My Dosen Killer My Husband

My Dosen Killer My Husband
Bab 16. Jangan - jangan??


__ADS_3

Setelah melihat orang yang di depan nya itu , Tirta hendak memeluk orang yang ada di depan nya itu, akan tetapi ketika Tirta hendak memeluk nya perempuan dan mundur beberapa langkah yang membuat Tirta sedih.


" sayang , kamu kenapa ?? " Ujar Tirta


" k - kamu siapa ?? " ujar perempuan tersebut


" sayang , ini aku , suami kamu dek " ujar Tirta dengan nada yang terdengar sedih


" a - aku belum punya suami " ujar perempuan tersebut


" dek maafin kesalahan mas waktu itu ya , mas bener bener khilaf " ujar Tirta hendak memegang tangan Tirta, tapi di tepis oleh perempuan tersebut


" Astagfirullah , Ummiii " ujar perempuan tersebut


" huftt , iya iya kenapa Lia , kamu kenapa sih teriak teriak mulu " ujar sang ibu yang masih mengguna kan baju masak nya


" ini Ummi, dia mau pegang tangan aku kan kita bukan muhrim " ujar Lia


" e - eh Ummi bukan gitu maksud aku , aku kira ini Talena ternyata bukan ya " ujar Tirta sembari tersenyum kikuk


" oh kamu ya udh masuk aja , kamu nyari Lena kan " ujar Ummi Green dengan nada yang sedikit ketus


" i - iya ummi , emang nya Talena ada di sini " ujar Tirta


" ga tau deh " ujar Ummi Green setelah menjawab pertanyaan Tirta ia langsung msuk ke dalem rumah nya dengan meninggal kan Tirta yg masih di luar

__ADS_1


Dan Tirta pun ikut masuk membuntuti Ummi Green


" ayo silah kan duduk " ujar Ummi nya , biar pun ia marah kepada Tirta akan tetapi Tirta tetap lah menantu nya jadi ia akan tetap menghormati Tirta sebaga menantu nya


" iya terima kasih ya ummi " ujar Tirta dengan senyum lebar nya


" Hm , bntar ya nak , ummi mau ngambil teh dulu " ujar Ummi Green


" iya ummi " ujar Tirta dengan masih menampil kan senyum lebar nya


Beberapa saat Tirta menunggu akhir nya teh nya datang tapi yang mengantar kan teh tersebut bukan lah ummi Green melain kan . . .


Talena ??


" Nih teh nya , di minum ya " ujar seorang wanita yang sudah berdiri di depan Tirta


" sa - sayang ini beneran kamu , Atau aku mungkin halusinasi lagi " ujar Tirta sembari memegang tangan Talena yang sedari tadi menampil kan wajah datar nya


" Hmm " ujar Talena dengan deheman yg pelan


" Alhamdulillah sayangg , akhir nya kamu ketemu juga , tau ga selama ini aku tuh nyariin kamu , ke mana mana bahkan aku sampe keliling kampus berulang kali dari kamu hilang sampe kamu ketemu sekarang sayangg , aku waktu itu sangat sangat berharap kamu ketemu tapi ternyata perkiraan aku nihil melesat sempurna sampe sebulan kamu baru ketemu sayangg , Ya Allah aku kangen banget sama kamu sayang jangan tinggalin aku lagi ya " ujar Tirta sembari memeluk Tubuh Talena dengan erat dan sedikit seseguk kan , kayak nya nangis deh , ya emang nangis anjayyy


" i - iya aku maafin kamu , tapi lepasin dulu pelukan nya aku ga bisa nafas tau " ujar Talena yang memang tidak bisa bernafas


" i - iya maaf ya sayang kuu , aku lupa " ujar Tirta sembari melepas kan pelukan nya

__ADS_1


" huhhh " suara Hembusan nafas Talena yang terdengar rakus dalam mengambil nafas


" sayang kamu kenapa ga ngabarin aku sebulan ini , aku kan khawatir sama kamu sayang " ujar Tirta sembari membawa pundak istri nya untuk duduk di samping nya


" Hand phone ku hilang " ujar Talena dengan wajah datar nya


" kok bisa , ya kalau pun ponsel mu hilang , kok keluarga dari sini ga ada yang ngabarin aku kalo kamu tinggal di sini " ujar Tirta panjang lebar


" HM , kmren aku pingsan trus ponsel ku hilang deh , dan klo soal kluarga emng aku yg larang buat ngabarin kmu " ujar nya masih dengan muka datar nya itu , yang membuat Tirta malah gemas sendiri melihat sang istri yang biasa nya ceria kini berubah menjadi datar


" kok kamu bisa pingsan sih sayang , terus kenapa kamu ngelaran keluarga kamu untuk ngabarin aku , aku tuh khawatir" ujar Tirta


" yakin khawatir , kan kamu sendiri yang ninggalin aku sendirian di kampus " ujar Talena dengan muka cemberut sambil melingkar kan tangan nya di ke dua dada nya


" iya iya sayangg maaf ya , abis nya kemaren itu aku kesel bangett sama kamu " ujar Tirta sembari menunduk karna merasa bersalah


" Hmm , tpi janji g bleh gtu lg " ujar Talena dengan masih bernada dingin


" iya iya sayang kuu " ujar Tirta sembari mengangkat kan kembali kepala nya di barengi dengan senyum khas andalan nya


" oh ya btw , itu perut kamu rada buncit ya , kamu ga mikirin aku apa , sampe kamu gendut kayak gitu " ujar Tirta sembari memperhati kan perut Talena yang sedikit membuncit


" Atau jangan - jangan-


TBC

__ADS_1


Jangan jangan apa ya guyss , oke kalo mau tau kelanjutan cerita nya jangan sampe ketinggalan yaa , maka nya guyss kalau ga mau ketinggalan jadiin cerita ini Favorit kamu dong dan author minta satu hal lagi yaa < duhh author banyak minta > Tolong beri dukungan serta like juga oke oke okee bye bye guyss sampai jumpa lagii di cerita berikut nyaaa muaahhh muahhh ❀️❀️πŸ₯°πŸ‘‹πŸ»πŸ‘‹πŸ»πŸŒΌπŸŒΌπŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜ΎπŸ˜Ύβ€οΈβ€οΈπŸŒΌπŸŒΌπŸ₯°πŸ₯°


__ADS_2