
Hari Senin. aku sangat membencinya. Hari ini aku kembali bekerja sebagai karyawan di toko tekstil 'Mangga' .
Hiruk pikuk keramaian kota Jogja terlihat jelas senin ini. Hari ini aku naik motor. Seperti biasa , aku menunggu karibku di pinggir taman . Namanya Mila. Dia adalah seorang anak dengan ayah dan ibu yang sudah bercerai. Dia tinggal bersama ibu dan ke dua adiknya yang masih sekolah. Berbeda dengan aku yang sudah tak memiliki siapapun. Hanya sebatang kara hidup sendirian. Untunglah aku mempunyai rumah peninggalan orangtuaku. Dan tentunya Mila, sahabat karibku, serta Khadafi, kekasihku.
"hei... melamun aja kamu Din. ayok berangkat.. ntar keburu siang.. nanti kita disuruh piket tambahan lagi sama bos Rohit." seru Mila membuyarkan lamunanku. Ya. bosku adalah orang keturunan India - Jawa. ibunya orang india nyonya Kishi namanya. sedangkan ayahnya orang jawa asli bernama pak Budi.
"eh iya Mil. ayo cepat sudah siang ini.."
Ku kendarai motorku dengan Mila membonceng di jok belakang.
Sampai di toko,kami berlarian rebutan absen finger di mesin absensi.
" yak cepat cepat! ayo briefing! segera! bos Rohit sudah di atas! pasti akan segera turun!" kata mas Joko, dia adalah supervisor kami.
Kami berbaris melingkar separuh , untuk nantinya di tengah akan berdiri bos Rohit.
Datanglah si bos dengan gaya nyentriknya.
"kalian ini... sudah saya kasih libur hari minggu, masih saja suka mepet-mepet datang ke toko. lantas siapa jadwal piket hari ini? apakah sudah di rapikan dan dibersihkan? " serunya sambil memanyunkan bibir.
"sa...saya pak.. sudah saya bersihkan tadi bersama Ulil dan Ayu.." Tiwi menjawab pertanyaan bos Rohit.
"baguslah kalau begitu.. hari ini saya akan beri project untuk kalian.. sebagian melayani pembeli seperti biasa.. sebagian lagi , ikut saya menemui teman saya , beliau mau membeli kain dengan jumlah banyak untuk keluarganya."
Sial. pasti aku yang di ajak bos Rohit menemui temannya itu. aku benci. pasti ribet dan banyak kemauan.
"Dina! sini kamu cepat! kamu temani saya nanti ke cafe untuk temui teman saya ya! berdandan lah sedikit! saya tak mau dikatakan memiliki karyawan kumal oleh teman saya!"
Bos Rohit membentakku sembari menyuruhku dandan.
"baik bos.."
Apalah dayaku yang hanya karyawan biasa. harus manut jika tak ingin disemprot nyonya Kishi. dia lebih kejam dai bos Rohit. berlipat-lipat kejamnya. Bahkan aku pernah diajaknya ke mall hanya untuk membawakan belanjaannya. kalau bukan ibu dari bos Rohit, pasti aku sudah malas meladeninya . huft..
pukul 10:00 pagi
Aku dan bos Rohit menunggu temannya di meja cafe.
"Dina mau pesan apa? saya haus sekali.. pesanlah minuman dingin. kamu juga kalau mau pesan silahkan pilih sendiri . saya yang bayar. cepat! "
__ADS_1
dia menyuruh ku lagi
"Ya bos.."
aku memesankan bos Rohit cherry cream cheese squash . sedangkan aku hanya pesan es jeruk saja . itu pun harganya 8 ribu. haduh mahal sekali... namanya juga di cafe .
Setelah beberapa saat menunggu, tibalah teman bos Rohit.
"hey you! here! I'm here! " seru bos Rohit sambil senyum dan melambaikan tangannya kepada temannya itu.
"oh my God! Rohit! " teman bos Rohit mendekati kami dan mengajakku bersalaman.
Cantik sekali. ternyata teman bos adalah seorang wanita. dia anggun, berkulit putih pucat, dan berhidung mancung.
