
Doni tersenyum bahagia saat Dokter mengatakan jika Bella tengah hamil, berbeda dengan Doni. Bella terlihat diam dan sedikit terkejut karena ia tahu jika anak yang ada di dalam rahimnya bukanlah anak Doni tapi anak Leonardo.
"Sayang, aku sangat senang mendengar kehamilan mu. Sekarang kau harus jaga kesehatan, aku tidak ingin terjadi sesuatu pada anak kita." ucap Doni dengan tangan yang mengelus perut istrinya.
"Iya, Mas."
Bella tersenyum hangat, Doni langsung membantu Bella berjalan dan mengajak wanita itu untuk pulang.
Leonardo yang berada di rumah masih belum beranjak pergi ke kantor, ia masih penasaran dengan kondisi Bella.
Deg.. Deg.. Deg..
Tangan Leonardo memegang dadanya yang terus berdetak kencang dari tadi, hingga pintu tiba-tiba terbuka dan menampilkan sosok Bella.
Mata Leonardo langsung melirik ke arah Bella, pria itu tetap berusaha tenang dan tidak menunjukkan ekspresi apapun.
"Leonardo, aku punya kabar gembira untuk mu." Ucap Doni dengan senyuman merekah di wajahnya.
Leonardo menyipitkan matanya, "Kabar gembira apa?" tanya Leonardo yang mulai penasaran.
"Istri ku kini sedang mengandung putra ku," ucap Doni dengan rasa bangga di hatinya.
Leonardo langsung terdiam seketika saat mendengar hal itu, ia tahu dan yakin jika anak yang ada di rahim Bella bukanlah anak Doni melainkan putranya.
__ADS_1
"Apa kau yakin dia seorang bayi laki-laki?" tanya Leonardo dengan senyuman mengejek.
Doni langsung menatap kesal ke arah Leonardo, ia langsung membawa Bella untuk masuk ke dalam kamar.
Melihat kepergian Bella dan Doni, Leonardo hanya bisa diam dengan senyuman di wajahnya.
Kini Doni tengah duduk di atas ranjang bersama Bella, ia tidak henti-hentinya mengelus perut Bella yang masih belum membesar.
"Sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah, aku sudah tidak sabar menantikan kelahiran anak ku." Ucap Doni yang tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya.
"Aku juga sangat senang Mas,"
"Iya sayang, dari dulu aku selalu ingin memiliki seorang anak lagi. Tapi mantan istri ku tidak bisa memberikan ku seorang anak lagi," keluh Doni dengan nada kesal di sertai sedih.
"Mas, sekarang kau jangan membahas mantan istrimu. Karena sekarang aku adalah istri mu dan aku sudah memberikan apa yang kau inginkan," jawab Bella seraya menghibur suaminya.
Bella tersenyum lembut, "Mas, adik ku butuh biaya tambahan untuk beli obat-obatan." Ucap Bella yang ingin meminta uang pengobatan adiknya.
"Tentu aku akan memberikannya, kau butuh berapa sayang?" tanya Doni dengan semangat.
"Tidak banyak mungkin sekitar 20 jutaan," jawab Bella dengan senyuman lembut.
"Sayang, sekarang kau jangan sungkan untuk meminta uang kepada ku. Aku berjanji akan mengabulkan apapun yang kau inginkan, karena yang terpenting adalah kesehatan mu dan juga bayi kita." ucap Doni dengan tangan yang mengelus perut Bella.
__ADS_1
"Terimakasih mas," jawab Bella.
Hingga pintu kamar tiba-tiba terbuka menampilkan sosok Leonardo dengan tatapan tajam dan dingin.
"Leonardo, apa yang sedang kau lakukan?" tanya Doni kesal melihat sikap lancang Leonardo yang langsung masuk ke dalam kamar.
"Investor tiba-tiba menelpon dan meminta untuk bertemu dengan mu," ucap Leonardo.
"Biarkan saja, aku sedang sibuk mengurus istri ku. Lagi pula bukankah biasanya kau yang selalu bertemu dengan para investor?" tanya Doni heran.
"Aku sedang tidak enak badan dan hari ini tidak bisa pergi kemana-mana, jadi kau saja." Ucap Leonardo yang langsung menutup pintu kamar.
Doni hanya bisa menghela nafas, ia menggenggam tangan Bella dan meminta maaf pada istri mudanya. "Sayang, aku janji akan pulang cepat dan kau harus jaga kesehatan mu dan bayi kita." Ucap Doni dengan nada lembut.
"Iya Mas, sekarang kau cepat temui para investor dan jangan biarkan mereka menunggu lama." Bisik Bella dengan nada lembut yang membuat Doni semakin mencintai wanita itu.
Setelah itu Doni langsung bergegas pergi meninggalkan rumah, Leonardo yang melihat mobil Doni yang perlahan keluar dari garasi rumah pun langsung bergegas masuk ke dalam kamar.
"Jadi mana bayi ku?" tanya Leonardo dengan senyuman hangat.
Bella tersenyum dan merentangkan tangannya, Leonardo langsung memeluk dan mencium kedua pipi dan juga bibir wanitanya.
"Jadi sebentar lagi aku akan jadi seorang ayah." Bisik Leonardo yang tidak bisa menyembunyikan perasaan senangnya.
__ADS_1
"Iya, tapi janin nya masih kecil. Dan butuh waktu 9 bulan untuk nya keluar," bisik Bella.
Leonardo tersenyum, ia langsung mengajak Bella untuk pergi ke kamarnya agar Leonardo bisa lebih leluasa bermesraan dengan Bella.