My Sexy Mafia

My Sexy Mafia
BAB 74-MELAWAN


__ADS_3

"Gisel apa kau punya mata,"kesal wanita yang tidak sengaja bahu nya di senggol Gisel.


Grep..


Sadam menarik pinggang Gisel cepat agar gadis itu berdiri, karena badan Gisel yang ringan membuat Sadam seolah membuat nya terbang, Gisel kaget diri nya langsung berdiri itu.


"Maafkan aku ri tidak sengaja, maaf yah,"ujar Gisel menunduk meminta maaf.


"Kau sih enak cuman minta maaf, badan ku sakit semua tahu,"ketus wanita itu memasang wajah cemberut.


Seorang pria yang menjadi pasangan dansa wanita itu membantu nya untuk berdiri, pria itu menatap Gisel yang berdiri di depan mereka berdua.


"Apa kau Gisel?"tanya pria yang bernama Andre itu.


"Iyah Andre, apa kau tidak mengenali ku?"tanya Gisel sambil tersenyum manis apakah diri nya terlihat seperti orang lain.


Dua orang itu sama sekali bukan orang yang menjahati Gisel malah mereka adalah teman Gisel yang beda jurusan tapi masih satu fakultas, tapi di sini Riri dia dan Andre sudah berpacaran, dulu sama sekali tidak, tapi entah kenapa saat Gisel menceritakan bahwa dia menyukai Andre, gadis itu juga lebih akrab dengan Andre, bisa dikatakan friendzone sedih sekali.


"Wah Gisel kau cantik sekali,"puji pria itu dengan senyum sejuta watt nya membuat Gisel yang pernah menyukai pria itu hanya terenyum getir.


Riri yang mendengar itu sama sekali tidak suka, dari dulu jika mereka berada di kampus, Andre pasti selalu memperhatikan Gisel, wanita itu menarik lengan pacar nya dan memeluk nya.


"Iyah sayang Gisel cantik yah, oiya Gisel siapa pria tampan itu? Apa dia pacar mu, ah tidak mungkin, palingan cuman teman mu haha iya kan,"ujar Riri bercanda mengatakan itu.


'Selalu saja dia menginjak ku,' batin Gisel kesal.


"Dia pacar ku, terus kenapa hah? Iya kan,"tanya Gisel merangkul lengan Sadam dengan nekat.


Sadam yang tadi hanya diam berdiri di samping Gisel menaikan satu alis nya bingung, dia tidak mengerti kenapa Gisel mengakui nya pacar, gadis itu terus mengkode dan berbisik.


"Bilang kau pacar ku,"bisik Gisel.


"Tapi saya bukan pacar anda,"jawab polos Sadam dengan keras.


"Sst jangan keras-keras, aku akan membelikan mu makan malam 1 minggu,"

__ADS_1


"Tidak saya tidak suka,"


"Ayolah, kalau makan siang gratis selama 1 bulan,"


"Tidak,"


Bisik demi bisikan di lontarkan kedua orang itu membuat Andre dan Riri merasa bingung dengan tingkah kedua orang itu, hingga akhirnya Gisel hampir menyerah hanya membujuk Sadam agar megatakan iya.


"Aku akan melakukan apa pun untuk mu, semua nya,"jelas Gisel mulai kesal.


"Benarkah?"tanya Sadam tampak berpikir.


Gadis itu mengangguk dengan wajah memelas lalu Sadam memeluk pinggang Gisel membuat gadis itu kaget, karena tangan pria belum pernah memeluk pinggang nya itu.


"Saya pacar nya,"ucap Sadam dengan raut wajah datar menyapa kedua orang itu.


"Ah benarkah? Wah kau sangat hebat mencari pacar yah Gisel, dia sangat tampan,"ujar Andre tersenyum ramah dan agak canggung karena tidak percaya pria itu memang tipe Gisel, tipe pria berandalan? Entahlah.


