My Duda favorit

My Duda favorit
Bab 18 permintaan sersan


__ADS_3

ternyata benar ucapan dari Mirah bahwa hujan malam tidak baik bagi tubuh dan ini adalah akibatnya semalam ia jadi demam dan yang merawatnya adalah Mirah ia seperti kembali merasakan kasih sayang seorang ibu itu kembali.


tok..tok...tok..


Mirah yang berada di dapur heran ada yang mengetuk pintunya ia segera mematikan kompor nya dan melihat siapa yang bertamu pagi pagi buta seperti ini ke rumahnya.


ceklekk..


" tuan.." bengong Mirah sambil terkejut dan ekspresinya sangat menggemaskan dengan matanya yang bulat dan pipinya yang tembem ingin rasanya Adam mencubit pipinya Mirah.


Adam tidak bisa menyembunyikan senyumannya apalagi Mirah tanpa make up sangat cantik yang masih terbalut dengan apron bergambar hello Kitty berwarna pink yang sangat imut.


" hmm.." dehem Adam.


" ah .maaf tuan silahkan masuk.." Mirah mempersilahkan Adam untuk masuk.


" Dedy.." ucap sersan yang baru keluar dari kamarnya pasalnya ia pun mendengar ketukan dari pintu.


" maaf saya harus ke dapur dulu" mirah mengerti sepertinya ayah dan anak ini butuh bicara dulu.

__ADS_1


jangan tanya kenapa Adam tahu keberadaan putranya saat ini tentunya dengan kekuasaan.


" sersan bagaimana keadaan mu" tanya Adam berbasa basi.


" aku baik" jawab sersan singkat.


" Dedy minta maaf nak" kata Adam menatap putranya yang hampir ia layangkan sebuah pukulan.


bagaimana pun ia memberikan perhatian dan kasih sayang tetap saja peran ibu lebih berpengaruh terbukti sampai sekarang bagaimana sifat sersan yang dulu baik, penurut, dan patuh lalu setelah kepergian almarhum istrinya sifat Sean berubah derastis.


" maaf tidak bisa mengontrol emosi Dedy waktu itu" sesal Adam kepada sersan dan menatap dalam ke wajah putranya.


" tuan minum dulu' Mirah meletakkan teh nya diatas meja.


tiba tiba sersan berdiri Adam dan Mirah menatap ke arah sersan lalu berjalan menghampiri Adam dan..


sersan langsung berlutut di kaki Adam.


" Dedy.." ucap sersan sambil menangis.

__ADS_1


" maafkan sersan Dedy...sersan salah hikss..hiks..sersan yang selama ini egois kepada Dedy.. Sean dan Elson, sersan tidak memikirkan bagaimana Dedy merawat kami tanpa ada sosok momy di samping Dedy, maaf.. " tangis pilu sersan bahkan Mirah tidak tahan untuk menangis melihat bagaimana tangisan sersan yang sangat menyathati.


" Dedy yang minta maaf belum bisa jadi Dedy yang baik bagimu" sambil memeluk sersan bahkan Adam pun ikut menangis sungguh sangat terharu bagaiman sersan meminta maaf kepadanya dan sersan sangat jarang menangis.


"tidak Dedy.. tapi sersan yang salah hikss.. hikss...maaf kan sersan Dedy.. sersan janji akan menjadi anak yang patuh lagi.." ucap sersan yang sangat menyesal sebesar besarnya dengan tangis yang sangat pilu.


" berdiri lah Dedy selalu memafkanmu sebelum kamu minta maaf duluan" ucap Adam sambil memeluk putranya dengan erat menyalurkan kasih sayangnya kepada sersan.


dan hal itu membuat tangis sersan semakin menjadi jadi walapun sersan sudah besar tetap saja ia adalah seorang anak yang sangat membutuhkan sosok seorang ayah dan ibu dan disinilah Mirah yang menyaksikan kejadian antara ayah dan anak ini.


setelah hampir lima menit berpelukan akhirnya sersan melepaskan pelukannya dan menatap Adam.


" sersan ada permintaan untuk Dedy" ucap sersan dengan serius.


" apa nak katakanlah Dedy pasti mengabulkan untuk" ucap Adam karena sersan sangat jarang meminta apapun kepada nya membuat sersan tersenyum simpul.


" aku ingin Tante ini menjadi momyku.."


" APA.."

__ADS_1


__ADS_2