My Enemy My Lover

My Enemy My Lover
Part 23


__ADS_3

"Hemb!!".Suara deheman Dewi menyadarkan Ayu dan Elang.


Tampak keduanya menjadi canggung satu sama lain.Sedangkan Dewi masih menatap tidak suka ke arah Ayu.


"Sorryy".Kata Elang menghilangkan kecanggungan.


"Enggak papa kok.Thenk yaa buat ini?".Kata Ayu masih dengan tingkah canggungnya.


Keduanya diam.Satu slimut untuk berdua sambil menikmati senja di puncak,sungguh suasana yang menenangkan.


Matahari semakin tenggelam dan digantikan oleh bulan purnama yang sangat indah.Suasana bertambah menjadi dingin.Ayu semakin mengeratkan selimutnya.Untung saja slimut yang Elang bawa lumayan besar jadi membuat Ayu tidak harus berdekatan rapat dengan Elang.


Begitupun dengan Elang,dia merasa sangat canggung dengan situasi ini.Jantungnya berdetak kencang.Ada rasa yang begitu membuncah ketika berdekatan dengan Ayu.


"Guys,gue sama Evab udah nyiapin barang-barang untuk acara bakar bakar malam ini!".Seru Ahmad.


"Emang lu bawa daging?".Tanya Bima.


"Di Villa Ayu stoknya masih ada!".Jawab Ahmad sambil cengengesan.


"Emang Lo udah ambil?".Ayu memastikan.


"Nih!!..Udah disiapin sama Ibu Ibu yang bekerja disana plus bumbunya.Jadi kita tinggal bakar aja!".Cerocos Ahmad dengan semangat.


"Kelamaan nunggu kalian! Nih gue udah siapin alatnya".Kata Evan yang sudah siap dengan alat pembakarnya.


Elang yang masih terbengong hanya diam tanpa ada rasa ingin beranjak.Hawa dingin dan hembusan angin membuatnya enggan untuk beranjak dari tempatnya sekarang,apa lagi ditemani Ayu.


"Udah sana,bantuin kek malah bengong aja!".Kata Ayu menyadarkan Elang.


"Dingin Ay,gue terima beres aja dehh!".Kata Elang masih Kekeh dengan slimutnya.


"Ya udah kalau gitu gue yang bakar".Kata Ayu sambil beranjak dari duduknya.


"Ya udah,kalau gitu gue ikut bakar aja".Kata Elang sambil beranjak juga.


"Terus mau Lo gimana?".Tanya Ayu sambil menyilangkan tangannya di dada.


"Gak asik banget Lo Lang!".Kata Vina.


"Ay,gue lihat lihat Elang nurut kalau sama Lo jadi Lo aja yang membakar ayamnya sama Elang".Putus Rita.


"Ya gitu juga boleh?".Kata Elang sambil mengedipkan sebelah matanya genit.


"Jijik gue!".Acuh Ayu sambil menuju ke tempat yang sudah disediakan Evan.


"Bima Lo juga ikut ngebakar,kalau cuma mereka maka jadinya lama.Gue udah bawa satu lagi tadi".Kata Ahmad.


"Masak enggak selesai sihh?".Kata Bima.


"Lo lihat aja mereka dari tadi beradu argumentasi mulu!".Kata Vina.


"Gue sama siapa nihh??Kalau sendiri ya ogah lahh!".Seru Bima.


"Sama aku aja!".Kata Dewi dengan semangat yang niatnya ingin memanas manasi Elang agar Elang cemburu.


"Rita dan Vina kalian buat bumbunya Gue dan Ahmad mau cari kayu bakar buat api unggun".Kata Evan.

__ADS_1


"Siap dehh!".Seru Vina dan Rita.


Mereka segera melaksanakan tugasnya masing-masing.Jangan ditanya Elang dan Ayu seperti apa? Yang jelas keduanya selalu ribut,kadang mereka ketawa bersama dan kadang saling beradu mulut.


"Eh Lang,gue mau buang air kecil dulu ya?! Tunggu bentar!".Kata Ayu yang sudah kebelet.


"Butuh bantuan gakk??". Gurau Elang.


"Gue timpuk sepatu nihh!!".Seru Ayu.


Ayu segera pergi ke kamar mandi di dalam Villa.Sedangkan Elang masih sibuk dengan tugas membakarnya.


Saat tengah sibuk membakar ikan,tiba tiba Dewi datang menghampiri Elang.Kebetulan sekali tadi Bima pamit untuk menyusul Ahmad dan Evan mencari kayu bakar setelah tugasnya selesai karena ayam mereka lebih sedikit dari pada ayam Ayu dan Elang.


