Muridku Adalah Suamiku

Muridku Adalah Suamiku
natan marah besar


__ADS_3

Natan terlihat menahan amar dengan rahang yang mengeras saat melihat eliza berhenti di kediaman pak andika.terlebih ,eliza tidak memberitahunya jika ingin ke sana.


"dasar perjaka tua ! Aku tidak akan membiarkan istri ku masuk kedalam perangkap mu." ucapnya.sebagai seorang laki-laki ,natan tahu betul apa tujuan pak andika mengajak eliza ke rumahnya apalagi pak andika menaruh hati kepada istrinya.


Tiba-tiba keempat sahabat natan datang menghampirinya."ini rumah siapa ,nat?"tanya tio.


"pak andika." jawab natan.


"pak andika?terus mana bu eliza?" tanya zain.


"sudah masuk kedalam rumah ,pak andika." jawabnya.


"kalian ikut aku masuk dan mencari keberadaan istri ku." titah natan yang sudah lebih dulu turun dari motornya.


"oke." jawab mereka serempak.


natan berjalan lebih dulu dan diikuti oleh keempat sahabatnya.dengan pelan ia membuka pintu yang ternyata dikunci."sial ! Dikunci !"ucapnya geram.


"lewat belakang." titahnya.


Merekapun berjalan menuju pintu belakang ."gimana?"tanya natan saat zain mencoba membuka pintu tersebut.


"aman ! Tidak dikunci." jawab zain.merekapun dengan pelan masuk dan langsung mencari keberadaan eliza.terdengar suara teriakan dari atas yang tak lain adalah teriakan eliza.


"buka bangs*t pintunya !" teriak eliza.mereka sekarang berada di kamar mamanya pak andika.mamanya memang sedang sakit dan sekarang berada di rumah sakit bersama mbok iyem asisten rumah tangganya.


Flashback on


"dimana mama mu?" tanya eliza saat sudah masuk kedalam rumah pak andika.


"di atas." jawabnya.


"mari naik,za.mama pasti senang banget kamu kesini dan beliau pasti mau pergi ke rumah sakit." ucap pak andika yang lebih dulu menaiki anak tangga.tanpa curiga eliza mengikuti pak andika naik kelantai atas.


"ternyata IQ mu hanya di sekolah,za.tapi disini kamu nol besar .bahkan dengan mudanya aku membawa mu kesini." ucap pak andika dalam hati .lalu ia tersenyum smirk .


Saat sampai di lantai atas,pak andika menuntun eliza masuk ke kamar sang mama ."ini kamarnya,za.kamu duluan masuk ,aku akan ke kamar ku sebentar."kilahnya.


Eliza mengangguk dan masuk kedalam kamar tersebut.tapi saat masuk ,kamar tersebut kosong hanya ada tempat tidur yang tertata rapi.hingga ia menyadari suara pintu yang ditutup .

__ADS_1


eliza kaget saat pak andika masuk dan menutup pintu tersebut."pak ,kenapa tidak ada siapa-siapa disini?"tanyanya yang mulai curiga.


"masa tidak ada siapa-siapa.ma ! mama !" teriaknya sambil berjalan memanggil sang mama.


Eliza yang mulai curiga mencoba membuka pintu.tapi sayang ,pintu tersebut sudah di kunci."ada apa bu eliza?apa pintunya terkunci?"tanyanya tersenyum.


"pak andika ! Apa maksud semua ini?" tanyanya dengan perasaan was-was.


"bu eliza.ternyata kamu sangat polos dan lugu." ucapnya sambil tersenyum.


"pak andika ...tolong berikan kepada saya kuncinya.saya harus pulang sekarang !" ucapnya yang sudah kesal.


"hahah.tidak semudah itu ,eliza." ucapnya sambil tertawa.


pak andika berjalan pelan kearah eliza.eliza memundurkan langkahnya hingga menabrak pintu.


Flashback off


"percuma kamu berteriak ,eliza.dirumah ini tidak ada siapa-siapa bahkan mama ku .memang mama ku sedang sakit tapi beliau sekarang berada di rumah sakit tapi bukan di sini.maaf telah membohongi mu." ucapnya.


"aku tidak akan memaafkan mu .lebih baik buka pintunya sekarang !" ucap eliza dengan nada tinggi.


"ayo lah ,za.aku sangat mencintai mu,sayang." ucap apk andika tersenyum.


"jangan mendekat ,pak .kalau tidak..." ucapnya terhenti karena bingung harus apa.


"kalau tidak apa ,za." ucap pak andika dengan senyum penuh hasrat .


Braaak


Pintu didobrak dari luar."natan ."ucapnya lirih.air matanya sudah tidak bisa ditahan ,ia bersyukur natan datang tepat waktu.


"brengs*k.bajing*n !" ucap natan dengan langsung menonjok wajah pak andika.tanpa henti ,natan memukul wajah serta perut pak andika hingga mengeluarkan darah segar dari hidungnya.


