
Terlihat pria tampan bersetelan jas hitam terlihat berwibawa. Tubuh nya atletis di usia 29 tahun.
Usia yang cukup matang untuk menjalin sebuah pernikahan ataupun menjalin sebuah kisah asmara. Tapi sayang nya tak satupun kaum hawa yang dapat menarik perhatiannya.
Selain rupawan pria bernama Zane William merupakan seorang Billioner. Aset yang di milikinya di mulai dari perhotelan, perkebunan anggur sekaligus pabrik anggur dan usaha barunya di bidang kuliner.
Hanzel mata berwarna biru seakan menambah ketampanan nya. Ketika langkah kaki Zane memasuki ballroom hotel membuat beberapa orang terpanah.
Hari ini sebuah acara pernikahan temannya di adakan di salah satu hotel bintang lima miliknya.
Raut wajahnya datar dan terkesan dingin. Zane datang dengan hanya di temani sekertarisnya bernama Leon Martinez. Pria ini juga tampan tapi sayang sekali untuk para kaum hawa. Leon sudah mempunyai tunangan dan beberapa bulan ia akan melangsungkan pernikahannya.
Zane menyalami sang pengantin di temani Leon di belakangnya.
" Akhirnya datang juga." Sambut sang pengantin pria.
" Gue pasti datang kali."
Zane tersenyum tipis menyalami sang pengantin pria. Senyum bahagia terlihat dari raut wajahnya, Juan Carlos akhirnya dapat menikahi sang pujaan hati nya Mesya Anastasia. Wanita yang kini berstatus sebagai istrinya.
" Kapan Lo nyusul."
Ternyata Juan seperti Mommy nya yang selalu menanyakan prihal kapan menikah.
" Belum ada nemu yang cocok."
Juan sebal dengan tingkah sahabat nya yang tidak tertarik menjalin hubungan serius. Zane terlalu cuek dan workholic.
" Mau kapan ? Leon udah mau nikah beberapa bulan lagi."
" Jangan terlalu fokus sama kerja, sesekali Lo cari pacar."
Zane tahu usianya sudah cukup untuk berumah tangga. Namun ya mau bagaimana lagi, untuk saat ini ia belum tertari ke arah sana.
Juan mengenal betul sifat Zane yang pemilih, serba perfeksionis itu. Jika Zane mau menurunkan ego nya yang tinggi itu ia pasti akan bisa menemuka pacar.
Buktinya saja dirinya. Dulu Juan pun sama seperti Zane. Namun saat dirinya memilih beristirahat sejenak dari pekerjaannya. Pergi menjelajahi beberapa belahan dunia. Tanpa sengaja Juan bertemu dengan Mesya.
Kisah cinta nya tidak lah mudah untuk dapat menikahinya. Segala rintangan telah ia lalui bersama sampai saat ini. Rasanya Juan sangat bahagia. Jadi ia juga ingin sahabatnya Zane bisa merasakan bahagia.
" Lo mau gue kenalin sama sepupu gue. Dia single."
" Gue bisa cari sendiri, jangan suka jodoh - jodohin. Lo sama aja kaya mommy sama Leon."
" Gue cuma mau liat Lo merrid." Sahut Leon.
" Kalian berkomplot ternyata." Kesal Zane yang tidak ada habisnya selalu di sudutkan dengan permasalahan yang sama.
Acara berlangsung dengan lancar. Kali ini adalah sesi lempar bunga oleh sang pengantin.
" Sana ikut ." Leon mendorong bahu Zane.
" Males, masih aja percaya takhayul kaya gitu."
Konon jika mendapatkan bunga tersebut dipastikan orang itu yang akan menikah selanjutnya.
" Udah coba aja siapa tau dapet jodoh."
__ADS_1
" Gue-."
" Untuk sahabat saya Zane Gran William yang mengenakan jas hitam. Sini ikut juga lo. "
Ekspresi Zane terlihat kesal.
Dasar banjingan*
Seluruh tamu melihat ke arahnya. Dasar teman tidak tahu diri se enak nya Juan nunjuk ke arah gue.Terpakasa Zane mengikuti sesi lempar bunga.
Zane berdiri paling jauh dari kerumanan para tamu yang ikut sesi acara ini. Kebanyakan adalah perempuan.
Zane tidak habis pikir apa senangnya cuma mendapatkan bunga.
