
oh iya,. aku menepuk jidat
hari ini kan keluarga abraham akan datang kerumah untuk membicarakan tentang pertunangan, ujar ku baru ingat.
apakah kamu menyukainya?, tanya vincen
sebenar nya vincent agak sedikit takut kalu jawaban mazaya ,iya, karena ia mulai menyukai gadis itu.
sementara mazaya ia tidak menjawab pertanyaan vincent, ia malah sibuk sendiri
"bagaimana bisa aku melupakan hal sepenting ini,ujar nya dengan suara yang sedikit meninggi.
vincent sedikit menonggak kepalanya, mendengar ucapan mazaya,
aku ada urusan mendesak! aku pergi dulu bye pamit mazaya,ia buru buru pergi dari restoran meninggalkan vincen dan pekerjaan nya,
wah.. ujar padli yang melihat mazaya lari terbirit birit setelah mendengar kata tunangan,dari tuan muda nya, lalu ia berbalik ke hadapan tuan nya. "tuan muda" tapi tidak ada jawaban ,yah kasian pasti tuan muda tepuku gumamnya pelan.
sementara vincent hanya diam matanya memandang kosong kerah barisan kursi yang ada di restoran itu. ya tuhan sakit rasanya ia baru pertama kalinya merasakan jatuh cinta,tapi dipaksa untuk berhenti sebelum memulainya. karena gadis yang ia sukai sudah di jodohkan malah akan segera bertunangan dengan laki laki lain.
padli tak tega melihat tuan mudanya tepukul ia mencoba mehiburnya"tuan muda bagaimana kalu kita makan? .
makan.. makan.. makan.. makan saja paha ayah mu!jawab vincen sewot
__ADS_1
hah.. padli menggaruk kepalanya yang tidak gatal,karena mood vincent sedang jelek, mereka berdua pun pergi meninggalkan restoran .
tuan muda kita mau kemana sekarang ?tanya padli ketika mereka sudah di dalam mobil.
ke taman kota,anterin saya ke situ" ujar vincen dengan wajah datar nya .
padli pun paham pasti tuan mudanya mau menangkan pikiran nya, karena kebiasaan vincent kalu sedang sedih, pusing masalah pekerjaan ia pasti ke taman hanya sekedar duduk dan ngeliatin orang orang yang sedang bermain ,
10 menit kemudian tiba d taman, vincent pun di bantu padli duduk di kursi taman"tinggal kan saya sendiri "ujar nya.
iya tuan!
padli pun pergi menjauh dari vincen ,tapi tetap dia mengawasi vincent dari tempat nya.
tinggal lah vincen muka nya muram ia gelisah berapa kali dia mengetik pesan lalu meng hapusnya kembali,ia ingin meminta mazaya jangan menerima pertunangan itu, tapi dia tidak bisa, karena dirinya bukan siap siap nya mazaya.
kenig vincen mengerut ke atas mendengar saran asistenya.
sementara di sebuah rumah mini malis yang tak lain rumah monica lebih tepat nya di ruang keluarga di atas sopa ,johan sedang ngomel ngomel sama monica" aku suruh kalian jangan tergesa gesa, ikuti rencana ku ."ujarnya
monica hanya diam dan menyuapi john buah
sekarang kau membuat masalah menjadi seperti ini, apa yang sekarang kau lakukan?ujar nya lagi dengan suara sedikit meninggi
__ADS_1
monica yang melihat sang suami mulai marah pun ia mencoba merayu dan bergelayut manja di tangan johan.
"aiih. ..bagaimana bisa aku tidak tergesa gesa, melihat mazaya akan segera menjadi anggota keluarga abraham,kalau mereka sudah menjadi satu keluarga yang menerima harta kekayan george jadi bertambah satu orang lagi bukan,? ujar monica
pich.. diam apakah pemikiran mu tidak lebih luas lagi? bisnis keluarga abraham sangatlah besar, dua keluarga yang di ikat oleh pernikahan itu adalah bisnis.. bisnis, ujar john,
bisnis "ucap monica
oh mengantuk ngagukaan kepala nya padahal ia tidak mengerti.
sudah mengerti sekarang"tanya john
tidak, jawab monica.
aiih.. kirain sudah mengerti desis john.
di sela sela perdebatan nya mereka di kagetkan teriakan vania.
"ayah ibu aku pergi dulu,
"kau mau pergi kemana lagi? tanya john dengan suara tegas nya.
"ada sedikit masalah jawab vania sambil memakai sepatu.
__ADS_1
john yang tau putri nya sedang dekat dengan anak dari keluarga abraham pun mengingat kan vania, jangan membuat masalah untuk ku,jika sampai kau berbuat sembarangan? tugas nya.
"dia yang menyukai ku, bukan aku menyukainya "sergah vania tidak terima.