My Prince My Love

My Prince My Love
Hilangnya Si putri Kecil


__ADS_3

" Lalu kenapa kau mengatakan ingin segera menikah Al? " geram Arya


" Kakek....siapa yang ingin cepat menikah ( ucap Talita menahan Tawa ) bukan kah nenek bertanya apakah aku yakin dengan keputusan ku? aku menjawab tidak " tawa Talita pecah dan membuat mereka yang di sana pun tertawa melihat seorang Arya di bodohi cucu nya sendiri.


" hhhhh....Al...kau licik sekali " ucap Jasmien


" nenek....kau lihat putri mu ini sangat pandai bukan?, Apakah kau rela putri kecil mu ini pergi dengan nya? " tanya Talita.


" aku keberatan Arya, kau usir saja si Jastin itu. Apakah kau lupa gara-gara dia....Talita Kecil sampai membuat perusahan DI anjlok? " ucap Jasmien.


" baiklah.....( Arya menghelai nafas ) Jastin kau pulang saja dan perjodohan mu ku batal kan " tegas Arya yang tak mampu melawan Talita cucunya.


" Baiklah....ku harap setelah ini Talita akan menyadari sesuatu " jawab Jastin yang lalu pergi dari kediaman DI.


Alby yang masih bingung pun tak ambil pusing oleh ucapan neneknya.


" Kalau begitu...kapan aku akan menikah dengan putri ku Al? agar aku cepat menjadi your pince " ucap Alby yang lalu tersenyum.


Talita yang merasa risi pun langsung menjewer kuping Alby.


" kau menikah saja dengan orang lain my prince " ejek Talita senang

__ADS_1


" hhhhhhhh....." tawa seketika pecah bersama di ruang tamu.


keesokan hari nya, Talita pergi e sekolah seperti biasa.


ia bisa berbaur bersama teman-teman dengan sifat aslinya sekarang tanpa harus berpura-pura menjadi sosok yang pendiam dan lugu, untuk menutupi identitasnya.


" Ahh......nyaman banget udah kek gini " ucap Taliat dengan posisi terlentang di bawah pohon samping sekolah


" iye lah....sekarang lo kan kgk usah tu yang namanya pura-pura " timpal Key yang menyusul Talita tiduran di samping Talita


" berasa banget kalo setelah ini bakal ada My prince yang mendekat " ucap Talita yang menutup matanya.


" Kayak kita gini Al yang lo maksud Yuor prince " jawab serentak teman-teman Talita termasuk Stev yang kini terlentang di samping Talita.


semua pun terlelap di sana, hingga jam sekolah berakhir.


dret...dret...dret....


" halo " jawab Stev


" Stev....di mana kamu sekarang? " Tanya Alby khawatir

__ADS_1


" masih di sekolah, kenapa? " tanya Stev enteng


" ini udah jam 4 sore Stev! kenapa kau menjadi bodoh? apakah kau baru bangun tidur? " tanya Alby mulai kesal


" iya....memang kenapa jika sudah lebih waktu pulang sekolah? " jawab Stev tanpa sadar


" ckk....bodoh kapan kau akan membawa putri kecil ku pulang!? " umpat Alby kesal


" iya-iya bentar ( ucap Stev yang lalu tersadar ) apa!!! ( sontak yang tertidur pun bangun karena suara dari Stev ) kita tertidur di sini untuk menemani Talita ? " syok Stev


" dasar gila! cepat pulang jika tidak aku akan menghajar mu jika terjadi apa-apa dengan Talita.


" Stev...ada apa? " Tanya serentak teman-teman yang masih mengumpul kan nyawa karena bangun tidur.


" ini udah lebih dari waktu pulang sekolah bro " jawab Stev syok


" ya udah sih...tinggal pulang sekarang apa susahnya? " jawab Rey


" iya...ngapain di ambil pusing " jawab delion


" masalahnya bukan pulang, tapi kemana Talita ! " khawatir Stev

__ADS_1


sontak teman-teman Talita baru menyadari bahwa temannya sudah tidak ada.


__ADS_2