"nat,sudah.dia bisa mati jika terus kamu pukuli." ucap tio yang mencoba menghentikan keberingasan natan.


"biarkan laki-laki bajing*n ini gue habisin." ucapnya dengan emosi yang meledak-ledak.


Eliza yang melihat natan seperti itu menjadi sedikit takut.natan menghentikan pukulannya dan menghampiri eliza.menariknya paksa dari sana."kalian urus laki-laki brengs*k ini.bawa dia ke kantor polisi atas tuduhan pelecehan."titahnya dan langsung pergi membawa eliza.

__ADS_1


"nat,nat.hentikan ,nat.tangan ku sakit." pinta eliza karena natan yang memegang tangannya sangat erat hingga pergelangan tangannya terlihat memerah.tapi natan menulikan pendengarannya dan membawa eliza masuk kedalam mobil.lalu menutup pintu mobil dengan kencang.


Braak


Eliza terperanjat kaget."mana kuncinya?"tanya natan yang terlihat dingin.setelah eliza memberikan kunci mobilnya ,natan pun melajukan mobil tersebut dengan sangat cepat.


"nat ! Pelan-pelan !" teriak eliza takut.tapi lagi-lagi natan menulikan pendengarannya.hanya sepuluh menit mereka sampai di rumah mereka.


natan keluar terlebih dulu lalu masuk kedalam rumah mereka tanpa menghiraukan eliza .eliza meneteskan air mata melihat sikap natan yang seperti itu.eliza menguatkan dirinya,ia masuk kedalam rumah.ia sadar jika dirinya telah salah pergi ke rumah laki-laki lain tanpa persetujuan darinya.


Ia masuk kedalam kamar tapi ternyata natan tidak berada di sana.ia memilih membersihkan diri sebelum berbicara dengan natan.


Selesai membersihkan diri,ia mencari natan di ruangan ngegame nya.


Ceklek


eliza membuka pintunya pelan,ia melihat natan yang tampak berantakan duduk menyendiri di dekat jendela.dengan pelan ia berjalan menghampiri natan.ia duduk dilantai menyentuh kedua kaki natan.dengan sesenggukan ia memberanikan diri untuk meminta maaf."nat ."panggilnya dengan suara serak .tapi natan diam dan tetap melihat keluar jendela.


"nat,aku tahu aku salah .aku akan menerima hukuman apapun yang kamu berikan." ucapnya sesenggukan.


Natan mencoba berdiri untuk menghindari eliza tapi,eliza menahan kedua kakinya dengan kuat sehingga dirinya tidak bisa melangkah.dengan duduk bersimpuh serta air mata yang terus mengalir eliza terus memeluk kedua kaki natan.


"nat,jangan hukum aku seperti ini.aku tidak sanggup ,nat." ucap eliza.


"sudah,za.lebih baik kamu balik ke kamar,aku masih ingin sendiri disini." ucapnya .tidak ada kelembutan di setiap kata yang diucapkan natan.hatinya sungguh hancur,ia tidak bisa membayangkan jika dirinya tadi terlambat menyelamatkan eliza .entah apa yang akan terjadi dan itu membuat natan belum bisa memaafkan eliza.


"tidak,nat.aku tidak akan pergi sebelum kamu maafin aku dan bersikap seperti biasa." ucapnya dengan air mata yang membasahi pipinya.


"APA PANTAS ,KAMU YANG SUDAH BERSUAMI PERGI KE RUMAH LAKI-AKI LAIN TANPA SEIZIN NYA?" tanyanya dengan menekankan setiap kata yang ia ucapkan.


"aku tahu aku salah,nat.tapi aku tidak tahu jika pak andika ternyata selicik ini." ucapnya.


"za,aku tidak bisa membayangkan jika aku terlambat sedikit saja." ucapnya yang penuh dengan penyesalan .ia duduk kelantai lalu memeluk tubuh eliza.pertahanannya runtuh saat melihat eliza yang terus meminta maaf dengan berlinang air mata .


"aku tidak akan marah jika kamu memberitahu ku.untuk kedepannya apapun itu kamu harus memberitahu ku." ucapnya dengan menangkup kedua pipi eliza lalu menghapus air mata yang sudah membasahi pipi eliza lalu ia mengecup kening eliza dan membawanya kedalam pelukannya.


"maaf karena sudah menyakiti mu." ucapnya.ia sadar ,karena emosi ia sudah menyakiti pergelangan tangan eliza.eliza menggelengkan kepalanya ."tidak ! Jangan meminta maaf,semua yang terjadi karena kesalahan ku."ucapnya.merekapun saling memaafkan dan berjanji tidak akan ada yang ditutup tutupi .mereka harus saling terbuka.


Ayo tinggalkan jejak mu buat natan dan eliza

__ADS_1


__ADS_2