
" Ummi sudah ku bilang, aku gamau dijodohin " ucap sang wanita remaja yang sedang berbicara kepada sang ibu
" Talena umurmu sudah beranjak 19 tahun, itu sudah menjadi usia yang matang untukmu menikah sayang " ucap sang ibu
Ya itu adalah Talena Amelia Jackson ia adalah putri bungsu dari keluarga Jackson ia memiliki sifat yang sangat manja periang dan jutek ia juga sangat tidak suka dengan yang namanya perjodohan , ia memiliki 2 kakak perempuan dan 1 kakak laki-laki
" Ummi aku masih mau menikmati masa muda ku " Ucapnya dengan muka ditekuk dengan pipi digembungkan
" Nak Ummi dan Abi sudah tua , dan hanya kamu yang belum menikah , Abi dan Ummi hanya ingin melihat kamu bahagia nak " ucap Ummi
" Huftt , ummi aku tidak mau ummi titik!! " Ucapnya sambil memutar badannya dan pergi
Ummi yang menatap kepergian sang putri tercintanya itu sangat sedih karna hanya ia lah yang belum menikah , umminya juga sangat khawatir akan putri bungsunya itu yang selalu menolak semua perjodohan ia khawatir dirinya tidak mempunyai umur untuk melihat putri bungsunya itu bahagia
" Dik , apa tidak sebaiknya kamu menuruti keinginan Ummi dan Abi? " Ucap kakak keduannya yang perempuan
" Mbak Lia aku tuh belum mau nikah , lagian aku juga masih muda kok " ucap Talena ketus
Yap itu kakak kedua Talena ia bernama Lia Rahma Jackson, ia memiliki kebalikan sifat Talena ia pendiam juga penurut tidak seperti Talena yang sangat tidak suka di atur-atur
" Dik benar yang dikatakan mbak Lia , kamu harus segera menikah dik , apa kamu tega ngeliat ummi sama Abi sedih karna kamu selalu menolak perjodohan? " Ucap sang Kakak sulung yang memiliki sifat yang sama dengan Lia , ia bernama Melisa Aulia Jackson
" Hishh Mbak Lisa kok jadi belain mbak Lia sih " ucap Talena dengan nada ketus dengan menggembungkan pipinya yang sedikit chubby itu
" Mbak bukannya mau belain tapi Yang dikatakan mbak Lia itu bener loh " timpal Melisa
" Tau ah aku ngambek " ketusnya sembari berjalan dengan menghentak-hentakan kakinya hingga membuat dua bersaudara itu geleng-geleng
Diposisi lain Talena yang amat sangat kesal dengan keluarganya itu berjalan menuju taman dekat rumahnya ia langsung duduk di bangku taman tersebut dengan masih mengembungkan pipinya
" Huh! Punya keluarga kok pada maksa aku sih buat nikah nikah nikah mulu , padahal kan aku masih muda " ucapnya dengan nada kesal
Disebrang jalan ada pria yang memperhatikannya sedari Talena duduk hingga Talena pergi , dan setelah Talena pergi pria itu tersenyum tipis
" Tirta , kamu kapan mau ngasih papa dan mama cucu " Ucap seorang pria paruh baya
" Apaan sih pa , papa mikirin nya cucu cucu cucuuu mulu " jawab Tirta
Ya Dia Tirta Rayanza Eros dia pemeran utama kita , dia memiliki sifat yang cuek , dingin dan serius ia juga memiliki paras yang diidam-idamkan para kaum Adam dan juga banyak di puja-puja oleh kaum hawa ya dia anak tunggal dari keluarga Eros
" Papa dan mama cuma punya satu harapan yaitu kamu selain kamu siapa lagi yang bakal ngasih papa dan mama cucu? " Ucap papanya yang bernama Eros Djarot
__ADS_1
" Huftt iya deh iya pa nanti Tirta bakal secepatnya nikah deh " ucapnya dengan nada malas
" Nah gitu dong papakan jadi seneng dengernya " ucap papa Eros dengan senyum lebarnya
Tirta saat ini sedang berada di balkon kamar nya, ia sedang memikirkan ucapannya yang mengucapkan ia akan segera menikah
" Haishh Tirta Tirta kamu bodoh banget si bisa-bisanya kamu ngomong kayak gitu ke papa , mana mungkin aku nikah dengan waktu yang diberikan papa hanya sebulan jika aku ga nikah dalam waktu sebulan gw di jodohin , haduuh gila gila gila gimana dong , ni mulut lagian lemes amat si main jawab jawab aja " ucapnya dengan frustasi
