My Old Man

My Old Man
Bab 2


__ADS_3

Lynn Freyagata lahir dari kedua pasang suami istri bernama Farel Galih Agata dan Linda Syirendani. Anak tunggal kesanyangan.


Sifatnya yang ceria jika sudah mengenalnya dan pendiam jika bertemu orang baru.


Kecantikan yang natural membuat beberapa pria di sekolahnya berusaha mengambil hati Lynn. Tapi naas sekali sang pujaan tidak ingin memiliki kekasih.


Lynn berumur 18 tahun, dia bersekolah di SMA Alexander. Beberapa bulan lagi ia akan segera lulus sekolah.


Mempunyai cita - cita dan impian yang besar di usia muda merupakan hal wajar bagi para remaja. Namun di sayangkan Lynn bukanlan perempuan yang beruntung.


Hidup di keluarga yang konglomerat, serta merta dapat mendefinisikan bahagia. Tetapi Lynn sedari kecil mempunyai jantung yang lemah.


Itulah yang menjadikan nya anak kesayangan di keluarga nya.


" Good morning Lynn."


Farel sang kepala keluarga meyapa putrinya.


Sebuah kecupan mendarat di pipi Lynn.


" Pagi juga Daddy."


Lynn terlihat rakus memakan sarapannya.


" Makan nya pelan - pelan sayang." Tegur mommy Linda.


" Liat itu belepotan."


Mommy Linda memberikan tisu untuk membersihkan pipi putrinya.


" Daddy hari ini aku mau berangkat sendiri."


" Daddy antar saja seperti biasa ya."


Daddy farel sangat overprotektif pada putrinya Lynn.


" Aku mau bawa mobil sendiri."


" Tapi janji kalau ada apa-apa telpon aja."


Mommy Linda memberikan pengertian pada Lynn.


" Satu lagi aku kenalin masih lihat orang suruhan Daddy ngintai aku dari jauh."


" Aku bisa mandiri, nggak perlu ada bodyguard juga."


Kemarin memang Daddy Farel mengkhawatirkan putrinya yang pergi ke acara pernikahan Juan sepupu nya. Jadi ia menyuruh beberapa orang untuk menjaga putri kesayangannya dari jauh.


" Daddy kan janji nggak akan ada bodyguard lagi yang ngikutin aku kemana - mana. "


Lynn tidak suka saat orang lain menatap dirinya segan. Karena Daddy nya selalu menempatkan pengawal di sekitarnya.


Dulu saat dia kecil bahkan para pengawalnya merada dijarak satu meter. Setelah merayu sang Daddy dan Mommy akhirnya ia bisa tenang saat ia di kawal dari jauh.


Namun makin kesini ia juga berusaha mandiri.


Lynn mengendarai mobil nya menuju ke sekolah. Ketika memasuki parkiran banya orang yang memeperhatikannya.


" Tumben Lo bawa mobil." Ucap sahabatnya Ariska Nala Davita.


Ariska baru saja datang, melihat sahabatnya ia langsung menghampirinya.

__ADS_1


" Iya masa harus di anter jemput terus, kan sekarang aku udah besar." Jawab Lynn.


Ariska merangkul bahu sahabatnya mengajaknya pergi dari parkiran menuju kelas.


" Iya Lynn udah besar sekarang."


" Lynn beneran Lo bawa mobil ?."


Pria itu tiba-tiba muncul dari arah belakang.


" Kai lo ngagetin aja."


Ucap Ariska.


" Pagi Kai." Sapa Lynn.


" Pagi ratunya aku, beneran Lo bawa mobil."


" Iya emang kenapa ?."


" Gue nanya ke Lynn ya bukan sama Lo."


Ariska dan Kai memang selalu bertengkar mempermasalahkan hal yang sepele. Dan pada akhirnya Lynn yang akan menegahi.


" Berarti boleh dong kita jalan - jalan."


Ariska dan Lynn terlihat antusias mendengar usul dari Kai.


" Setuju!!!." Seru keduanya kompak.


" Beneran nihh Lo udah bebas, jangan kaya waktu itu kita baru aja masuk ke pintu mall, Daddy Lo udah telpon aja suruh pulang."


Memang waktu itu acara mereka gagal.


" Nanti sepulang sekolah kita ke mall buat shoping, makan - makan , main di Time Zone sepuasnya sampe malam." Teriak Ariska mengenai rencana hari ini.


" Oke!!" Jawab Kai.


Lynn, Ariska dan Kai. Sudah lama bersahabat banyak yang menyalah artikan persahabatan mereka.


