan jadi tidak perlu memberku uang " ucap Ara
"Kevin tolong jelaskan padanya"ucap angga
Kevin mulai menjelaskan pada Ara barulah ia ingat
__ADS_1
"ah tidak perlu tuan saya menolongnya ikhlas dan jika orang lain di posisi saya pasti akan melakukan hal yang sama. jadi tidak usah memberikan saya uang" jawab Ara dengan senyum ramahnya
" nona Ara tuan tidak menerima penolakan anda. jadi saya akan memberikan uang ces pada anda mulailah membuat kartu ATM jika ingin menerima gaji " ucap Kevin menjelaskan pada Ara karena ia tau kalo Ara dari kampung jadi belum tau terlalu banyak