"Asna. nama saya Asna. Oh ya.. kamu Dina kan? karyawan Rohit yang akan membantu saya hari ini untuk memilih kain? how are you?" katanya menyapaku.
"oh I'm good miss. what about you?" aku menanyakan kembali.
"I'm good too.. thank you. " jawabnya. seperti nya miss Asna ini keturunan Arab. atau memang Arab asli. Hanya saja dia tidak berjilbab. tapi memakai dress flowy dengan corak bunga.
"Asna mau pesan apa? saya pesankan kalau perlu.." bos Rohit menawarkan kepada miss Asna .
"aku hanya stay di toko hari ini na, nanti sore mama mau ke toko katanya..." jawab bos Rohit dengan lembut .
"aww.. okay. ayo kita ke toko! " miss Asna sangat bersemangat untuk ke toko kami.
pukul 11.30 pagi
Miss Asna asyik memilih kain brukat dan batik untuk keluarganya. dia juga sempat bingung dan hampir beberapa kali menanyakan kepada saya. bagus yang mana.
Ah memang wanita. mau kaya mau miskin sama saja. ribet. suka memilih. batin ku.
"hei Dina. ini saya rasa cocok.. nanti kamu buat 11 potongan ya?? nanti saya kasih lampiran masing-masing ukuran potongannya." miss Asna memberitahuku bahwa dia sudah selesai memilih. dan akupun mengiyakan.
Aku mencari mas Fajar. cutting toko kami. dia jago dalam memotong kain cekatan.
" mas Fajar! sini! ayo bantu aku motong bahan! "
aku memanggil mas Fajar.
__ADS_1
" iya Din. sebentar ya . nanti aku kesitu. masih motongin kain orang nih.." katanya sembari menyuruhku menunggu sejenak.
Sambil menunggu, aku dan miss Asna berbincang
"Dina.. kamu ini dekat sekali dengan Rohit ya?"
miss Asna menanyakan hal aneh ini padaku. aku harus jawab apa? kalau dibilang dekat juga tidak. Hanya karena bos Rohit suka menyuruhku ambil project, dan sering keluar bersama, mana mungkin aku bisa dibilang dekat?
" ya miss? maaf? " aku menjawabnya dengan bingung
"ku dengar kalian itu dekat. sering ada project bersama ya? Rohit sering membicarakan mu. bahkan saat anniversary kami. hanya karena aku pakai gaun agak seksi sedikit, dia ngomel dan membanding-bandingkan aku sama kamu lho Dina... "
what? anniversary? oh ternyata miss Asna ini kekasih bos Rohit yang katanya sibuk kuliah?
"maaf miss. saya rasa , saya hanya sebagai karyawan biasa dan tidak ada kedekatan yang khusus dengan bos Rohit.. saya sama seperti karyawan yang lain miss.."
kataku menyanggah miss Asna.
"Din.. mana kain yang harus aku potong? "
Tiba-tiba mas Fajar datang dengan membawa gunting dan penggaris.
"ah.iya . itu mas. yang warna merah ya brukat nya.. sudah ada catatan ukurannya disitu.. batiknya ada disebelah sana..." kataku menjawab mas Fajar yang sudah siap memotong kain miss Asna.
" ingat ya Dina. saya ini sudah mau bertunangan dengan bos kamu. jangan centil sama Rohit lagi ya.. saya beri peringatan sekali ini. jika kamu tidak mengindahkan, maka kamu tanggung sendiri akibatnya .."
miss Asna sepertinya mengancamku. Apa? centil? amit-amit saya harus centil ke bos yang resek kayak Rohit.
" maaf miss. saya sudah katakan saya tidak ada hubungan apapun dengan..."
" kenapa Asna? kamu nanyain Dina apa?!"
tiba-tiba bos Rohit datang.
" apa sih Rohit? ini soal hubungan kita.."
" hubungan apa? kamu sendiri yang ngejar-ngejar aku na.. kamu jangan mengada-ada ya. dan sekali lagi, jangan ngancam Dina. dia tak tahu apapun tentang ini dan kita. "
bos Rohit terlihat marah lalu miss Asna pergi.
__ADS_1
bersambung...