My Adored Girl

My Adored Girl
33


__ADS_3

Sekarang Azela dan Azka sudah di sebuah tempat makan yang cocok untuk sarapan. Setelah memesan makanan Azka hanya diam memandang azela yang nampak gelisah


"Zel sekarang buka aja masker sama kacamata mu itu kita kan mau makan" ucap Azka membuat Azela diam dengan panik


"Hmm iya nanti aja aku buka nya" jawab azela gugup karena ia takut Azka melihat muka nya yang kacau


(Azka pov)


Ku lihat Azela seperti gelisah duduk di hadap ku, aku bingung kenapa ia berpenampilan seperti itu tidak biasa nya. Bahkan setelah aku menyuruh nya membuka masker dan kacamata nya itu dia hanya menjawab nanti


Tak lama pesanan kami pun datang, ku lihat Azela membuka masker nya dengan ragu dengan sesekali kepala nya terangkat melihat ke arah ku. Setelah Azela membuka masker dan kacamata nya itu, aku langsung syok dan berdiri mendekati nya


"Zel muka kamu kenapa? kaya nya ini bekas tamparan dan mata kamu.. Kamu abis nangis ya?" Tanyaku beruntun dengan panik padanya


"Kamu tenang dulu ya, ini aku gapapa ko. Udah ayo kita makan nanti keburu dingin" Jawab nya mengalihkan pembicaraan. Aku pun hanya menghela napas panjang, kemudian pindah ke tempat duduk ku


Kami pun makan tanpa ada yang membuka suara, hanya terdengar suara sendok yang beradu dengan piring


Sesekali ku alihkan pandangan ku padanya, aku berharap dia mau bicara apa yang terjadi pada nya. Tapi Azela hanya fokus pada makanan nya,sepertinya akan sulit membuat azela berbicara tentang apa yang terjadi


"Kamu udah selesai makan nya?" Tanyaku karena sudah terlalu lama mengheningkan cipta


"Sudah, kamu mau ke kantor ya. Kalo gitu ayo kita pergi sekarang" Ucap nya berdiri tapi langsung ku tahan

__ADS_1


"Kamu gak mau cerita apa apa sama aku Zel?" Tanya ku lagi, ku lihat dia menghela napas dan menggeser duduk nya mendekati ku


Tiba tiba dia memeluk ku dengan erat, dan aku kaget mendengar isakan tangis yang begitu pilu


"Hiks...Hiks... A-azka a-aku harus gimana kedepan nya,hiks" ucap nya sedikit tidak jelas karena isakan nya


"Memang apa yang terjadi Zel,coba cerita sama aku. Mungkin aku bisa bantu" Aku benar benar bingung harus gimana, banyak orang yang melihat ke arah kami apalagi Azela semakin kencang menangis di pelukan ku


"A-aku harus m-mulai hiks cerita d-dari mana hiks a-aku ga-" Ucapan nya terpotong dengan sapaan seseorang yang memanggil nama nya


"Zel kamu di sini dan kamu kenapa?" Tanya nya ,ketika tangan nya akan memegang bahu azela aku pun langsung menahan nya


"Maap anda siapa?" Tanya ku pada nya, dan terlihat dia menatap ku tak suka atas pertanyaan ku barusan


Aku pun berdiri dan mencoba untuk menggendong nya,tapi lagi lagi tangan pria itu menahan ku


"Zel aku mohon,kamu jangan terus menghindari ku zel pliss" Laki laki itu memohon tapi Azela hanya diam di pelukan ku


(Author pov)


" Kak aku mohon jangan ganggu aku lagi,biarin aku pergi. Ayo azka kita pulang" ucap Azela dengan lirih,kemudian Azka pun memapah nya pergi keluar dari restoran itu


Laki laki itu menatap kepergian Azela dengan sedih,dia tidak menyangka perbuatan nya di masa lalu membuat Azela sebenci itu pada nya. Bahkan Azela tidak mau menatap nya

__ADS_1


....


Di dalam mobil terlihat hening, Azela tidak berbicara apa apa begitu pun dengan Azka. Azka yakin pasti ada sesuatu yang Azela sembunyikan dari nya dan itu berhubungan dengan laki laki tadi


"Azka ini sudah siang apa kamu tidak ke kantor?" Azela bertanya dengan suara serak sehabis nangis


"Aku akan menemani mu,kemana pun kamu mau pergi. Urusan kantor udah aku serahin pada raka" Jawab nya


"Baiklah, ayo kita cari tempat yang nyaman untuk mengobrol" Ajak nya kemudian Azka pun mengangguk setuju


.....


Kini mereka tengah duduk di taman pinggiran kota. Berulang kali Azela menghela napas


"Azka maap ya tadi aku belum selesai cerita. Sekarang aku bakalan cerita semua nya sama kamu" Ucap Azela


"Kamu serius mau cerita sekarang? kalo belum siap untuk cerita mending jangan terlalu di paksakan" Ucap Azka


"Gapapa kok lagian aku udah baik baik aja sekarang. Sebenarnya kemarin aku di tampar sama Sinta, dan aku juga tau dia ngelakuin kaya gitu buat nyadarin aku yang lagi terpuruk" Ucap nya


"Kok bisa? terus kamu kenapa ada masalah di rumah atau di kantor?" Tanya Azka


"Hmm bukan kok di rumah ataupun di kantor gak ada masalah... Azka dulu aku sering pergi ke dokter psikiater" Jawab Azela pelan, terlihat ia sangat menantikan reaksi dari Azka

__ADS_1


"Ah m-maksud kamu?" Tanya Azka terbata karena kaget dengan pengakuan Azela


__ADS_2