
" Sorry buat kejadian tadi. " Kai memulai pembicaraan.
" Udah iya, tapi jangan diulangi lagi." Ucap Ariska.
Saat ini Lynn, Ariska dan Kai tengah berada di sebuah Restauran. Mereka memesan banyak makanan karena hari ini Lynn yang traktir.
Lynn makan dengan lahap juga melupakan kejadian tadi, nyatanya itu hanya beberapa menit saja.
Dari kejauhan terlihat seorang pria dengan setelan jas mahal dan jangan tanya lagi bagaimana aura yang berwibawa memancar dari nya.
Kai tersedak makanan nya saat melihat ke arah pria itu. Dengan cepat ia mencoba mengalihkan kedua perhatian sahabatnya ke arah pria itu.
" Sebentar, lihat deh kayak kenal ." Ucap Kai.
" Apa an siihh ."
" Berhenti dulu liat ke sana."
Tiga anak berseragam itu terkejut melihat nya. Bagaimana bisa, takdir mempermainkan mereka.
Pria yang menjadi pusat perhatian melihat ke arah mereka, sontak ketiganya langsung berbalik dan menundukkan kepala berusaha menyembunyikan wajahnya.
" Gimana nih." Tanya Ariska.
" Takut pulang nya." Ucap Lynn.
" Sial banget hari ini." Gumam Kai
Suara langkah kaki terdengar mendekat dan berhenti tepat di sebelah Lynn.
Orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah Daddy Farel dan 2 orang yang mereka kenal beberapa menit yang lalu ialah sang pemilik mobil yang mereka tabrak yaitu Zane da Leon.
" Lynn my princess." Sungguh Daddy Farel seperti mempunyai radar jika Lynn berada di jarak radius dengannya.
" Daddy. "
" Come hug me ."
Lynn memeluk Daddy Farel tanpa sadar matanya bertemu dengan pria yang tak segaja mobilnya Kai tabrak.
Seketika pandangan mereka bertemu Lynn degan sigap bersembunyi pada Daddy nya.
Untuk saat ini keberadaan sang Daddy sangat membantu.
" Habis makan langsung pulang ya ." Perintah Daddy Farel di balas dengan anggukan kecil dari Lynn.
" malaikat kecilku, my princess." Daddy farel mengecup singkat kening putri tercinta nya.
" Mohon maaf Mr. Agata , apakah dia putri anda." Tanya Zane, sontak membuat Lynn seketika takut.
Kai dan Ariska tak kalah terkejut, ia merasa was-was bagaimana jika Zane melaporkan kejadian tadi. Sudah dipastikan detik itu juga Kai dan Ariska di black list dari daftar pertemanan Lynn.
" Apakah tidak lihat, wajahnya mirip denganku, tentu saja dia adalah putriku. "
Leon dan Zane berseru dalam hati bahwa mereka tidak mirip, Lynn mempunyai wajah imut dengan mata bulat yang tampak lucu sedangkan Farel dia hanya tampan tidak dengan sikapnya.
Kai dan Ariska juga berfirik sama Daddy Farel hanya baik di depan Lynn dan Mommy nya. Sedangkan di depan mereka akan terlihat tegas dan menyeramkan.
__ADS_1
Bahkan Kai sering gugup dan takut jika berhadapan dengan Daddy Farel.
" Akhirnya kita bertemu lagi nona. " Ucap Zane ramah.
Kai dan Ariska kini membatu di tempatnya, mereka tengah berdoa semoga besok ia tidak di deportasi ke sekolah lain.
Lynn tampak gugup, ucapkan lah selamat tinggal pada kebebasan yang ia dapatkan kini.
" Anda mengenal putri saya ?." Tanya Farel.
" Tidak, tetapi kami beberapa kali bertemu. "
Zane ingat wanita yang ia temui di acara pernikahan beberapa waktu lalu yaitu perempuan yang sama dengan anak SMA yang tak sengaja menabrak mobil nya.
Jangan harap Zane akan membiarkannya lolos dengan mudah.
" Apa hubungan anda dengan putriku ?."
" Daddy." Ucap Lynn
" Tenang my Princess, Daddy akan menjagamu dari pria - ".
" Tadi nona. "
" Daddy, maaf tadi Lynn nggak sengaja nabrak mobil om ini. " Tunjuk Lynn pada Zane.
" Daddy jangan marah ya, Lynn salah nggak akan gitu lagi janji."
Tanpa sadar air matanya mengalir dari kelopak mata Lynn, sungguh ia sangat takut sekali tapi ia tak mungkin menutupi kesalahannya, walaupun bukan sepenuhnya salah Lynn, karena Kai penyebabnya.
Lynn memeluk Daddy nya dengan erat, sedangkan Farel hanya tersenyum sambil sesekali mengusap rambut Lynn.
