My Idol My Boyfriend

My Idol My Boyfriend
Episode 6


__ADS_3

Grace masih berada di kamarnya, apa yang sebenarnya ia kesalkan? bukannya perkataan sahabatnya benar bahwa seorang wanita biasa sepertinya tidak akan menjadi pacar seorang superstar. Tapi kan seharusnya sahabatnya mendukung halunya, ya walaupun kenyataannya pahit.


"Grace keluar ga lu, si Gina mau curhat cuma lu yang paham soal-soal ginian. Udah deh ga usah sok-sok an ngambek, gue tendang pantat lu." Kata Anjas dengan emosi di kepalanya ia tak habis pikir mempunyai sahabat seperti Grace yang tingkah nya sangat absurd dan tak bisa di tebak sama sekali. Tapi Grace adalah sahabat yang paling bisa mengerti dan paham jika di ajak untuk curhat dan memberi solusi atas masalah-masalah mereka, ya mungkin karena ia anak psikolog.


"Coba sehari saja satu hari saja kau jadi diriku, kau akan mengerti bagaimana ku melihatmu, KU MENANGIS MEMBAYANGKAN BETAPA KEJAMNYA DIRIMU ATAS DIRIKUU. HIKS." Nyanyian Grace yang liriknya pas untuk menyindir sahabatnya yang tidak mengerti akan perasaannya. Ia menyanyi sambil memukul-mukul batal di kepalanya juga bertingkah aneh seperti berguling-guling di lantai kamarnya.


Sahabatnya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, tak habis pikir dengan tingkah laku Grace hari ini. Mereka berpikir apakah semua K-Popers akan se-alay itu ketika bertemu dengan idolanya? Untung mereka hanya mempunyai satu model sahabat yang seperti Grace, satu saja sudah membuat mereka kuwalahan akan tingkahnya.


Mau tidak mau Grace keluar kamar, ia juga ingin mengetahui apa yang akan diceritakan oleh sahabatnya Gina, masalahnya Gina adalah orang yang sangat cuek dengan masalah pribadinya. Ia terlalu tidak peduli dengan semua apa yang ada di hidupnya kecuali keluarga, dan sahabat terdekatnya.

__ADS_1


"WHY?! WHYYYYYYYY?!." Ucap Grace setelah keluar kamar dan gabung bersama sahabatnya di ruang tamu, ia mengira setelah ia sampai sana Gina sahabatnya akan menangis dan di tenangkan oleh Anjas dan Bella tapi nyatanya perkiraannya salah ternyata Gina malah rebahan di sofa dengan posisi yang pewe sambil menonton TV dan makan cemilan yang ada disana.


"Tuh, Grace udah dateng, cepet lu mau cerita apa kepo nih gue, tumben-tumben banget lu mau cerita dulu sebelum kita yang maksa. Ada apa gerangan?." Tanya Bella kepada Gina yang masih santai seperti itu, Gina langsung ke posisi duduk, ia sebenarnya tidak ingin membicarakan soal ini karena ia malas menjelaskan panjang lebar, tapi ini soal hidupnya.


"Indah?." Tanya Anjas kepada Gina, Gina hanya menganggukkan kepalanya saja. Anjas sudah mempunyai felling kalau Gina akan bercerita soal Indah, kalau bukan indah biang masalah hidupnya siapa lagi?


Indah memang tinggal di panti asuhan karena kedua orangtuanya sudah meninggal, ia tidak mempunyai siapa-siapa di dunia ini hanya Gina saja yang peduli padanya.


Waktu itu Gina datang ke panti asuhan bersama kedua orangtuanya karena orangtuanya ingin memberikan bantuan dan amal untuk panti asuhan yang berada di dekat rumahnya, orang tua gina memang sering memberikan bantuan kepada panti asuhan.

__ADS_1


Sifat Gina yang selalu melindungi Indah membuat Indah memiliki rasa kepada Gina, bukan rasa sayang sesama sahabat tapi rasa sayang seperti seorang pacar. Ya Indah menyukai Gina seperti menyukai laki-laki perasaan ini tumbuh sendirinya tanpa ia sadari. Indah ingin Gina menjadi pacarnya yang selalu ada untuknya dan menjaganya seumur hidupnya. Jika Gina tidak mau maka Indah tidak akan minum obat dan menjalankan perawatan untuk kesehatannya karena hal itu Gina menjadi takut kehilangan Indah, Gina masih menyukai Pria tapi Indah adalah hidupnya tanpa Gina Indah tidak akan meresa bahagia dan Gina ingin selalu menjadi terbaik dalam hidup Indah sampai akhir hayatnya.


_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-


Kaget? author juga kaget gaes, ternyata Indah menyalah artikan kebaikan dari Gina. Ya tapi cinta adalah cinta. Tunggu saja gimana nantinya.


See You Next Time Yorobun


Sayang Kalian banyak-banyak 💙💙💙💙💙

__ADS_1


__ADS_2