
setelah kemarin mereka meliburkan diri,hari ini keduanya kembali masuk sekolah dengan peran masing-masing.tidak ada drama saat mereka hendak berangkat sekolah karena natan yang tidak terlalu banyak meminta jatah tadi malam dan itu membuat eliza tidak terlalu capek dan merekapun tidur dengan cepat setelah satu ronde pertempuran .
sesampainya disekolah,eliza yang sampai lebih dulu langsung menuju ruang guru .begitupun ,natan.setelah eliza keluar dari mobilnya,natan pun sampai diparkiran dan ia pun langsung berjalan menuju kelas.
"ehem..ehem." kayak ada yang beda !"seru tio saat natan masuk kedalam kelas.natan hanya menarik sudut bibirnya tipis lalu duduk dan meletakkan tas ranselnya di atas meja.
keempat sahabatnya langsung menarik kursi mereka dan duduk melingkari meja natan."nat ,cerita dong bagaimana rasanya menikah."ucap zain.
"iya,nat.udah buka segel belum?" timpal arsya.
Pletak
Natan menjitak kepala arsya."anak kecil gak boleh tahu."jawabnya.
"ayo lah ,nat.kita ,ini seumur .bagaimana bisa kamu bilang aku masih kecil." ucapnya .
"lah emang lho masih kecil ,arsya.umur lho itu paling muda diantara kita .jadi,lho masih kecil." timpal tio tersenyum senang karena sudah berhasil menggoda arsya.
"tahun sama ,hanya beda bulannya aja .apa bedanya,tio ?" tanyanya kesal.
"sudah-sudah.kenapa jadi bahas ,arsya.kita kan mau bahas tentang natan.ayo,nat.kasih tahu kita bagiamana rasanya?" tanya abbas.
Keempatnya diam menunggu natan bersuara."tio,abbas,arsya,zain ! ngapain kalian di sana?"tanya pak andika dengan nada tinggi.natan hanya senyum-senyum melihat ekspresi kaget keempat sahabatnya itu.
keempatnya pun menoleh."balik ketempat kalian masing-masing !"titahnya.
"iya,pak." jawab mereka serempak.
setelah keempat sahabat natan duduk ditempatnya masing-masing,pak andika memulai pelajarannya.
"natan ,tolong kamu bantu saya mencatat ini dipapan tulis !" pintanya.
Semua murid melihat kearah natan "saya,pak?" tanya natan memastikan.
"iya ! memang ada natan yang lain?" tanyanya .
"tapi sayakan bukan sekretaris di kelas ini.yang biasa mencatat dipapan tulis ,dea.dia sekertaris di kelas ini ." tolaknya.
__ADS_1
"iya ! Saya tahu.tapi untuk kali ini saya ingin kamu yang membantu saya.nanti yang lain juga akan dapat giliran saat pelajaran saya minggu depan." jawabnya.
Natan mengepalkan tangannya di bawah meja,ingin rasanya memberi bogem mentah kepada pak andika tapi ia tahan.ia tidak ingin istrinya marah jika ia menghajar pak andika.natan berdiri dan berjalan ke depan kelas.bagi murid cewek ini adalah pemandangan yang indah .mereka tidak perlu mencuri-curi pandang untuk melihat natan karena kali ini tanpa mencuri-ciru pandang mereka sudah bisa melihat natan langsung didepan mereka.
"ini yang harus kamu catat,bab 1 sampai selesai.saya akan tetap disini sambil mengoreksi tugas kelas lain." ucapnya dengan santai.natan hanya diam dan langsung mencatat apa yang diintruksikan oleh pak andika.sedangkan pak andika menarik sudut bibirnya."ini baru permulaan ,nat.aku tidak akan membiarkan kamu mendekati ,eliza."ucapnya dalam hati.
"kasihan,natan !" seru zain perihatin terhadap teman sekaligus bos nge-game mereka.
