Mr.Arrogant Jatuh Cinta

Mr.Arrogant Jatuh Cinta
episode 03


__ADS_3

Ara berjalan keluar ruang rawat ada seorang dokter laki-laki lalu bertanya.


" Permisi boleh saya bertanya " kata Ara sopan.


Dokter tersebut membalikkan badannya


" Iya silakan mau menanyakan apa " jawab dokter tersebut.


Ara tersenyum manis pada dokter itu.


" Dok bagaimana cara mengangkat panggilan di ponsel ini " ucap Ara mengulurkan tangannya memberi ponsel.


" Saya bingung karena di ponsel yang sering saya pinjam tidak seperti ini ada tombol merah, hijau dan angka, tapi itu berbeda " kata Ara dengan polosnya.


Dokter tersebut ingin tertawa tapi di tahan dan hanya tersenyum menanggapi pembicaraan Ara yang menurutnya polos dan lucu. karena di zaman sekarang mau hampir semua orang sudah tidak menggunakan ponsel yang di sebutkan Ara tadi.


" nona tinggal sentuh ini yang berwarna hijau " ucap dokter tersebut mengajari mengangkat panggilan tersebut dan memberikan ponselnya kembali pada Ara.


" yaaaaaa keburu mati panggilannya " kata Ara.


" Dokter terimakasih sudah mengajarkan saya, kalo begitu saya permisi dok " ucap Ara tersenyum lalu berjalan ke ruang rawat Luna.


Belum sampai ruang rawat Luna ponsel tersebut berdering kembali.


📲 " ha Halo " ucap Ara gugup


📲 " Siapa ini dimana anak saya ?


kenapa kamu yang mengangkat panggilannya? " ucap mama Linda memberikan banyak pertanyaan.


Ara menelan salivnya


📲 " Maaf nyonya gadis yang memiliki ponsel ini sedang berada di rumah sakit xxx karena tadi mengalami kecelakaan ringan " kata Ara


📲 " Halo nyonya apa anda masih ada di sana, kenapa tidak ada suaranya apa pansel ini rusak " gumam Ara dalam hati


Ponsel tersebut mati tiba-tiba, karena baterai ponsel tersebut habis.


Saat akan kembali masuk ke ruang rawat Luna, Ara melihat seorang pria tampan masuk sambil berlari ke ruang rawat Luna.


Pria tersebut adalah Angga.


flashback on

__ADS_1


📲 "Halo tuan "


📲 " Ada apa cepat katakan " ucap Angga datar


📲 " tuan ada masalah nona Luna kecelakaan ringan dan sekarang sudah di bawah ke rumah sakit "


📲 " Dasar tidak berguna, kenapa kalian lalai menjaga adikku, apa kau cari mati, menjaga adikku saja tidak becus " bentak Angga marah dan panik.


bodyguard yang menelpon Angga menelan salivnya dengan kasar, benginilah jika tuannya marah akan berubah menjadi Monster bila menyangkut keluarganya.


📲 " Cari dan tangkap orang yang ingin mencelakakan adikku, jika kalian gagal maka kalian akan benar-benar mati di tanganku ingat itu"


📲 " baik tuan " jawab bodyguard


flashback off


" Apa kau baik-baik saja ?


apa masih ada yang sakit katakan ?


kenapa kau di rawat di tempat biasa seperti ini kita adalah pemegang saham terbesar disini harusnya kau di rawat di kamar VVIP.? " ucap Angga memberikan banyak pertanyaan.


" kakak bertanyalah satu persatu, bagaimana aku menjawab pertanyaan Kaka itu jika terus bertanya pada ku dasar menyebalkan " ucapnya kesal.


" Kedua aku hanya terluka sedikit jadi tidak terlalu sakit "


" ketiga mana aku tau saat aku di bawah ke rumah sakit Luna dalam keadaan pingsan " ucap Lina menjawab pertanyaan kakaknya itu.


setelah mendengar Jawaban dari adiknya Angga menelpon seseorang.


📲" Kenapa adikku di rawat di ruang bisa " tanya Angga langsung ke intinya.


📲 " Ada apa kenapa kau marah pada ku, memangnya Luna kenapa? " Dimas balik bertanya.


📲 " Cepat kesini jika dalam lima menit kau belum sampai akan ku hancurkan rumah sakit mu itu " kata Angga langsung mematikan ponselnya.


Tut Tut Tut ....


" Dasar kau kulkas dua pintu berjalan, memberi perintah tapi tidak memberitau dimana ruang rawatnya " gerutu Dimas sambil berlari-lari.


📲 " dimana ruang rawat Luna cepat cari dan siapkan ruang VVIP segera keadaan darurat"


📲 " Dok ruang rawat yang bernama Luna ada di lantai 1 nomor 5. "

__ADS_1


📲 " siapkan kamar VVIP dia akan di pindahkan"


📲 " Baik dok "


Dimas langsung berlari ke ruang yang di sebutkan resepsionis tadi.


huhuhu napas Dimas tersengal-sengal


" Lun kau baik-baik saja "


" aku baik kak. kak Angga saja yang berlebihan " ucap Luna sinis.


" baguslah kau datang tepat waktu " ucap Angga datar.


" Cepat pindah adikku " perintah Angga pada Dimas.


" kak adek pengen pulang " kata Luna merengek-rengek meminta pulang.


" Aku tidak menerima penolakan, kau akan tetep di rawat disini " ucap Angga tegas.


Sesuai kata Angga. Luna di pindahkan di kamar VVIP dan di sinilah dia.


.


.


.


.


.


.


Pembaca yang Budiman jangan lupa LIKE jempolnya, Komen, Hadiah, Dukungan dan Votenya ya semua, biar Author lebih rajin lagi Up-nya 사랑해😘😘😘


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE


terimakasih

__ADS_1


__ADS_2