
Bella berjalan dengan perlahan memasuki rumah, jantungnya terus berdetak dengan kencang. Ia masih takut jika Doni sampai mengetahui perselingkuhannya dengan Leonardo.
"Darimana saja kau?" tanya Doni yang sudah menatap Bella dengan tatapan tajam.
Wanita itu sedikit terkejut tapi ia tetap berusaha untuk tetap tenang, "Aku habis dari rumah sakit." Jawab Bella.
"Mengurus adik mu lagi?" tanya Doni yang terdengar tidak suka.
"Iya Mas." Jawab Bella dengan nada lembut.
"Kau harusnya sekarang sadar dengan keadaanmu, kau adalah wanita yang sudah memiliki suami. Bagaimana bisa kau malah mengurus adik mu daripada suami mu sendiri!" Maki Doni dengan emosi yang membara.
Bella hanya bisa tersenyum pasrah, "Maaf Mas, keadaan adik ku tadi sangat buruk." Jelas Bella.
"Lalu kau anggap keadaan ku baik-baik saja?" tanya Doni yang malah semakin marah dan terus memaki Bella.
Pintu pun tiba-tiba terbuka menampilkan sosok Leonardo dengan kemeja yang acak-acakan. Pria itu pun melihat ke arah Doni yang tengah duduk di atas kursi roda.
"Darimana saja kau? Dan kenapa kau pulang dengan pakaian yang acak-acakan," maki Doni yang tidak menyukai tampilan Leonardo.
"Tentu saja menghabiskan hari seperti anak muda, memangnya aku pria tua yang menghabiskan harinya di atas kursi roda." Ejek Leonardo.
"Leonardo jaga ucapkan mu! Aku ini ayahmu!"
Leonardo tersenyum mengejek, lalu matanya melihat ke arah Bella yang menatapnya dengan perasaan gugup.
Lalu pria itu langsung pergi begitu saja meninggalkan Doni dan Belle, Doni langsung meminta Bella untuk membawanya ke dalam kamar.
Di dalam kamar, Doni langsung memegang tangan Bella.
"Bella sayang, kau jangan sampai memikirkan pria lain." Pinta Doni dengan sangat lembut.
Bella tersenyum, "Iya Mas, aku berjanji kepada mu hanya kau yang ada di hidupku." Jawab Bella.
__ADS_1
"Tentu, bagaimana jika kita melakukan nya sekarang." Pinta Doni yang sudah tidak sabar ingin menghabiskan waktunya bersama dengan Bella.
Deg...
Jantung Bella tiba-tiba berdetak dengan kencang, lalu ia ingat apa yang di katakan oleh Leonardo.
"Mas, sekarang kondisi mu kurang stabil. Aku tidak ingin jika kita melakukan nya sekarang, kau malah semakin sakit. Bagaimana jika kita menunggu sampai kau sembuh?" Bujuk Bella.
Doni pun menganggukkan kepalanya, "Kau memang istri yang sangat perhatian sayang," bisik Doni.
Lalu Bella pun bangkit, dengan perasaan gugup ia berjalan ke kamar mandi. Bella melihat pantulan dirinya di balik cermin, wanita itu seketika menghela nafas.
"Leonardo kenapa kau harus meninggalkan tanda merah, bagaimana jika Doni sampai tahu?" Gumam Bella bingung.
Ia langsung membuka semuanya pakaian, rasa sakit setelah kehilangan kesuciannya sedikit terasa.
Tapi Bella juga masih memikirkan perasaan nikmat yang luar biasa, kenikmatan yang membuatnya malah ketagihan.
Setelah selesai mandi, Bella keluar dengan menggunakan piyama yang hampir menutupi semua tubuhnya karena Bella tidak ingin jika Doni sampai melihat tanda merah yang ada di tubuhnya.
"Aku sedang tidak enak badan Mas, takut masuk angin." Jawab Bella dengan wajah yang sengaja di buat pucat.
"Baiklah, kau berbaringlah di samping ku." Pinta Doni.
Lalu Bella teringat dengan pesan Leonardo, Bella langsung memberikan susu hangat untuk Doni yang sudah di siapkan oleh Leonardo.
"Mas tadi aku meminta pelayan untuk membuatkan susu hangat untuk mu, sebentar aku ambilkan dulu yah."
Bella langsung pergi ke dapur, ia langsung mengambil susu yang sudah di campurkan dengan obat tidur.
Doni tanpa rasa curiga langsung meminum susu dari Bella, ia langsung memuji Bella dan membelai rambut istrinya.
Tanpa menunggu lama, rasa kantuk mulai datang. Doni pun perlahan langsung menutup matanya dan terlelap dalam tidur.
__ADS_1
Bella yang berbaring di samping Doni pun mulai bangkit, ia langsung mengecek kondisi Doni yang kini sudah tertidur lelap.
Terdengar suara ketukan di pintu kamar, Bella hanya tersenyum tipis karena mengetahui siapa yang tengah berada di depan pintu kamarnya.
"Leonardo," panggil Bella saat membuka pintu kamar.
"Apakah dia sudah tidur?" tanya Leonardo yang langsung masuk kedalam kamar.
"Iya." Jawab Bella yang langsung menutup pintu kamar.
Leonardo tersenyum tipis, ia langsung memeluk Bella dan menghimpit wanitanya. "Leonardo, apa yang kau lakukan?" tanya Bella dengan perasaan senang dan takut.
"Aku merindukanmu, aku tidak rela melihatmu menghabiskan malam bersama pria tua itu!" Bisik Leonardo yang langsung membuka kancing baju Bella.
Bella hanya memejamkan matanya, Leonardo pun langsung memangku tubuh Bella dan membawanya ke atas sofa yang berada di dekat ranjang.
Dengan penuh nafsu, Leonardo langsung membuka pakaian Bella. Ia mencium dan kembali meniduri istri dari ayahnya.
"Leonardo, kau anak durhaka." Ucap Bella di tengah kenikmatan yang sedang ia rasakan.
"Kau juga istri kurang aja!" Jawab Leonardo dengan senyuman.
Bella dan Leonardo terus melakukan hubungan intim, sesekali mereka terkejut ketika melihat Doni bergerak.
Hingga Leonardo mempercepat pergerakan tangannya dan langsung menyemburkan semua benih miliknya ke dalam rahim Bella.
Setelah selesai, Leonardo langsung merapihkan pakaian dan begitu juga dengan Bella.
Pria itu tersenyum, ia langsung mengajak Bella untuk tidur di atas ranjang.
Kini Bella dan Leonardo tidur di atas ranjang yang sama dengan Doni, Bella berada di posisi tengah tapi dengan wajah yang menghadap ke arah Leonardo.
"Bagaimana jika Doni bangun?" tanya Bella dengan perasaan takut.
__ADS_1
"Sebelum dia bangun, aku sudah tidak ada." Jawab Leonardo yang lengan memeluk Bella dan mencium kening wanita itu.
Di dalam pelukan Leonardo, Bella merasakan perasaan hangat dan senang. Ia pun mulai terlelap dalam tidurnya.