
" sersan Dedy tidak pernah mengajarimu seperti ini" ucap Adam dengan menghela nafasnya.
" emang aku sudah seperti apa" tanya Sean dingin sambil bersedakap kedua tangannya.
"sersan sampai kapan kamu begini" prustasi Adam.
" sampai momy kembali hidup" tegas sersan.
" momy sudah pergi dan tidak akan kembali lagi sersan " teriak Adam dan sungguh kesabarannya sudah habis.
jangan tanya para pelayan yang mendengar semua pertengkaran di rumah ini mereka hanya bisa berpura pura tidak mendengar dan hanya diam saja bagi mereka sudah terbiasa melihat hal seperti ini.
" sersan kau ini sudah dewasa" Adam menekan setiap kata katanya.
" tidak usah menasihati ku" bukankah ucapan dari sersan sangat kurang ajar.
" Sean kau ini" Adam hampir saja melayangkan tamparannya kepada sersan saking emosinya.
dan Adam langsung pergi meninggalkan Sersan ruang berada di ruangan makan takut emosinya semakin tak terkontrol.
membuat sersan tersenyum miris melihat kepergian dedynya. demi apapun ia belum terima kepergian momy Angela menurut nya gara gara kedua adiknya sampai sekarang ia tidak merasakan kasih sayang seorang ibu lagi itulah egoisnya sersan.
sersan pun pergi menuju ke garasi mobil dan menghidupkan motornya.
Adam yang berada di balkon melihat kepergian putra sulungnya hanya menghela nafasnya dengan kasar.
sersan melajukan kendaraannya dirinya sudah 5 kali mengitari jalanan pusat kota untuk yang indah pada malam hari menghilangkan kekesalan yang ada di dalam pikirannya.
__ADS_1
sersan berhenti di taman kota dan duduk di sebuah kursi taman dan menghadap ke arah danau kecil yang berada di taman itu.
" momy.." lirih sersan dengan sedih.
sersan memejamkan matanya sejenak.
" sersan rindu sama momy" ucap sersan dengan terisak Isak menangis.
" hiks.. hiks.. momy Sersan kangen "
" momy..." teriak sersan dengan sekeras kerasnya beruntung taman sudah sepi karena cuaca seperti nya akan menandakan sebentar lagi hujan akan turun.
sudah 10 menit sersan menangis sampai terdengar suara Guntur tapi dirinya belum mau beranjak dari tempat duduknya.
hujan deras pun turun membasahi bumi seakan tahu bahwa sersan sedang bersedih.
Sean heran dirinya tidak terkena hujan dirinya mendongak ke atas sudah ada sebuah payung melindungi nya dan tepatnya itu adalah Mirah.
" hujan malam tidak baik bagi tubuh" ucap Mirah dengan tersenyum manis.
" bukan urusanmu" ketus sersan.
" jika aku sakit siapa yang peduli"
"kau masih punya dedymu"
" tentu saja ada yang mengkhawatirkan dirimu" sersan tersenyum getir mendengar ucapan dari Mirah.
__ADS_1
" kalau pun tidak ada yang mengkhawatirkan dirimu pikirkan ibumu di atas sana pasti ia sedih melihat mu yang seperti ini" ucapan Mirah membuat sersan terdiam.
" jangan bawa bawa ibuku"ucap sersan dengan marah.
" bukan begitu tapi pikirkanlah, walapun ibu mu sudah pergi jauh dari kalian tapi ia melihat dari atas bagaimana keadaan mu saat ini ,sekarang kamu sedang bersedih bagaimana kalau ibumu ingin menghapus air matamu tapi ia tidak bisa melakukan nya karena ia sedang berada di atas sana maka yang bisa ia lakukan hanya menangis melihat sersan sedang bersedih " jelas Mirah panjang lebar kepada sersan
" mari ikut Tante" seperti terhipnotis sersan mengikuti Mirah dari belakang.
Mirah membawa sersan ke apartemennya.
" gunakan kamar ini mandilah pakai air hangat dulu dan ini handuk mu aku akan membeli kan baju untuk mu di bawah" dengan patuhnya sersan mengikuti ucapan dari Mirah.
sersan langsung menuju kamar mandi untuk mandi begitu pula dengan Mirah pergi ke bawah samping apartemen ada sebuah toko baju yang akan ia beli untuk sersan.
di apartemennya Mirah terdapat dua kamar jadi kamar yang tidak terpakai ia berikan kepada sersan untuk mandi.
ceklekk..
sersan telah selesai mandi ia melilitkan handuk di pinggangnya sehingga terlihat badan kekar nya yang sangat menggoda iman bagi kaum wanita.
sersan melihat seisi ruangan kamar dan tidak menemukan Mirah.
ceklekk..
" ah kamu sudah selesai mandinya ini baju mu" Mirah meletakkan bajunya di tempat tidur.
" pakai bajumu nanti kamu masuk angin aku akan membuat teh hangat untuk mu sebentar" sersan hanya diam saja tapi ia melakukan apa yang di ucapkan oleh Mirah.
__ADS_1