
" Lalu kenapa kau mengatakan ingin segera menikah Al? " geram Arya
" Kakek....siapa yang ingin cepat menikah ( ucap Talita menahan Tawa ) bukan kah nenek bertanya apakah aku yakin dengan keputusan ku? aku menjawab tidak " tawa Talita pecah dan membuat mereka yang di sana pun tertawa melihat seorang Arya di bodohi cucu nya sendiri.
" hhhhh....Al...kau licik sekali " ucap Jasmien
" nenek....kau lihat putri mu ini sangat pandai bukan?, Apakah kau rela putri kecil mu ini pergi dengan nya? " tanya Talita.
" aku keberatan Arya, kau usir saja si Jastin itu. Apakah kau lupa gara-gara dia....Talita Kecil sampai membuat perusahan DI anjlok? " ucap Jasmien.
" baiklah.....( Arya menghelai nafas ) Jastin kau pulang saja dan perjodohan mu ku batal kan " tegas Arya yang tak mampu melawan Talita cucunya.
" Baiklah....ku harap setelah ini Talita akan menyadari sesuatu " jawab Jastin yang lalu pergi dari kediaman DI.
Alby yang masih bingung pun tak ambil pusing oleh ucapan neneknya.
" Kalau begitu...kapan aku akan menikah dengan putri ku Al? agar aku cepat menjadi your pince " ucap Alby yang lalu tersenyum.
Talita yang merasa risi pun langsung menjewer kuping Alby.
" kau menikah saja dengan orang lain my prince " ejek Talita senang
__ADS_1
" hhhhhhhh....." tawa seketika pecah bersama di ruang tamu.
keesokan hari nya, Talita pergi e sekolah seperti biasa.
ia bisa berbaur bersama teman-teman dengan sifat aslinya sekarang tanpa harus berpura-pura menjadi sosok yang pendiam dan lugu, untuk menutupi identitasnya.
" Ahh......nyaman banget udah kek gini " ucap Taliat dengan posisi terlentang di bawah pohon samping sekolah
" iye lah....sekarang lo kan kgk usah tu yang namanya pura-pura " timpal Key yang menyusul Talita tiduran di samping Talita
" berasa banget kalo setelah ini bakal ada My prince yang mendekat " ucap Talita yang menutup matanya.
" Kayak kita gini Al yang lo maksud Yuor prince " jawab serentak teman-teman Talita termasuk Stev yang kini terlentang di samping Talita.
semua pun terlelap di sana, hingga jam sekolah berakhir.
dret...dret...dret....
" halo " jawab Stev
" Stev....di mana kamu sekarang? " Tanya Alby khawatir
__ADS_1
" masih di sekolah, kenapa? " tanya Stev enteng
" ini udah jam 4 sore Stev! kenapa kau menjadi bodoh? apakah kau baru bangun tidur? " tanya Alby mulai kesal
" iya....memang kenapa jika sudah lebih waktu pulang sekolah? " jawab Stev tanpa sadar
" ckk....bodoh kapan kau akan membawa putri kecil ku pulang!? " umpat Alby kesal
" iya-iya bentar ( ucap Stev yang lalu tersadar ) apa!!! ( sontak yang tertidur pun bangun karena suara dari Stev ) kita tertidur di sini untuk menemani Talita ? " syok Stev
" dasar gila! cepat pulang jika tidak aku akan menghajar mu jika terjadi apa-apa dengan Talita.
" Stev...ada apa? " Tanya serentak teman-teman yang masih mengumpul kan nyawa karena bangun tidur.
" ini udah lebih dari waktu pulang sekolah bro " jawab Stev syok
" ya udah sih...tinggal pulang sekarang apa susahnya? " jawab Rey
" iya...ngapain di ambil pusing " jawab delion
" masalahnya bukan pulang, tapi kemana Talita ! " khawatir Stev
__ADS_1
sontak teman-teman Talita baru menyadari bahwa temannya sudah tidak ada.