" Mr. William, seperti rapat kali ini ditunda dan saya akan mengganti mobil anda yang rusak. "
" Om saya minta maaf, jangan marah - marah lagi."
" Tunggu."
" Ayo Daddy, kita pulang."
Sepertinya ada yang terlewatkan pikir Farel.
Apa ia tidak salah dengar pria itu berani memarahi putrinya.
" Ayo kaki Lynn pegel nihhh cape, Lynn mau makan donat."
Lynn berusaha membujuk Daddy Farel, karena ia tidak sengaja bilang bahwa om om tadi memarahi nya. Bisa ngamuk nanti.
Sedangkan Kai dan Ariska juga ikut pergi tanpa pamit pada Zane dan Leon. Mereka takut akan dimarahi kedua kalinya oleh Zane.
Yang sudah pasti Daddy Farel akan memarahi dan menceramahi mereka panjang lebar nantinya.
Lynn pulang dengan Daddy nya sedangkan mobilnya di bawa Kai dan Ariska menuju rumahnya.
Di perjalanan pulang Lynn menceritakan kejadian tadi, dalam hati Lynn berjanji ia akan menginjak kaki Zane suatu hari nanti sebagai bentuk pembalasan membuatnya menangis hari ini.
Setibanya di rumah Kai dan Ariska mendapatkan pelajaran tambahan dari Farel dengan dibumbui kemarahan akhirnya mereka di maafkan dan berjanji tidak akan membahayakan nyawa Lynn lagi.
__ADS_1
Lynn juga sama diberi sedikit nasihat dan kata - kata mutiara lainnya dari sang Mommy dan Daddy.
sungguh hari yang melelahkan bagi mereka bertiga.
Hari itu juga Farel mengganti mobil Zane dengan yang baru, begitu juga dengan Mobil putri tercinta nya.
...........
Sudah 3 hari berlalu sejak kejadian itu. Kini mereka telah menjalani aktivitas seperti biasa. Di sebuah tempat tampak seorang gadis manis terlihat begitu ceria. Gadis itu menyusuri taman dengan langkah riangnya sampai lah pada deretan kamar dan orang yang berlalu lalang, ramai.
Dengan senyum indah Lynn menyapa beberapa orang yang berpapasan dengan nya dan tanpa sungkan membalas sapaan dari beberap orang yang mengenal nya.
Lynn terkenal dengan keramahannya, banyak orang yang menyukai nya karena sifatnya itu.
" Halo Granny, Selamat pagi. " Sapa Lynn pada Seorang wanita yang umurnya sudah tidak lagi muda, tampak terlihat dari kulitnya yang sudah mengendur. Namun masih terlihat Cantik di usianya ini.
Sang Nenek tampak tersenyum senang saat melihat kedatangan Lynn di kamar inap nya.
" Selamat pagi juga Cucu ku yang cantik ." jawabnya.
" Hari ini aku ada jadwal Cek Up, ternyata Granny masih di sini."
Lynn duduk di kursi di samping ranjang perawat. Tangannya terulur memegang tangan sang Nenek.
" Kondisi ku sudah membaik, besok malah sudah bisa pulang." jawab sang Nenek ceria.
" Benarkah, aku ikut senang mendengar nya. "
" Granny harus jaga kesehatan. Nanti Lynn sedih kalau Granny sakit lagi."
" iya, kamu juga Granny doa kan semoga cepat sembuh."
" Terimakasih Granny, Lynn sayang Granny."
" Yang Lain kemana ?." Tanya Lynn karena ia tak melihat siapa pun di ruangan ini.
" Sebentar lagi datang "
" Cucuku yang cantik ini sudah punya pacar ?." Sontak Lynn malu di tanya seperti itu oleh Granny Sarah. Bayangan bagaimana ia mempunyai pacar tampaknya akan sulit, karena sang Daddy yang overprotektif padanya.
" Belum, Granny tau sendiri kan Daddy sikapnya gimana, yang ada cowo - cowo kabur duluan waktu liat Daddy. "
" ya itu karena mereka tidak lulus kriteria dari Daddy mu."
" Daddy nya aja terlalu lebay." Jawa Lynn.
" Tandanya Daddy sayang sama kamu. "
" Mau nggak Granny kenalkan sama Cucuku. "
Lynn ingat Granny sering bercerita tentang Cucu laki - laki nya yang masih lajang di usia yang tua.
" Granny yakin dia pasti lulus kualifikasi kriteria Daddy mu."
" Kalau tampan Lynn mau mau aja deh." Kalau pria itu bisa lulus kualifikasi sang Daddy berarti ia akan terbebas dari kekangan Daddy.
" Selain tampan, dia juga sering bertemu dengan Daddy mu."
__ADS_1
Serius Lynn senang mendengarnya, dia jadi penasaran siapa pria itu.