My Lovely Neighbour (Tetanggaku Tercinta)

My Lovely Neighbour (Tetanggaku Tercinta)
Bagian 3 - Gitoku


__ADS_3

Tak terasa sudah hari sabtu. sudah jam 15.30 . sebentar lagi waktunya pulang ke rumah.


pukul 16.00 sore


Seperti biasa aku pulang kerja berboncengan dengan Mila, sahabatku. Kali ini dia yang mengemudi.


Sepanjang perjalanan Mila bercerita bahwa akhir-akhir ini ayahnya sering datang ke rumah hanya untuk tidur dengan ibunya. padahal mereka sendiri sudah bercerai.


"Gila bapakku Din. aku sampe dibuat gedek olehnya! masak dia dateng malem-malem saat adek-adekku dah tidur lalu minta jatah sama mamak! dia pikir dia masih jadi bapakku Din? kalo kamu jadi aku , kamu gimana Din? "


aku pun bingung.


"Ya.. mungkin bapakmu masih sayang sama mamakmu Mil. atau kalau enggak ya suruh rujuk lagi aja. kasian mamakmu. gak dinafkahi lahir. malah minta batinnya. apalagi udah gak nikah kan? "


"Apa? sorry Din! ogah banget aku! pengen pindah rumah rasanya. kasian mamakku! kerja sendiri gak dikasih duit bapak, eh malah minta jatah malem.. apa gak b*ngs*t namanya! "


Mila mengendarai motor dengan sangat kencang.


"Mil.. aku masih pengen hidup.. Ayolah.. cari solusinya bareng-bareng. nanti coba ngobrol sama mamak dan bapakmu. Kan gak baik kalo kayak gini.."


aku mencoba menenangkan Mila agar menurunkan kecepatan motornya.


Sesampainya di rumah , Mila langsung bergegas pergi tanpa pamitan kepadaku. Aku tahu dia marah. Bukan padaku melainkan pada bapaknya, dan keadaan.


pukul 17.00 sore


Aku sudah mandi, dan melilitkan handuk dikepalaku. masih basah. habis keramas. sekalian aku mencuci baju dan menjemur nya di halaman belakang.


"cah ayu. dah mandi to?"

__ADS_1


tiba-tiba Gito datang menggoda


"sudahlah. sudah wangi begini. memangnya kamu Git. mandi kalau pergi doang." kataku menimpalinya dengan sengit.


Segera saja aku masuk dan menutup pintu belakang rumah. takut Gito bertindak gila lagi.


Ternyata Gito sudah ada di ruang tamu. duh! bodohnya aku lupa menutup pintu depan..


"Din.. maafin aku ya kemarin sudah kurang ajar sama kamu. habisnya, aku kurang cara , bagaimana lagi agar aku bisa mendapatkan kamu. aku sangat menyukaimu Din.." kata Gito dengan nada lirih dan penuh penyesalan.


Aku tak menduga, ternyata Gito memang menyukai aku. Tapi caranya kemarin sungguh sangat diluar batas.


"Gito. dengarkan saya ya.. kamu tahu kan kalau saya punya pacar? Khadafi tahu? yang setiap minggu selalu kesini dan pergi bersama saya? tentu kamu tahu. kamu kan sering mengintip dan menguntit aktivitas saya. Saya harap kamu tak berharap lebih ke saya Git. "


aku menolak dengan halus ungkapan rasa suka Gito padaku. oh ya, aku bicara sopan pada Gito karena memang dia tetangga baru ku. orangtuanya yang membeli rumah milik pak Rama dahulu. karena beliau pindah tugas ke Papua. baru sekitar 2 minggu aku kenal Gito.


Begitu tulusnya kata-kata Gito untukku. Namun, darimana ia tahu bahwa ayahku yang membongkar praktik korupsi ayah Khadafi? Apa mungkin dia sudah mengincarku diam-diam sejak dahulu?


"emmm , maaf Gito. lain kali kalau saya ada masalah saya akan cerita kepadamu. Tapi tidak untuk saat ini Git. jujur, saya sangat lelah hari ini. saya ingin istirahat. oke? "


Aku sengaja menyudahi pembicaraan ini agar Gito segera pulang. Tentu saja dengan sejuta pertanyaan di kepala ku. mengapa dia sangat paham apa yang terjadi padaku.


"Baiklah Din, lain kali kamu bisa whatsapp saya jika butuh bantuan atau curhat. ini nomor saya. "


Gito meletakkan kartu nama beserta nomor handphone nya di meja tamu dan bergegas pulang ke rumahnya.


Ternyata Gito adalah seorang sarjana hukum. disitu tertulis namanya Hendrawan Yaris Sugitomo, S.H . 0877 xxxx xxxx What? dia seorang pengacara di LBH? mengapa dia tidak memperkenalkan diri dengan nama Yaris? Atau Hendra? mengapa malah Gito? yang terkesan ndeso .


Tampaknya Gito benar-benar ingin berteman denganku. Yah. anggap saja angin lalu. tapi.. mengapa hati ini berdesir ketika dia menawarkan bantuan. Uuh.. betapa bingungnya aku ini.. sebenarnya kalau dilihat-lihat Gito itu tampan juga. walaupun agak medhok gaya bicaranya.

__ADS_1


pukul 20.00 malam


pesan whatsapp:


Dafi ❀️ : sayang, aku mau keluar sebentar ya sama teman-teman ku..bye. nanti aku wa lagi


aku : oke deh . jgn khawatir. aku mengerti.


Aku gabut. aku bingung mau apa. apa aku whatsapp si Gito ya? barangkali dia sedang tidak sibuk .


aku : hai Git. ini saya Dina. tetanggamu. tc save.


Gito : oalah ok Din. btw lg apa nih?


aku : g penting banget nanya.


Gito : oh, ya sudah maaf klo aku ganggu km. selamat malam ya. aku mau lanjut ngerjain kasus clientku.


aku : eh? kasus apa Git? serius amat. kerjaan sampai dipikir dibawa pulang.


Gito : hmm. biasa sih. soal perceraian. si ibu ini kasihan. ga dpt nafkah dari mantan suaminya. padahal dia ada anak sekolah dan juga bayi. kasian aja sih. makanya orang2 kyk gini yg ga mampu harus dirangkul oleh LBH agar persamaan hukum itu tercipta di negeri ini. ga cuma yg kaya doang yg dapet perlindungan hukum.


aku : ya sudah. lanjut besok lg Git. semangat 😊


Gito : thx Din. πŸ€—


Dia ternyata sangat ramah dan berhati mulia. Atau entah memang karena tuntutan pekerjaan? Entahlah. aku berpikir suatu saat aku pasti butuh bantuannya. Tapi semoga saja tidak.. Gito. kamu membuatku gila!


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2