
Karren memandang jauh keluar kaca dinding kantornya...
Dibenaknya berharap ada yang bisa menolongnya... tiba-tiba teringat Juan Verrel ..Karren hanya bisa menunggu karena dia tahu Juan sedang tidak di dalam negri...
Karren sudah bingung dia sudah kesana kemari mencari investor tapi nihil Karren berdiri menapaki kakinya kedekat kaca jendela sambil memandang keluar jendela ruang kerja almarhum ayahnya itu kaki nya lemas iya terduduk dan merengkuh lutut nya menangisi keadaan nya Karren butuh sandaran menenggelamkan kegundahan hatinya ingin sekali berbagi kepada orang lain ... Kepada Kenzu...
Tiba-tiba teringat Kenzu adik nya...
" Tidak tidak Kenzu sedang menempuh studi nya aku tidak ingin membuat kekacauan...Kenzu kakak rindu sayang..." Batinnya
Karren terus menangis sambil memeluk lututnya...
Tiba-tiba ponsel berbunyi...
Nomor tidak dikenal Karren mengernyitkan dahinya siapa ya gumam dalam hati sambil menghapus air mata dengan jari-jari nya
" Ya selamat siang" ucap Karren
" Selamat siang nona Karren tsarnetta Wijaya ini dari perusahaan DE'herarko Group pesan nona untuk menemui tuan Juan Verrel Louise sudah sampai dan tuan hari ini membuat janji bersama nona bertemu malam ini jam 8 di star*****ch cafe meja 96" jelas nya
" Ya saya akan datang" jawab Karren menyunggingkan senyumnya...
__ADS_1
Karren telah siap untuk pertemuan nya dengan Juan ia memandangi wajah nya didepan kaca...
Ya sangat simpel sudah membuat gadis itu cantik mempesona...
Di lain tempat
" Hito gadis ini membuat aku gila aku mencari kemana-mana tapi sekarang dia yang ingin bertemu" Juan tampak antusias bercerita dengan asistennya itu
Hito hanya tersenyum sambil mengecek email di ponselnya meneliti agenda pertemuan tuannya
" Malam ini aku akan menemuinya sendiri kau hito tidak usah menemani ku ... pergilah untuk mencari pasangan...oh ya meja berapa ??? Juan memastikan
Karren sudah sampai dan menunggu di meja sesuai perkataan wanita siang tadi menelpon nya meja 96 yang tepat di lantai dua cafe itu...
Sudah setengah jam dia menunggu tapi tuan Juan belum muncul...
Juan menyeringai sebelum menaiki mobil nya..
Memakai tuxedo nya dan melajukan mobilnya setelah beberapa menit diperjalanan
__ADS_1
"Shit...!! Kenapa harus macet " umpat Juan kesal..
Menunggu setengah jam baru sampai ke cafe Juan bergegas masuk dan duduk di meja 69 yang berada di lantai dasar...
Mereka saling menunggu ternyata ada kesalahan antara nomor meja yang mereka duduki...sekretaris Juan salah menyebutkan nomor meja kepada Karren...
Berjam-jam saling menunggu sampai cafe sudah akan ditutup...
" Maaf nona cafe kami akan tutup sebentar lagi" ucap karyawan cafe
Karren berdiri membalas ucapan karyawan itu dengan tersenyum padahal hati nya seperti di tusuk-tusuk serasa dipermainkan oleh kekasihnya padahal Karren menunggu pemilik perusahaan dan ini juga masalah pekerjaan tapi hatinya terbawa suasana bahkan dia tak membawa mobil karena tadi memang sengaja menaiki taksi tanpa terasa air mata Karren jatuh membasahi pipi mulusnya
Karren menuruni tangga dengan gontai sambil berpegangan kaki nya lemas menerima kenyataan perusahaan nya..
" Maaf tuan cafe kami akan segera ditutup " ucap manajer cafe
" Shit... !! " Umpat Juan berdiri dan meninggalkan cafe menuju parkiran
" Kenapa dia membodohi ku seperti ini? Aku gila diperlakukan seperti ini beraninya dia...aaahhhhhh" umpat Juan penuh emosi dengan memukul kemudi mobil nya..
Belum juan melajukan mobilnya dia memandang keluar jendela kaca mobil nya hujan turun deras Juan mulai menginjak pedal gas nya melajukan mobilnya keluar parkiran dan apa yang dilihatnya di bawah guyuran hujan deras seorang gadis sedang menunduk menangis dipinggir jalan....
Siapa lagi kalau bukan.......
__ADS_1
KARREN