" Oke baik siap - siap ya."
Suara MC pemandu acara.
" Satu ....
" Dua....
" Tiga.... "
Buket bunga melayang jauh ke belakang.
Jatuh tepat di wajah Zane. Para tamu menoleh saat ternyata buket bunga terlempar jauh.
" Dasar sialan Lo sengaja ."
Teriak Zane kesal
Benar prediksi sahabatnya Zane kalau mereka sebenarnya berkomplot.
" Om minggir."
Dengan polosnya seorang gadis memanggil Zane dengan sebutan 'OM '
Gadis itu mengenakan dress putih dengan tangan kirinya membawa piring berisi kudapan yang banyak.
Belum lagi mulutnya yang penuh. Gadis itu bernama Lynn Freyagata.
Di ambil lah buket bunga di depan kaki Zane.
Dilihat wajah Zane di pandang dari bawah ke atas seperti sedang menilai.
" Om ganteng tapi sayang mulutnya pedes."
Zane terkejut begitu juga para tamu yang lain.
" Siapa Lo berani - beraninya ngomong gitu."
Marah tentu saja, dirinya tidak terima disebut om di umurnya yang masih muda.
" Kata Mommy Lynn, kita nggak boleh ngomong kasar. "
" Jangan ngatur - ngatur hidup gue bocah."
__ADS_1
" Kalau marah - marah terus nanti cepet tua tau."
Harusnya mereka sadar banyak orang yang tengah memerhatikan perdebatan kedua insan itu.
Zane pergi meninggalkan gadis gila itu dari pada dia kelepasan memukul wajah polos tidak tahu diri Lynn.
" Om kingkong bunga nya buat Lynn ya...." Teriak Lynn
Juan dan Leon tersenyum penuh arti. Dari tatapan nya sepertinya akan banyak rencana licik yang akan mereka lakukan pada Zane dan Lynn.
Perempuan itu adalah sepupu Juan sendiri.
Leon mengikuti Zane meninggalkan acara pernikahan.
" Lo nggak mau pamit dulu ke Juan ?."
Leon mengikuti langkah Zane.
" Nggak perlu , langsung balik ke kantor ."
Leon lebih memilih tidak melanjutkan perdebatan. Karena Zane kalau sudah marah besar, semuanya bisa kena imbasnya. Bahkan rumput yang bergoyang saja pernah kena marah.
Di sepanjang perjalanan menuju kantor Zane memikirkan harinya yang sial. Harusnya ia tadi langsung pergi saja.
Sedangkan di lain tempat Lynn masih anteng menyantap kudapan di temani buket bunga di pangkuannya.
" Kak Mesya lihat, aku dapet ini." Ucap Lynn senang.
" berarti besok kamu nihh yang nikah."
" Apasih Kak Mey, aku masih sekolah."
" jangan lupa kamu beberapa bulan lagi kelulusan."
" lagian cowo paling tampan sejagad itu tetep Daddy."
dasar memang Om Farel memang sangat memanjakan putri semata wayangnya ini bagaikan porselen kaca yang harus di rawat hati - hati, jika tidak bisa retak atau hancur .
" Aduh, adik manis gue makan sampe blepotan tuhh di pipi. Gimana nihhh anak perawan satu."
Lynn mengusap pipinya dengan tangan menghilangkan noda di sana.
" Anak gadis ini harus feminim, sekali makan banyak banget kaya kuli."
Mesya sudah mengganggap Lynn seperti adiknya sendiri, wajar saja ia menghawatirkan masa depan Lynn.
" Makanan gratis itu enak rasanya."
Gadis itu terlihat sangat ceria seperti tanpa beban di hidupnya.
" Yaudah habiskan sampe kenyang."
" Kayaknya Daddy harus tau, kalau putrinya ini tidak lama lagi bakalan di lamar orang."
" Calon nya nggak ada kak Mey, trus yang ada cowok nya pada kabur liat Daddy. Taukan gimana sikap Daddy."
Mesya tertawa membayangkan bagaimana membayangkan Om Farel bertemu calon suami Lynn atau pacarnya Lynn. Pasti di pertemuan pertama tuh cowok udah ketar ketir lihat tampang garang dan dingin Om Farel. Semua cowo yang suka sama Lynn pasti tidak lulus kualifikasi.
__ADS_1
Lihat saja bisa - bisa Lynn jadi perawan tua.