My Adored Girl

My Adored Girl
31


__ADS_3

Sesampai nya di depan rumah sinta ,yuna pun memapah keluar azela tadi dia sempat mengirim pesan pada sinta dan terlihat sinta telah menunggu nya di bangku depan rumah nya


"Azela kenapa yun?"tanya sinta membantu yuna yang memapah azela


"Gue juga gak tau,tadi pas kita lagi di kafe tiba tiba azela langsung pucat dan saat kita mau pergi ada laki laki yang nahan kita di kafe itu dan azela semakin pucat melihat nya" jelas nya pada sinta , setelah mendengar penjelasan yuna sinta pun tau apa penyebab sahabat nya jadi seperti itu


"Hah, zel lo gpp kan apa mau ke kamar gue aja istirahat?" tanya sinta sambil membatu azela duduk di sofa , dan azela hanya menggeleng pelan


"Ya udah, Yun gue ambil minum dulu lo tungguin azela sebentar ya" setelah itu sinta pun meninggalkan mereka dan pergi ke dapur mengambil minum,sebenar nya dia bisa saja menyuruh pembantu di rumah nya tapi dia ingin sekalian menghubungi seseorang


(Azela pov)


Hari ini aku akhirnya benar benar bertemu dengan laki laki itu. Entah bagaimana yang akan terjadi kedepan nya. Sekarang aku berada di rumah sinta bersama yuna, aku tidak mau pulang ke rumah, aku tidak mau kalau sampai kedua orangtua ku melihat keadaan ku yang seperti sekarang. Tak lama sinta datang membawa minuman


"Nih minum dulu zel" ucap nya menyodorkan teh padaku


"Gimana perasaan lo sekarang?" sambung nya lagi bertanya padaku , aku hanya mengangguk sambil meminum teh darinya


"Lo juga minum yun,thanks ya yun lo udah nganterin azela" ucap sinta

__ADS_1


"Iya sama sama kaya sama siapa aja, kalo boleh tau lo kenapa tiba tiba bisa kaya gitu" jawab nya sambil menatap ku, aku hanya diam tidak menjawab pertanyaan nya


Maap kan aku yun ,bukan nya aku tidak mau memberi tau mu tapi ini belum saat nya. Ketika kami semua terdiam dari depan terdengar suara mobil dan tak lama mami nya sinta datang


"Eh ada tamu ternyata" ucap tante vani melihat ke arah kami


"Oh ternyata azela. Apa kabar sayang ,kata sinta kemarin kamu masuk RS ?" Sambungnya lagi menghampiri ku dan duduk di sebelah ku


"Zela baik baik aja ko tante, kamarin cuma kecapean aja tapi sekarang udah sehat kok" jawabku tersenyum kearah nya


"Ohh gitu, kamu harus jaga kesehatan dong. Eh ini siapa?" tanya tante vani melihat ke arah yuna


"Eh kantor ? kamu kerja zel ,dimana?" tanya tante vani , duh aku lupa kalo tante vani gak tau tapi kalo aku kasih tau di pasti langsung tau aku kerja di perusahaan ayah


"Duh mami, mami kan baru pulang mami istirahat aja sana" huh untung sinta langsung mengerti kalau aku tidak bisa bilang pada tante vani aku kerja di mana


"Oh yaudah, tante ke atas dulu ya mau istirahat"ucap nya bangkit meninggal kan kami


"Gue juga pamit ya , soal nya udah mulai gelap. Lo bareng gak zel?" pamit yuna

__ADS_1


"Emmhh gue nanti di anterin sinta aja yun. Makasih ya yun tadi udah nganterin gue lo emang the best deh" ucap ku tersenyum pada nya, setelah itu yuna pun pergi dan setelah kepergian yuna aku pun memeluk sinta karena sudah tidak tahan ingin menangis


"Hiks kenapa dia hiks harus balik hiks lagi , setelah bertahun tahun hiks kenapa dia harus hiks balik lagi sin" Ucap ku menangis sementara sinta hanya mengelus punggung ku, hingga 20 menit aku menangis tanpa ada yang membuka suara


"Lo udah tenang?" tanya nya akupun mengangguk


"Zel lo harus tenang,lo harus kuat ,lo gak perlu takut dan lo harus buang ketakutan lo itu .Ada gue dan yang lain bahkan sekarang ada azka di samping lo yang bener bener tulus sayang sama lo. Lo harus menghadapi rasa takut lo itu oke" lanjut nya lagi, aku tau apa yang sinta bilang benar ada nya ....


"Tapi sin lo tau kan dia orang yang seperti apa. Sin apa gue berhenti kerja dan diam di rumah gak perlu kemana mana seperti dulu, gue ta-"ucapan ku terhenti karena sinta menatap ku tajam


"Zel lo gak boleh mengurung diri seperti dulu lagi, lo gak kasian sama orang tua lo hah lo gak kasian sama gue dan yang lain karena menghawatirkan lo .Harus berapa kali gue bila lo harus kuat dan lo harus bisa menghadapi masa lalu lo" bentak nya dengan keras


"Gue gak bisa sinta gue gak bisa"Bentak ku tak kalah keras


"G-gue takut hiks gimana k-kalau d-dia hiks sampai mela-" plak pipi ku terasa perih dengan tamparan sita dan membuat ku menangis dengan kencang


"Zel dia gak bakalan melakukan apa apa sama lo gue janji, dan kalo sampai dia berani nyentuh lo gue bakalan potong potong tangan nya dan kalo perlu gue masukin dia ke penjara seumur hidup" teriak nya dan memeluk ku sambil menangis


"Udah lo sekarang tenang ya, maapin gue tadi udah nampar lo" ucap nya memegang pipiku yang merah aku hanya mengangguk menanggapi nya

__ADS_1


"Sekarang lo bersihin muka lo di kamar gue dan ganti baju lo. Oh iya lo mau nginep apa pulang?" tanya nya dan aku pun menjawab kalo aku akan pulang setelah itu aku bangkit dan pergi ke kamar sinta


__ADS_2