
Doni duduk diam dengan mata yang menatap tajam, ia sudah menunggu berjam-jam kepulangan Bella yang tidak kunjung datang.
Hingga pintu pun terbuka, menampilkan sosok Bella yang tengah berjalan seraya membawa sebuah 2 buah plastik putih.
"Mas," panggil Bella dengan suara lembut.
"Darimana saja kau?" tanya Doni dengan tatapan tajam.
"Maaf, aku tadi pergi dokter untuk konsultasi terkait susu yang cocok untuk ku minum dan aku juga membeli beberapa box susu untuk ibu hamil."
Bella langsung menunjukkan isi belanjanya, Doni seketika langsung melunak saat mengetahui kemana istrinya pergi hingga susah di hubungi.
"Sayang, jika kau ingin bepergian seperti tadi kau harus menelpon ku dan aku pasti akan menemani mu." Ucap Doni dengan senyuman lembut.
"Mas, aku tahu kau sekarang sedang sibuk dan aku tidak ingin menjadi penghambat aktivitas mu. Lagi pula aku masih sanggup untuk pergi berbelanja sendiri," jawab Bella dengan nada lembut dan penuh rasa pengertian yang membuat Doni semakin menyayangi istrinya.
"Iya, tapi kau bisa meminta bantuan Leonardo." Ucap Doni.
Bella langsung menggelengkan kepalanya, "Kau tahu kan, bagaimana bencinya Leonardo kepada ku? Aku tidak ingin membuat pria itu semakin membenci ku karena merepotkan nya."
Doni langsung menghela nafas, ia segera meminta pelayan untuk memanggilkan Leonardo agar segera datang ke tempatnya.
__ADS_1
Dengan langkah malas dan kesal, Leonardo menghampiri Doni dan menatap sinis pria tua di depannya.
"Ada apa kau memanggilku?" tanya Leonardo.
"Dimana saja kau?" tanya Doni dengan nada tinggi.
"Katakan apa mau mu?! Aku tidak memiliki waktu untuk basa-basi." Tegas Leonardo.
"Ibu mu tengah mengandung, apa kau tidak merasa kasihan sama sekali? Dia bahkan pergi ke Dokter sendirian, harusnya kau ikut bersamanya dan menemaninya. Apa kau ingin terjadi suatu hal kepada istri dan juga bayi ku?" tanya Doni dengan nada tinggi.
Bella langsung memegang tangan Doni, ia meminta suaminya untuk tidak membuat masalah dengan Leonardo.
Leonardo pun langsung bergegas pergi, ia berjalan kembali ke kamar hanya untuk mengambil jas miliknya.
"Mau kemana lagi kau?" Doni memicingkan matanya saat melihat Leonardo sudah bersiap untuk pergi.
"Tentu saja aku akan pergi ke kantor," jawab Leonardo dengan nada enteng.
"Di sore hari seperti ini?" tanya Doni dengan nada tegas.
"Bukan urusanmu, lagi pula aku bos nya. Dan mau jam berapapun aku datang tidak akan ada yang berani mempermasalahkannya," jelas Leonardo.
__ADS_1
Tapi Doni langsung menghalangi Leonardo, ia langsung mengatakan tentang perjodohan Leonardo dengan wanita bernama Anna.
Seketika rahang Leonardo mengeras, ia muak hidup di atur oleh pria tua itu.
Tanpa melihat situasi, Leonardo langsung berbalik ke arah Doni. Ia segera mencengkram kerah baju pria tua itu, dan bahkan mengangkat tubuh ayahnya.
"Jika kau berani melakukan hal itu! Maka aku akan membuat hidup mu menderita, Doni!" Ancam Leonardo.
"Leonardo, aku ayahmu!" Jawab Doni yang gemetar ketakutan melihat kemarahan putranya.
"Persetan dengan hubungan darah! Setelah kau selalu berselingkuh dari ibu ku dan menikah lagi dengan wanita itu, aku bahkan tidak pernah menganggap mu sebagai ayah ku!"
Leonardo pun langsung melepaskan cengkeramannya dan mendorong tubuh Doni hingga pria itu terjatuh ke lantai, para pelayan yang melihat hal itu langsung membantu Doni untuk bangkit.
Bella yang mendengar jika Leonardo akan di jodohkan langsung terdiam dengan perasaan yang tidak menentu, ia tidak ingin melihat kekasihnya dijodohkan dengan wanita lain.
"Mas, apa kau baik-baik saja?" tanya Bella yang mulai tersadar dari lamunannya.
"Iya aku baik, anak itu memang kurang aja! Dia bahkan berani melakukan hal seperti itu kepada ayah kandungnya sendiri."
Doni tidak henti-hentinya memaki Leonardo, Bella hanya bisa diam meski ia sangat marah dan tidak terima dengan keputusan Doni yang tiba-tiba akan menjodohkan Leonardo dengan wanita lain.
__ADS_1