
"Re-re-reno, se-se-sebenarnya a-aku.......k-ka-kamu mengajari ku voly"
"haahhhh"
"boleh ya plissss"
"euhhhh hmm ya ya tentu" haahhhh apaan coba kukira dia mau menembakku haahhhh
ucapku dalam hati sambil menghela napas
"haahh sepertinya aku tidak bisa mengungkapkan nya sekarang, neh Reno....sebenarnya aku mencintaimu, tapi aku terlalu takut untuk mendengarkan jawaban yang kamu berikan
ucap putri dalam hatinya
"euhhhh tapi kenapa kamu ingin belajar voly bersamaku"
"euhhh itu ano ehhhhhh....."
"hmmm put-"
"sebenarnya aku ingin menjadi pemain voly seperti ayahku"
"ohhh.....hm tentu saja"
"hehhhhhh ternyata dia ingin seperti ayahnya, yosh akan ku ajari dengan seluruh kemampuanku"
ucapku dalam hati
"kalau begitu besok kita ketemu disini jam 10, bisa?"
"hah hmm tentu"
"haahhhh bicaraku jadi aneh haaaaa kenapa ini"ucap putri dalam hatinya yang gugup setelah pembicaraan tadi
"ya-yah kalau begitu aku pulang dulu ya"
"hmmmhhh sudah mau pulangkah"
"iya, ibuku selalu khawatir kalau aku pergi lama-lama, kalau begitu aku duluan ya"
"ah hmmm ya kalau begitu aku juga pulang"
"hmmhh dadah" ucap putri sambil berlari
"yosh aku juga harus berjuang" tiba-tiba putri berhenti dan menoleh ke arahku
__ADS_1
"Reno sampai besok ya" ucap putri yang melambaikan tangan dan tersenyum kepadaku
tapi anehnya......
DIA TERLIHAT CANTIKKKKKKKKKK HAAAAHHHHHH HAH HAH HAH JANTUNGKU SEPERTI MAU MELEDAK
ahhh sudahlah saatnya pulang
sesampai nya aku pulang ke rumah tiba-tiba ada telepon masuk
jreedddd jreeddd jreedddd
"hallo, dengan siapa"
"ah reno"
"ayah?"
"yaaahhh hahaha maaf, mungkin ayah aka pulang larut malam hari ini karna sibuk di kantor, jadi kamu menginap saja dirumah bibimu yah"
"hmmm ya kalo begitu"
"oh so so, jangan lupa bawa tas yang di gudang, yahhhh sebenarnya tadi ayah mau mengantarkan nya ke bibimu tapi ayah kelupaan hehe"
"ayah memang ceroboh daridulu"
"ayaaaahhhh mooohhhhh aku tutup dah"
"heh tu-tu-tungg"
ttttuuuuuuuuuttttt
akupun menutup telponya sebelum ayah berbicara lagi
"haaahhh semoga kau bisa terus ceria sepeti ini, hey RANI anakmu kini sudah tumbuh seperti yang selalu kau ceritakan dulu"
-FLASHBACK-
Rani : hey Raga kalau semisalkan anak ini lahir dengan sehat....aku ingin membuatnya bahagia dan terus ceria setiap hari tanpa kesedihan apapu....
Raga : hmmm tentu saja, yaahhhh sepertinya aku akan sulit mengasuhnya karna aku haru menjadi seorang ayah yang hebat dimatanya
Rani : hmmm, pasti, kita akan menjadi keluarga yang bahagia......
"haaahhhh, kau benar sekali"
__ADS_1
"hey Rani aku berjanji padamu aku tidak akan membiarkan kata katamu itu sia-sia, karna saat kamu meninggal, Reno selalu bersedih bahkan sampai saat ini pun dia masih bersedih
tapi, satu hal yang bisa ku pastikan padamu, saat ini......wajah cerianya sudah kembali"
"Yosh persiapan sudah selesai....sisaaanyaaa....hmmm....oh so tas di gudang"
"coba kita lihat......hiiiiiii berantakan sekali, kapan ayah terakhirkali membersihkan nya........haaahhh"
"ahh ketemu, hmmmhhh kotak? kotak apa ini....."
ketika aku mau mengambil kotak itu tiba-tiba
jreeeddd jreeedddd jreedddd
haahhhh ada yang nelpon
aku bergegas untuk mengangkat telepon itu
"hallo, dengan siapa?"
"ahhhh Reno, ini bibi, katanya kamu akan menginap disini"
"ah eto hmm...ayah sudah bilangya"
"tentu saja, dia bilang jaga anakku yang sedang kasmaran okeh, so sia bilang begitu"
wajah ku memerah
" haaaahhhh ayahhhhhh"
"heehhh ternyata benar, neh siapa pacarmu itu, cantik kah, pintar kah, neh neh kasih tau bibimu yg polos ini"
"moohh bibi kenapa kamu jadi seperti ayah"
"ahhhahahaha maaf maaf, mau bibi jemput"
"hmmhhhh tidak, tidak perlu aku jalan kaki saja"
"heehhh anak kasmaran ternyata bisa jadi mandiri mweheheh"
"mohhhh jah aku tutup"
hmmmm syukurlah kamu kembali ceria
bibiku membayangkan saat saat dimana aku bersedih waktu aku ditinggalkan ibuku.....
__ADS_1
"mohhh bibi dan ayah sama saja, haahhh sudah waktunya aku pergi" ucapku sambil menghela napas