
Angga tidak menjawab pertanyaan mamanya karena memang dia belum punya kekasih.
" Apa kau masih belum melupakan sih ular keket itu " ucap mama sinis.
" Jika sudah ada, aku akan membawa gadisku bertemu dengan Mama. jadi jangan tanyakan ini lagi " ucap Angga
" Sampai kapan mama akan menunggumu mendapatkan kekasih, apa perlu mama kenalkan dengan anak temen mama? " Kata mama Linda.
Melihat situasi yang menegangkan Luna tak ingin mama dan kakaknya itu bertengkar.
" Kak bisa tidak besok antar Luna ke kampus " ucap Luna manja pada Angga.
" kau ke kampus di antar supir "ucap Angga cuek. tapi Angga sebenarnya sangat menyayangi adiknya itu.
Diam-diam Angga selalu mengawasi adik dan mamanya dimana pun mereka berada dan masing-masing menempatkan dua orang bodyguard untuk menjaganya dari jarak jauh.
" Tidak aku tidak Mau. pokonya besok kakak anter Luna titik. " kita Luna mengerucutkan bibirnya.
" adek besok di antar supir saja kakakmu sedang banyak kerjaan jangan di ganggu " ucap mama tegas.
jika nyonya besar yang sudah bicara mau tidak mau Luna harus menurutinya karena dia tidak ingin membantah mamanya.
" Iya baiklah ma " liri Luna.
Setelah pembicaraan selesai mereka masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
Berbeda dengan Angga yang melanjutkan langkahnya keruang kerja untuk memeriksa berkas yang perlu di pelajari untuk meeting besok dan ada beberapa yang perlu di tanda tanganni.
Keesokan harinya setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh akhirnya Ara Samapi di terminal.
Ara sudah sampai di terminal menunggu jemputan Amel, tapi yang di tunggu tak kunjung datang.
" Amel jadi jemput gak sih " gumam Ara.
" Apa aku jalan aja ya sambil cari ojek "pikir Ara.
Ara sudah berjalan jauh tapi belum menemukan tukang ojek juga.
Ara tidak tau sekarang ojek sudah serba online, ada juga yang tidak. tapi tidak tentu selalu ada ojeknya karena sekarang tukang ojek beralih menggunakan aplikasi ojek online.
Ara terus berjalan matanya tidak sengaja melihat dari kejauhan ada mobil melaju kencang menuju seorang gadis yang sedang menyebarang menuju sebuah kafe.
__ADS_1
Ara replek berlari kearah gadis tersebut dan berteriak.
" awassssssss dek " kata Ara berteriak kencang karena dia tidak tau siapa nama gadis itu. jadi dia asal sebut saja.
gadis itu melihat ke asal suara seseorang berteriak dan melihat kesamping kiri ternyata ada mobil melaju kencang kearahnya, karena terkejut dan mobil sudah mendekati kearah dirinya dia pasrah dan memejamkan matanya.
debrukk.... bunyi orang jatuh. karena gagal dengan aksinya mobil tersebut melaju kencang meninggalkan TKP.
"awaw apa kau baik-baik saja " ucap Ara menahan sakit di lengannya.
" Aku baik-baik saja kak. bagaimana denganmu " ucap gadis tersebut yang tak lain adalah Luna.
Kepala Luna terbentur bahu jalan.
" hai kau tidak baik-baik saja kepalamu berdarah ayok aku bantu berduri " ucap Ara membantu Luna.
Baru dua langka Luna pingsan.
" adu bagaimana ini " ucap Ara panik
" tolong.... tolong..... "
Beberapa warga yang melihat langsung berlari dan menghampiri Ara untuk membantu.
" Ayok mbak pakai mobil saya saja " ucap salah satu warga.
tak berapa lama sampai rumah sakit.
" dok tolong gadis ini " ucap Ara sedang memapah Luna di bantu warga tadi.
Luna langsung di tangani oleh dokter.
" Makasih ya pak sudah membantu kami " ucap Ara.
" Ya sama-sama dek "
bapak tersebut sudah pulang. tinggallah Ara yang masih di ruang rawat.
" Dok bagaimana kondisinya " tanya Ara.
" Pasien baik-baik saja hanya sok dan sedikit benturan di kepalanya, mungkin beberapa jam lagi akan sadar "
__ADS_1
" Tidak usah khawatir mbak, adikya baik-baik saja. setelah sadar, istirahat sebentar baru boleh pulang " kata dokter.
" Baik dok terimakasih "
Saat sedang menunggu Luna sadar Ara mendengar suara dering ponsel, lalu mencarinya di tas Luna
tertera di layar ponsel bertuliskan Mama.
" Apa ini ibunya.
Aku angkat apa tidak ya " pikir Ara ragu mau mengangkat panggilan tersebut atau tidak.
" Tapi siapa tau ibu gadis ini lagi khawatir anaknya gak balik-balik pulang. baiklah aku angkat saja "
" Adu bagaimana cara mengangkat panggilan ini ponselnya tidak ada tombol nya " pikir Ara bingung.
Ara berjalan keluar ruang rawat ada seorang doker laki-laki lalu bertanya.
" Permisi boleh saya bertanya " kata Ara.
Dokter tersebut membalikkan badannya
" Iya silakan mau menanyakan apa " jawab dokter tersebut.
.
.
.
.
.
Pembaca yang Budiman jangan lupa LIKE jempolnya, Komen, Hadiah, Dukungan dan Votenya ya semua, biar Author lebih rajin lagi Up-nya μ¬λν΄πππ
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
__ADS_1
terimakasihπππ