My Old Man

My Old Man
Bab 5


__ADS_3

Lynn sangat senang bertemu dengan Nenek Sarah, terliahat senyum ceria terlihat dari raut wajahnya. Walaupun ia bukan cucu sang Nenek tetapi Nenek Sarah mengganggap Lynn sebagai bagian dari keluarganya.Bukan hanya dengan Nenek Sarah, tetapi dengan anak sang Nenek pun juga akrab.


Terdengar suara pintu terbuka, disana seorang perempuan yang seumuran dengan Mommy nya nampak menenteng sebuah bingkisan. Tak lupa dengan pria yang juga membawa buah - buahan di tangannya.


" Halo, Tante ,,,,Om,,, selamat pagi." Sapa Lynn.


" Selamat pagi juga Lynnn. " Wanita itu memeluk Lynn. Dia adalah anak Nenek Sarah. Tante Reva dan suaminya Om Gavin.


" Gimana kabar kamu ?."


" Baik kok, Tante."


" Kamu di rawat lagi disini ?." Tanya Tante Reva.


" Nggak Lynn cuma cek up aja."


" Lynn ini om bawa donat, dimakan kalau bisa di abisin juga." Om Gavin memberikan sekotak donat dengan berbagai variasi rasa.


" Tadi tuhh di jalan tiba-tiba aja pengen beli donat, ehh ternyata bener aja kita kedatangan Lynn." Ucap Tante Reva.


Lynn tersenyum sambil menikmati donat pemberian Om Gavin, begitulah mereka jika bertemu Lynn. Mereka bahkan menganggap Lynn sebagai anaknya sendiri.


" Nanti main ke rumah ya." Ucap Nenek Sarah


" Tenang aja Granny, Lynn akan sering ke rumah Granny.


" Nanti Tante masakin makanan dan cemilan yang enak-enak buat Lynn. "


" Oke Tante."


" Eitsss, mulai sekarang panggil Bunda aja, jangan Tante. " Pinta Tante Sarah.


" Tapi."


" Masa cuma Nenek aja yang di panggil Granny, Tante juga pengen di panggil Bunda sama Lynn."


Lynn awalnya ragu namun ia menggangguk meng iyakan permintaan Tante Sarah. Selama sebulan ini Nenek Sarah dirawat Lynn dekat dengan mereka, awalnya tanpa sengaja bertemu di taman dan ternyata ruang rawat mereka bersebelahan.


Sehingga Lynn akrab dengan Nenek Sarah. Lynn bahkan lebih sering di ruangan Nenek Sarah dari pada di kamar inap nya, alasannya karena ia bosan dan Nenek Sarah senang berbincang dengan nya.


" Om juga mau di panggil Ayah sama kamu."


Akhirnya Lynn mengubah nama panggilan Om dan Tante menjadi Ayah Gavin dan Bunda Reva.


" Eva, cucuku tidak kesini ?." Tanya Nenek Sarah.

__ADS_1


" Dia lagi sibuk katanya, besok dia akan datang menjenguk ke rumah. "


" Selalu saja sibuk sama pekerjaannya."


" Ya mau gimana lagi ia mewarisi sifat Gavin. "


" Itu kan dulu sayang, sekarang aku malah lebih suka di rumah dari pada pergi ke kantor. " Ucap Gavin


" Harusnya ia mewarisi sifat ku saja, ehh malah gen kamu yang lebih dominan."


" Kalau gitu kita bisa buat lagi yang imut seperti Lynn."


" EKhmmm hmmm hmm " Nenek Sarah berusa menengahi pembicaraan.


" Jangan buat cucuku mendengar hal aneh itu. "


Nenek Sarah menatap Lynn yang tengah duduk di sampingnya, terlihat asik memakan donat. Untunglah ia tidak menghiraukan pembicaraa tadi.


" Lynn jadi anak Bunda mau nggak ?." Tanya Bunda Reva, sungguh ia ingin memiliki putri secantik dan sebaik Lynn.


" Tapi Lynn kan anak Daddy Farel sama Mommy Linda, Daddy pasti nggak bakal izinin Lynn di adopsi. " Jawabnya dengan polos.


" Yasudah Lynn jadi mantu Granny aja."


" Emmm Lynn pikir - pikir dulu."


" Selamat pagi Lynn." Sapa Dokter tersebut.


" Pagi juga Dokter Reihan dan Suster Cika. "


" Granny, Lynn pergi dulu ya."