Keesokan paginya ia di bangun kan dengan suara sang ibu yang sangat nyaring dan melengking itu
" TIRTAAA BANGUUUN DAHH SIANGG KAMU MAU NGAJAR NGGAAA !??!! " Ujar sang ibu yang sudah berada di depan pintu kamar Tirta
" Hiiihh mama berisiiik " ucapnya seraya menutupi telinganya
" BANGUUUN atau mama Sebor pake Aer panas " ucap mama dengan nada mengancam seraya membawa gayung
" Iya iya iya mamaku yang paling cantik dan baik " ucap Tirta bangun dari tempat tidurnya dengan langkah gontai
Selesai ia mandi dan berpakaian ia langsung tancap gas menuju ke kampus tempat ia mengajar , sebenarnya usia Tirta masih terbilang muda karna ia masih berusia 28 tahun maka dari itu banyak siswi yang mengidam-idamkan parasnya yang rupawan , dan disaat ia mengendarai motornya dengan kecepatan sedang ia hampir saja menabrak orang yang sedang menyebrang
" Ckiittt " bunyi tem ceritanya
" Heh lu nyebrang pake mata bisa ga si " ucapnya dengan nada ketus
" Jalan pake kaki bukan pake mata " ucap seorang perempuan dengan nada yang tak kalah ketus
Dan setelah Tirta melihat perempuan tersebut dengan jelas ia teringat bahwa perempuan tersebut adalah perempuan yang ia lihat di taman waktu itu
Dan setelah perdebatan cukup lama yang memakan waktu hampir 15 menit mereka akhirnya pergi
Disisi lain Talena yang sedang berjalan di koridor kampusnya tidak henti-hentinya mengutuk dan menggerutukan pria yang hampir saja menabraknya
" Ihh pagi-pagi udah ketemu cowok kaya gitu aja udah dia yang salah ketus lagi haduhh " ucapnya menggerutu
Dan pada saat itu datanglah sahabatnya yang mengagetkan Talena
" Dorr!! " Ucapnya
" Eh mama copot ayam ngesot " ucap Talena yang sedang tidak fokus
" Hahahahahah " tawa sahabatnya seketika pecah mendengar latahan Talena
__ADS_1
" Ih paansi ga lucu tau ga si bi " ucap Talena dengan nada kesal , ya bagaimana tidak kesal sahabatnya yang ia anggap sinting itu selalu mengagetkannya
" Iya iya deh sahabtku yang paling cantik maafkan sahabatmu ini yang lebih cantik darimu " ucap rembi
" Hem " ucap Talena yang pura-pura marah dengan sahabatnya
" Utututu sahabatku yang lumayan jelek ini marah " ucap rembi dengan nada meledek
" Hish paansi " dibalas Talena dengan nada ketus
" Maafin ya Lena okee nanti gw traktir makan siang deh " ucapnya memohon
" Hem ya iya " ucap Talena yang Akhirnya pasrah karna dibujuk terus menerus
Sesampainya di kelas, semua murid yang sedang berbincang dikagetkan oleh seorang pak guru yang masuk
" Morning all " sapa pak guru
" Morning too " balas semua murid
" How are you today " tanya pak guru
" I'm fine thanks , and you? " All
" I'm fine to " jawab pak guru
" Anak-anak sekalian bapak ingin memperkenalkan dosen baru kalian yang akan mengajarkan kalian di kampus ini dan akan mengajar di kelas ini " ucap pak guru panjang
" Silahkan masuk pak "
" Hai nama gw Tirta , gw dosen baru kalian di kelas ini " ucap Tirta
" Omayguad ganteng banget "
" Aaaaaa malaikat dari surga "
" Pangeran dari khayangan turun woyy "
" Aaaa suami gwaa "
Ya begitulah teriakan siswi-siswi di kelas itu , karna merasa terganggu Talena melihat kedepan karna ia penasaran seberapa ganteng nya guru itu sampai membuat seluruh siswi berteriak , dan disaat Talena menatap dosen itu ia terkejut karna itu orang yang hampir menabraknya dan disaat bersamaan Tirta juga melihat ke arah Talena dan mereka berdua saling mengunci pandangan jantung keduanya berdetak lebih cepat dari sebelumnya dan Talena cepat-cepat mengalihkan pandangannya begitupun dengan Tirta mereka sama-sama saling megutuk satu sama lain karna kejadian tadi pagi
__ADS_1