"Lagi sibuk ya?".Tanya Dewi basa basi.


"Hmmm".Jawab Elang masih sibuk dengan ayamnya.


"Bileh aku bantu?".Tawar Dewi yang hanya dibalas lirikan mata oleh Elang.


"Kamu kenapa sihh berubah banget sama aku?".Tanya Dewi dengan mengahadap Elang.


"(...)".Elang masih diam saja.


"Jawab dong!!".Kata Dewi.


"Jawab apa?".Tanya Elang masih acuh.


"Kamu kenapa berubah?".Tanya Dewi lagi.


"Gue enggak berubah sama sekali,gue masih Elang bukan Ultraman".Kata Elang.


"Emang Lo siapa gue?".Tanya Elang sambil menatap Dewi dengan tatapan yang datar.


"A aku hanya ingin kamu seperti dulu lagi".Kata Dewi dengan lirih dan rasa takut melihat ekspresi Elang.


Dari kejauhan tampak sepasang mata memperhatikan mereka,dan dia mendengar dengan jelas apa yang dikatakan Dewi.


Hati Ayu mendadak sakit,seperti ada jarum yang menusuk hatinya.Ayu tak berniat untuk menghampiri keduanya.Kakinya terlalu kaku untuk berjalan.Kedua matanya sudah berkaca-kaca.


"Kenapa sih gue?".Kata Ayu.


"Kenapa tiba-tiba gue nangis??Dan Iki juga kenapa hati gue juga sakit?". Tambahnya.


Dewi yang menyadari kehadiran Ayu malah semakin mendekati Elang,sedangkan Elang tampak diam saja.


Dengan sengaja Dewi memeluk Elang dengan sangat erat,sedangakan Elang sama sekali tidak membalas pelukan Dewi.


"Kenapa hati gue tambah sakit melihat mereka berpelukan?".Tanya Ayu kepada diri sendiri.


Ayu segera pergi meninggalkan tempat itu dan segera bergabung dengan Vina dan Rita yang sedang menyiapkan tempat untuk makan.


Elang segera mengetahui keberadaan Ayu ketika Ayu beranjak pergi meninggalkan mereka.Elang segera melepaskan pelukan Dewi dan ingin mengejar Ayu namun tangannya dipegang Dewi.


"Ayamnya belum selesai,nanti anak anak nungging"Kata Dewi dan dengan terpaksa Elang melanjutkan bakaranya ditemani Dewi.


"Udah selesai bakar ayamnya?".Tanya Rita yang mengetahui kedatangan Ayu.

__ADS_1


"Gue enggak tau!".Jawab Ayu.


"Lo nangis Ay?".Tanya Vina yang melihat wajah Ayu agak sedikit sembab.


"Enggak kok,tadi pas gue jalan enggk sengaja kena hewan kecil".Kata Ayu mencari cari alasan.


"Di obatin aja!".Ucap Rita.


"Mau gue obatin?".Tawar Vina.


"Enggak usah,nanti juga pedihnya hilang".Kata Ayu.


"Ya udah,sini gue bantuin!".Tambah Ayu.


"Bukanya Lo masih bakar ayam sama Elang ya?".Kata Rita heran dengan Ayu.


"Elang udah ada yang nemenin".Kata Ayu acuh.


"Siapa??Orang anak laki-laki pada mencari kayu buat api unggun!".Ucap Vina.


"Elang udah dibantu Dewi".Jawab Ayu yang membuat mereka tercengang.


"Lho!! Kok gitu?? Dewi balikan apa sama Elang?".Tanya Rita.


Ayu hanya mengangkat bahunya malas.


"Tu orang maen nyosor aja!". Kata Vina jengkel.


"Udah enggak papa kok,lagian gue juga jadi bisa bantuin kalian!".Ucap Ayu sambil tersenyum walau di paksakan.


Setelah semuanya selesai dan anak Laki-laki yang mencari kayu sudah kembali,mereka segera menyantap Ayam itu sambil mengelilingi api unggun.Ayu nampak lahap memakan ayamnya.


"Lo doyan apa laper?".Tanya seseorang yang dengan santainya duduk disebelah Ayu.


"Kesurupan!".Jawab Ayu sengal.


"Galak amat neng?!".Kata Elang.


Ayu hanya melirik Elang sebentar lalu meneruskan makannya.


@


@


@


@a


@


@


@


@


Maaf ya telat Up karena sedang ada kendala ini...

__ADS_1


jangan lupa like + coment + vote ya cerita ku...


Terimakasih😉😉


__ADS_2