" Iya sayang. " Jawab Nenek Sarah.


" Emm Bunda... Ayah, Lynn pamit ya."


" Iya jaga kesehatan kamu ya." Ucap Bunda.


" Mau Ayah antar ?."


" Nggak usah Ayah, Terimakasih. Bye bye nanti Lynn main ke rumah."


Lynn melangkah meninggalkan ruang rawat inap itu, kini ia menuju Lobby Rumah Sakit. Ia akan menunggu Mommy dan Daddy nya di ruang tunggu IGD. Dari pagi ia sangat bersemangat pergi ke sini, bahkan ia pergi duluan meninggalkan Mommy dan Daddy nya. Tentu saja ia ingin menengok Nenek Sarah.


Dengan langkah riang ia bersenandung kecil. Hari ini mood nya sedang bagus suasana hatinya sedah cerah dan amat sangat bahagia.

__ADS_1


" Senangnya hari ini, pulang dari sini aku mau makan Rainbow cake. Waaahhh jadi nggak sabar."


Terbayang kelembutan dan kelezatan Rainbow Cake dengan warna kue yang cerah secerah hatinya ini.


Dari kejauhan nampak Pria yang Lynn kenal terlihat tampan dengan setelan jas yang rapih. Rambutnya yang di tata rapih juga ketampanan yang terpancar. Lynn seketika terpesona sampai kedua mata mereka bertemu. Bola mata berwarna hitam pekat itu menyorotnya. Membuat Lynn terpaku sampai tubuh tinggi tegap itu berhenti di depannya.


" Minggir. " Ucap pria itu.


Lynn tersadar lalu menatap pria itu.


" Kalau mau lewat ya lewat aja jangan nyuruh - nyuruh, jalan nya masih luas tuh lewat sana. " Tunjuk Lynn ke arah samping, suasana IGD saat ini tengah ramai sehingga tidak ada yang melihat perdebatan kedua insan tersebut.


" Mengganggu saja." Ucap pria itu berlalu melewati Lynn yang terdiam mendengar perkataan pria itu.


" Om masih marah gara - gara mobilnya Lynn tabrak ? ."


" Lynn minta maaf nggak sengaja trus Daddy juga udah ganti mobil Om. "


" Jangan suka dendam sama orang nggak baik tau."


" Lagian Lynn udah minta maaf harusnya Om maafin."


Pria itu terdiam mencerna setiap perkataan yang di lontarkan oleh Lynn, ditatapnya gadis cilik itu.


Zane merasa terganggu dengan gadis di bawah umur itu. Karena sejak tadi ia di teriaki dengan panggilan Om.


Sungguh apakah ia setua itu sehingga di panggil Om? Yang benar saja dia masih muda di usia nya yang mengginjak 29 tahun.


" Saya sudah memaafkan kesalahan mu dengan teman-teman mu." Zane malas berdebat apalagi dengan gadis remaja satu ini.


Zane kembali berbalik melanjutkan jalan nya. Baru saja beberapa langkah tanggannya di tarik. Ia melirik ke samping di sana Lynn tengah menarik tangan Zane.


" Om udah maafin Lynn tapi sikap Om masih ketus gitu, pasti Om nggak ikhlas maafin nya."


" Bisa tidak jangan panggil saya Om, karena saya tidak setua itu. " Ucap Zane sambil melepaskan tangan Lynn.


" Dan satu lagi jangan pegang tangan saya sembarangan. "


Lynn terdiam memandang kepergian Zane.


" Tangan Lynn nggak ada kuman nya Om bersih tau. Om juga jangan suka dingin sikapnya kaya es krim nanti nggak ada yang mau sama Om. Nanti Om bisa jadi Jomblo. " Teriak Lynn, ia harap Zane mendengar semua ucapannya.


" Tapi kalau es krim Lynn suka, dingin dan manis. "


Kalau di ingat Lynn belum tahu siapa nama Om itu, trus ngapain ada di sini ? Kenapa selalu ketemu sama si Om itu siihhh Apa jangan - jangan kita jodoh ?, Husss Lynn ingat omongan itu adalah doa gimana kalau malah jodoh beneran lagi. Guma Lynn dalam hati.

__ADS_1


Selalu ada saja yang merusak mood nya, untungnya Daddy dan Mommy nya datang membuat Lynn kembali bahagia suasana hatinya kembali membaik.


__ADS_2