
dor....
dor..
"ahhhh" bukk..
Mirah membuka matanya dan terkejut mendengar suara tembakan.
 pertama yang ia lihat adalah ayahnya berada di jendela yang sedang berjalan ke arahnya dan Ronald yang sudah terbaring di depannya dengan bersimpah dara.
" ayah..." ucap Mirah dengan nada bergetar.
tumpah sudah tangisan Mirah dan memeluk ayah nya dengan erat.
" maaf kan ayah nak" dengan mencium kepala putrinya dengan sayang.
tiba tiba Mirah merasa penglihatannya jadi gelap dan akhirnya ia pingsan di pelukan stev"
.......flashback.......
Di lain tempat kini di sebuah mansion Adam rich Damendra di buat pusing oleh putra bungsung nya itu
brakkk.
" bocil... dimana topi dan dasiku.." teriak Seanovic Damendra putra ke dua dari Adam rich Damendra yang sedang duduk di bangku kelas 3 SMP.
__ADS_1
membuat Adam dan Elson terkejut.
" aku tidak tahu" sahut Mikhelson Damendra atau sering di panggil dengan Elson putra bungsu dari Adam rich Damendra dan putra bungsu keluarga Damendra ini barada di kelas 3 SD.
"Elson aku tidak sedang main - main" ucap sean dengan prustasi karena ini adalah hari Senin yang paling ia benci dan lalu menghampiri Elson.
" tangkap aku kalau bisa" Elson berlari mengitari sofa sedang kan Sean mengejar Elson.
" bocilll...."teriak Sean.
" hahaha... "
Sean dan Elson sudah seperti Tom and Jerry yang saling kejar mengejar tanpa ada yang mau mengalah
" Elson cepat berikan dasi dan topi kak Sean dan pakai pakaian mu atau kau akan Dedy tinggalkan" ucap Adam dengan tegas.
Elson seketika berhenti berlari.
" dengar tuh bocil.. cepat berikan" ucap sean seolah mengejek Elson dan mengadah tangannya ke arah Elson.
" baik Dedy .." bukannya memberikannya secara baik baik Elson malah melemparkan nya ke wajah Sean lalu tersenyum puas.
yang mana membuat Sean mendengus kasar.
" Elson kau.."
__ADS_1
" Sean cepat bersiap siap dan turun ke bawah untuk segera sarapan" ucap Adam .
Adam,Sean, dan Elson kini berada di ruang makan setelah acara drama pagi itu.
" Sean pergi panggil sersan ke kamar nya untuk segera turun " ucap Adam sambil melihat jam tangannya.
" tidak perlu" sahut sersan dengan datar dari arah belakang dan langsung menarik kursinya.
yah sersanovic Damendra putra pertamanya lebih pendiam dari Sean dan Elson yang sangat berbedah jauh seperti bumi dan langit kini sersan sudah berada di kelas 3 SMA menengah atas. sejak kematian dari Angela ziyi forbes ( istri dari Adam )sersan lebih pendiam Bahkan sangat dingin dan tak tersentuh.
"sersan kau hati hati bawa motornya" ucap Adam.
" hmmm" jawab sersan tanpa melihat ke arah Adam dan langsung menancapkan gas motornya.
" woy kalau orang tua itu bicara di jawab dong" teriak Sean kesal dengan sikap sersan.
" sudah cepat masuk mobil nanti kalian terlambat" sahut Adam.
" kak sersan kalau tidak di bilangan malah nanti semakin melunjak Dedy" dengus Sean.
" mungkin sersan masih butuh waktu" jawab Adam.
" sampai kapan" ucap sean dengan kesal dan langsung masuk ke mobil sedang kan Elson sudah berada di mobil dari tadi.
seperti inilah kehidupan sehari hari dari Adam setiap pagi harus mengurus si bungsu dan harus mengantar Sean dan Elson pergi ke sekolah walaupun banyak sopir dan maid tetapi jika menyangkut anaknya Adam lebih suka turun tangan sendiri.
__ADS_1