Kaisar Sadewa. Sebenarnya sudah lama menyimpan rasa suka pada Lynn.


Kalau jadi sahabat gue bisa berada di samping Lo terus, gue akan belajar untuk tidak bersikap egois dan berharap bisa jadi lebih dari sekedar sahabat Lo Lynn.


Itulah yang selalu Kai ucapkan dalam hati dan mengukirnya di otak.


" Lynn cantik gue punya coklat mau ?."


Kai mengeluarkan sekotak coklat tentu saja Lynn dengan antusias menerimanya.


" Buat gue mana ?."Tanya Ariska


" Beli aja sendiri."


" Jahat Lo sama gue BangKai." Ariska menyubit kepiting pinggang Kai


" Sakit, nenek lampir."


Dengan gemas Ariska masih mencubit Kai yang berusaha menghindar.


Lynn dengan cuek nya meninggalkan sahabatnya yang bertengkar pergi ke kelasnya sambil menikmati coklat di tangan nya.

__ADS_1


Bilang saja bahwa Lynn adalah orang yang paling tidak peka di dunia. Terbukti dari Ariska saja menyadari bahwa sahabatnya yang bernama Kai menyukai Lynn.


Dari tatapan matanya yang berbeda, sikap dan perilaku juga sangat ketaran sekali jika Kai tengang Falling in Love.


Tapi dasarnya Lynn yang cuek bebek, ketika di beritahu pasti tanggapannya selalu enteng.


Seperti ' masa sihh orang si Kai biasa aja.'


Atau ' Perasaan kali , dia kan emang gitu sikapnya perhatian.'


Walaupun sudah di beritahu secara gamblang, pasti jawabannya seperti itu.


Ariska akan menantika Lynn yang cuek, imut, rada bego dan tingkat kepekaan yang 0% , tapi cantik. Siapakah yang akan membuatnya jatuh cinta.


" Woyy Lynn tunggu in , Main pergi aja." Ariska menghentikan aksinya, dengan langkah lebar berusaha menyusul Lynn.


" CK, di tinggal nih gue, dasar kalau ada butuhnya aja di deketin untung sayang." Kai mengikuti kedua sahabatnya menuju kelas.


Jam kosong sangatlah menyenangkan karena mereka bebas melakukan berbagai hal, apalagi jika tidak di beri tugas sungguh hari yang indah bukan.


Kini kelas tengah ribut karena 3 jam kedepan tidak ada guru. Free class . Membuat suasana kelas agak ribut.


" Gimana kemarin ke acara nikahan Kak Mey nemu jodoh gakk ?." Tanya Ariska yang merupakan teman sebangkunya Lynn.


Kai juga sudah merubah duudknya yang berada di depan Lynn untuk mendengarkan celotehan dua sahabatnya.


" Aku kesana gk nyari jodoh tapi berburu makanan gratis. "


Takk


Kai menyentil kening Lynn


" Ini anak satu otaknya cuma makanan doang."


" Emang gk ada cowo ganteng apa di sana yang bikin Lo kepincut."


" Mana ada, yang ada om - om semua disana temennya Kak Juan."


Ariska menjitak kepala Kai sedikit keras.


" Kenapa sihh sensi banget Lo."


" Bener kali yang gue bilang."


" Kalian ribut terus nanti jodoh loh."


" Amit - amit." Jawab Ariska dan Kai bersamaan.


" Kemarin itu aku malah dapet bucket bunga nya Kak Mey tau."


Ariska menatap tidak percaya, begitu juga dengan Kai. Sepertinya Ariska harus fiting gaun Bridesmaid dalam waktu dekat ini.


" Serius Lo ?."


" Iya Kai bener, bunga nya masih ada di kamar, aku taruh di dalam vas."


" Lynn ternyata Lo kesana bukan cuma sekedar numpang makan tapi pengen cepet-cepet nikah dengan dapet bucket bunga yang di lempar pengantin." Ariska langsung senang ia sudah merencanakan hal - hal yang akan ia usulkan jika Lynn benar - benar menikah.


" Aku kesana emang cuma mau makan grtis doang."


" Trus gimana bisa Lo dapet bucket kalo gitu."

__ADS_1


Kai dan Ariska kemarin tidak ikut ke acara pernikahan Kak Meysa karena mereka harus mengurus laporan makalah tugas kelompok biologi. Lynn kebetulan tidak satu kelompok dengan kedua sahabatnya.


" Buket bunga nya jatoh di dengan Om ganteng tapi gk diambil yaudah Lynn minta aja, kan bagus buat dibawa pulang."


__ADS_2