"iya ! Sepertinya pak andika sengaja." timpal tio.
"sudah.lebih baik kita catat saja dulu,nanti keburu pak andika keliling!" seru abbas.
Eliza yang selesai mengajar dikelas sebelah ,saat ia melewati kelas natan ia nampak terdiam saat melihat natan yang sedang berada didepan papan tulis .
"natan,ngapain?" tanyanya dalam hati tapi tidak berani untuk berhenti dan terus melangkahkan kakinya menuju ruang guru.
"sudah selesai,pak." ucapnya meletakan buku catatan tersebut di atas meja guru.
"iya ! Silahkan kembali ketempat duduk mu." sahutnya tanpa melihat ke arah natan.
"baiklah ! Kalian boleh istirahat !" ucapnya lalu pak andika membereskan buku-bukunya dan keluar dari kelas.
"entah,punya masalah dendam kali sama gue." jawabnya .
"dendam ?emangnya kamu pernah ngelakuin kesalahan apa?" tanya tio.
"entah ." jawabnya yang bersikap santai walau dalam hatinya sangat kesal.
"dari pada mikirin ,pak andika.mending kita ke kantin ,gue udah lapar banget." ajak abbas.
"oke ! Yuk ,ke kantin."ucap natan .
Merekapun pergi ke kantin.saat diperjalanan mereka melewati kantor sekolah dan melihat pak andika yang sedang menghampiri eliza dan terlihat akrab.natan yang melihat itu langsung mengepalkan tangannya." "sabar ,nat.ini sekolah ."ucap tio yang mengerti jika natan sedang menahan amarahnya.
" iya,gue tahu."jawabnya .karena tidak ingin terbakar emosi,natan pun pergi dari sana dan diikuti oleh keempat temannya.
*******
__ADS_1
"bu eliza,ayo kita makan siang !" ajak pak andika menghampiri eliza yang sedang duduk di mejanya.
"maaf,pak andika saya masih mengoreksi tugas anak-anak." tolaknya secara halus.
"baiklah ! Saya tunggu ." jawabnya.
"terserah ,pak andika saja." ucapnya yang tidak mau ambil pusing.
lima belas menit berlalu ,eliza selesai mengoreksi tugas anak muridnya .bertepatan juga ,seorang kurir makanan masuk kedalam ruang guru mengantarkan makanan.
"permisi ! dengan, bu eliza?" tanya kurir makanan tersebut.
"oh iya,pak.saya eliza." ucapnya.
Kurir pun memberikan pesanan eliza "berapa,pak?" tanya eliza yang kebetulan kurir tersebut seorang paruh baya.
"30 ribu,bu." ucapnya.
"ini,pak.kembaliannya buat ,bapak saja." ucap eliza dengan lembut.
"terlalu banyak ,bu." ucap kurir tersebut menolak .
"tidak apa ,pak.rejeki buat ,bapak." ucapnya.
"kalau begitu terimakasih,bu.saya permisi dulu." ucap pak kurir dengan senyum bahagia lalu keluar dari ruangan guru.
"bu eliza,apa sudah selesai ?" tanya pak andika yang habis dari toilet.
"loh ,pak andika belum juga ke kantin?" tanyanya balik.ia pikir pak andika tidak akan mungkin menunggunya .
"belum,bu.memangnya kenapa?" tanya pak andika.
"haduh ! Maaf ,pak.saya sudah pesan makanan." ucapnya sambil memperlihatkan kotak makanan kepada pak andika.
"oh gitu ! Yasudah ,kalau gitu saya ke kantin sekarang." ucapnya lemas.
"iya,pak." jawab eliza.dengan raut wajah kecewa pak andika keluar dari ruangan guru.
__ADS_1
"lagian siapa juga yang minta ditunggu." ucapnya pelan saat pak andika sudah tak menjauh.
jangan lupa dukungannya buat natan dan eliza๐๐