My Adored Girl

My Adored Girl
27


__ADS_3

Di kantor azka baru saja menyelesaikan rapat dan sekarang ia sedang duduk termenung di sofa di ruangan nya bersama raka yang menatap nya bingung


"Hah"lagi lagi azka menghela napas membuat raka mau tak mau bertanya padanya


"Hmm bos apa terjadi sesuatu?"tanya nya tapi azka hanya diam belum tidak menanggapi pertanyaan nya


"Hahhh aku tidak apa apa" setelah beberapa menit akhirnya azka menjawab


"Lalu apa yang terjadi pada non azela sampai membuat nya masuk rs?"tanya raka lagi


"Dia hanya kelelahan dan makan yang tidak teratur... Hmm raka apa menurut mu azela benar benar mencintai ku atau dia hanya merasa tertarik saja"tanya nya


"Menurut saya non azela benar benar mencintai mu bos karena sepertinya non azela bukan orang yang suka mempermainkan perasaan orang lain"jawab azka


"Hmm menurut mu begitu ya walaupun mungkin sekarang azela belum mencintai ku tapi akan ku buat dia mencintai ku seiring berjalan nya waktu"ucap nya yakin


"Lalu tadi kau mengantar mommy sampai ke rumah kan?"tanya nya


"Tentu saja bos dan tadi..." raka tidak melanjutkan perkataan nya karena ia takut kalau azka marah


"Tadi apa? bicara saja kau tidak perlu takut" akhirnya raka pun menceritakan apa yang terjadi ketika ia mengantar mommy nya azka


#flashback

__ADS_1


Setelah kepergian azka dengan wajah khawatir ,kini tinggal lah raka ibu nya azka dan aurel mereka memasuki lift untuk mengantarkan ibu nya azka dan aurel


"Raka apa kamu tahu tadi azka kenapa?" tanya ibu nya azka


"Eh saya juga tidak tau bu" jawab nya


"Hmm benarkah kamu tidak tau? cepat beri tau saya tadi azka kenapa dan dia mau kemana" desak nya membuat raka bingung harus menjawab apa


"Emmhh tante mungkin raka memang tidak tau apa apa" kali ini aurel yang berbicara ia seoalah olah membela raka padahal dalam hati nya ia tidak suka pada raka


"Hah yasudah" ucap ibu nya azka, kini mereka telah sampai di lobby kantor dan raka langsung menuju mobil yang sudah terparkir di depan


Setelah membuka kan pintu mobil untuk kedua wanita itu dan memastikan mereka telah duduk ,raka pun masuk dan melajukan mobil nya


"Saya benar benar tidak tau bu"jawab azka pelan


"Hmm bukan kah tadi azka mengatakan dia akan mengirimkan mu alamat kemana dia pergi dan menyuruh mu untuk menyusul nya" ibu nya azka masih terus saja mendesak raka,membuat raka bingung harus menjawab apa


"Tapi bos belum mengirimkan pesan apa apa pada saya bu" jawab raka , raka melihat kaca spion dan melihat ibu nya azka seperti sedang memikirkan sesuatu


"Raka kamu kan sudah lama ada di dekat azka ,apa kamu tau azka sedang dekat dengan siapa?"tanya nya pada raka ,dan raka bingung mesti menjawab apa


"Ah setau saya bos sedang tidak dekat dengan siapa siapa"jawab raka

__ADS_1


"Menurut mu azka mau tidak kalo saya jodoh kan dengan aurel?"ucapan ibu nya azka membuat raka tersedak karna kaget


"Tante apaan sih ,lagi pula sepertinya azka tidak suka sama aurel" ucapan aurel sangat bertolak belakang dengan isi hati nya yang berbunga bunga


"Loh ,mungkin azka seperti itu karna dia sudah lama tidak bertemu sama kamu tapi tante yakin azka masih sayang sama kamu seperti dulu" perkataan ibu nya azka membuat aurel makin senang karna mendapat dukungan dari nya


"Hmm bu kita sudah sampai" ucap raka ,kemudian ia turun untuk membuka kan pintu untuk mereka berdua


"oh iya raka kamu harus membujuk azka supaya mau di jodoh kan dengan aurel ,kalo gitu saya masuk dulu ayo aurel kita masuk ada yang mau tante bicara kan" setelah berbicara seperti itu mereka pun masuk ke dalam rumah, sementara raka hanya mengangguk dan masuk kembali ke dalam mobil


#flashback off


"Hmm jadi mommy berencana mau menjodohkan ku dengan gadis itu" ucap azka kemudian di balas dengan anggukan oleh raka


"Kalo bos mau menerima perjodohan itu lalu non zela bagaimana?"tanya raka kemudian azka berdiri membuat nya kaget dan ikut berdiri


"Memang nya siapa yang akan menerima perjodohan itu"jawab azka sambil duduk di kursi kerja nya


"Tapi bos saya merasa kasihan pada aurel itu kalo bos akan menolak nya"ucap raka lagi kemudian terdengar helaan napas dari azka


"Kalau kau peduli kenapa tidak kau saja yang bersama gadis itu" celetuk azka membuat mata raka membelak


"Maksud saya bukan seperti itu bos tapi-" raka tidak menyelesaikan ucapan nya karna azka berdiri sambil berkata

__ADS_1


"Kalau begitu kau jangan membahas nya lagi ,ayo kita pulang" ucap nya kemudian mereka pun melangkah keluar dan masuk kedalam lift


__ADS_2