My Hot Step Mother

My Hot Step Mother
Bab 10 : Scandal Leonardo


__ADS_3

Leonardo yang tengah berada di kantor, langsung mengalihkan pandangannya saat melihat pintu ruangannya terbuka.


Doni dengan kursi roda dan di bantu bawahannya langsung masuk ke dalam ruang kerja Leonardo, dengan tatapan sinis pria itu menatap Doni menandakan ketidaksukaannya.


"Apaan ini, kau malah membuat scandal dengan wanita yang tidak jelas!" Maki Doni dengan kesal, ia langsung melemparkan koran yang ada di tangannya.


Leonardo mengambil koran tersebut, ia menatap dingin dan tersenyum mengejek. "Lalu apa masalahnya dengan mu?" tanya Leonardo.


"Tentu saja ini masalah ku, kau malah bermain dengan wanita j*lang yang membuat nama perusahaan kita tercoreng!" Maki Doni.


Leonardo tersenyum, "Wanita yang kau sebut jal*Ng itu adalah istri mu sendiri." Batin Leonardo.


"Harusnya kau berkaca, kau bahkan menikah dengan anak ingusan. Apa kau pikir hal itu tidak mencoreng nama baik perusahaan? Mungkin orang-orang yang tidak menyukai mu akan berpikir jika kau seorang PEDO." Ejek Leonardo.


Wajah Doni seketika merah padam, "Leonardo jaga..." Tapi sebelum menyelesaikan perkataannya, Doni langsung memegang dadanya dan tidak sadarkan diri.


Asisten Doni langsung panik seketika, Leonardo hanya menatap dingin tanpa ada niatan membantu sama sekali.


"Kau Sebaiknya cepat-cepat bawa pria tua itu ke rumah sakit, aku tidak mau jika dia sampai mati di kantor ku." Ucap Leonardo yang kembali duduk dan fokus ke laptop miliknya.


Setelah kepergian Doni, Leonardo langsung membuka handphone miliknya dan melihat berita tentangnya.

__ADS_1


"Dasar orang-orang sampah!" Maki Leonardo kesal.


Ia langsung menelpon pihak media yang berani menerbitkan berita tentangnya, bahkan Leonardo tanpa ragu-ragu akan menuntut perusahaan media tersebut atas pencemaran nama baik.


***


Bella yang mendengar kabar jika Doni masuk ke rumah sakit pun langsung bergegas menemui suaminya, meski ada rasa malas di hati Bella untuk datang ke rumah sakit.


"Mas, bagaimana bisa kau masuk ke rumah sakit." Ucap Bella dengan wajah yang panik dan penuh kekhawatiran.


"Ini semua gara-gara anak itu, semakin hari dia semakin tak tahu diri. Dia selalu melawan ku saat aku memberikannya nasehat, dan yang lebih parahnya dia malah membuat scandal dengan wanita j*lang di dalam mobil." Omel Doni dengan wajah merah berapi-api.


"Sudahlah Mas, lagi pula Leonardo sudah dewasa. Jadi biarkan saja dia mencari belahan hatinya," jawab Bella yang berusaha menenangkan Doni.


"Tidak, dia tidak boleh menikah dengan sembarangan wanita. Apa kata kolega ku nanti jika Leonardo sama bersama dengan wanita yang tidak berpendidikan." Jawab Doni yang kesal.


Bella hanya menghela nafas, ia pun langsung meminta assisten Doni untuk membelikan bubur.


"Mas, aku harus pergi dulu." Ucap Bella yang bangkit dari tempat duduknya.


"Mau kemana?" tanya Doni yang sedikit kesal.

__ADS_1


"Aku masih ada urusan kampus yang harus segera di selesaikan," jawab Bella yang tengah bersiap.


"Kau ini, semakin hari malah semakin melunjak!" Teriak Doni, Bella langsung melihat ke arah Doni dengan perasaan sedikit takut. "Sebaiknya kau berhenti kuliah saja." Ucap Doni.


Bella seketika marah, ia paling tidak suka dengan orang yang mengatur pendidikannya. "Untuk apa aku berhenti! Lagi pula aku meminta mu untuk membayarkan kuliah ku!" Jawab Bella kesal.


"Bella, jaga mulutmu itu. INGAT AKU SUAMI KU DAN JIKA KAU BERANI MACAM-MACAM DENGAN KU, AKU AKAN MENGHENTIKAN BIAYA PENGOBATAN ADIK MU!" Ancam Doni.


Bella tersenyum sinis, "Saat adik ku butuh obat kau malah mengabaikannya, dan sekarang kau masih berani mengancam ku?!" Maki Bella.


"Jika seperti ini terus, lebih baik kita akhiri pernikahan ini dan aku tidak peduli dengan hutang orang tua ku." Jawab Bella.


Doni pun langsung panik, ia tidak ingin kehilangan wanita cantik di depan matanya. "Sayang, maafkan aku. Hubungan ini tidak bisa berakhir, aku mencintaimu." Doni langsung memegang tangan Bella dengan lembut dan memohon kepadanya.


Bella terdiam dengan perasaan terkejut, ia tidak menyangka jika Doni malah mengemis cinta kepadanya bukannya marah.


"Emm.. Baiklah, tapi aku tidak suka jika mas terus menghina dan mengancam ku dengan hal seperti itu. Bukankah kita suami istri, tapi kau malah selalu memperlakukan ku seperti orang asing yang numpang hidup kepada mu." Ucap Bella dengan air mata yang mengalir membasahi kedua pipinya.


Doni pun langsung memegang tangan Bella dan mengelus punggung tangan wanita itu, "Maaf sayang. Aku berjanji tidak akan pernah mengatakan hal seperti itu."


Bella tersenyum, lalu ia kembali meminta izin untuk pergi ke kampus dengan berat hati Doni mengizinkan istri nya untuk pergi.

__ADS_1


__ADS_2