"Benarkah, wah aku juga tidak percaya, hei siapa nama mu, kenapa kau menyukai Gisel? Bukan kah penampilan nya sangat tidak bagus jika hari biasa nya haha,"ejek Riri.


Gisel mulai heran kenapa Riri malah terlihat kesal dan mengatai nya selalu saja seperti ini saat dia sudah mencari jawaban, Riri selalu saja mencari keburukan nya.


Langkah kaki kecil Gisel mendekat kepada Riri setelah melepas rangkulan Sadam itu, Gisel tampak memasang wajah sombong lalu berkata.


"Hei, tidak ada yang salah dengan penampilan ku, jika tidak suka copot saja mata mu,"balas Gisel tidak mau kalah.


Haha..


Semua yang tadi berdansa tertawa mendengar perkataan Gisel, mereka tampak menatap ke arah Riri yang asal ceplas ceplos itu.


"Kau menjelekan ku Gisel! Sejak kapan kau berani begini,"geram Riri.


"Bukan menjelekan dirimu, aku hanya mendeskripsikan dirimu tanpa ku jelekan pun, bukan nya kau sudah jelek?"tanya Gisel.


Wah seperti nya sekarang Gisel berubah jadi ratu sekali bicara langsung savage yah, enak saja Riri selalu mengatai nya, dia juga mau mumpung dia akan lulus itu lah pikir Gisel.

__ADS_1


"Si@lan berani sekali kau,"ujar Riri siap menjambak rambut Gisel.


Tangan wanita itu di berhentikan oleh Sadam yang menatap nya tajam, sedangkan Gisel hanya memberikan senyum mengejek ke arah Riri yang tidak bisa mengapai nya.


"Jangan menyentuh nya seujung kuku pun, atau anda akan menyesal,"ucap Sadam menghempaskan tangan Riri.


"Riri, kau tahu apa yang paling aku tunggu? Melihat mu hancur dengan kesombongan mu it's my dream,"senyum ejek Gisel.


"Sayang lihat Gisel sekarang berani mengatakan itu!"teriak Riri tanpa malu.


"Sudahlah, ayo kita pulang kak, berada di dekat sampah ini membuat penciuman ku bisa rusak,"ucap Gisel menarik tangan Sadam menjauh dari kerumunan acara.


Mereka berdua berjalan menuju mobil Sadam, sesekali Gisel terus menatap ke belakang, mobil hitam milik pria itu menjauh dari sana, di dalam mobil Gisel tampak gelisah memainkan ujung jari nya membuat Sadam heran.


"Anda kenapa?"tanya pria itu.


Hosh.. hosh..


"Kau tahu kak akhirnya aku bisa bernafas, bisa-bisa nya aku berkata itu kepada teman ku sendiri, akh bagaimana jika dia akan membalas dendam dan menuntut ku, kenapa aku bisa senekat itu,"ucap Gisel mengacak rambut nya merasa kesal.


Perjalanan menuju rumah Sadam itu hanya terdengar suara ocehan dan keluhan Gisel karena melakukan tindakan itu, Sadam hanya diam menyimak dan fokus menyetir mendengar kecerewetan gadis itu.


Di sisi lain mobil sport hitam milik Samuel terparkir dan berhenti di depan mansion william kedua orang itu tampak turun, dengan Lenka yang ingin berlari menghindari pria itu.


"Nona anda mau kemana?"tanya Sam dengan suara bariton nya.


'Ampun dah ini om-om kalau udah cemburu ga pandang bulu yah,' batin Lenka pergi mengangkat gaun nya cepat.


Samuel yang melihat kekasih nya ingin berlari itu seketika tersenyum kecil, pria itu dengan langkah kaki nya yang besar dua kali langkah kaki Lenka mendekat dan menangkap dari belakang tubuh gadis itu, Samuel mengendong Lenka layak nya karung beras.


"Kyaa Sam lepaskan aku, nanti mommy melihat!"teriak Lenka.


"Jangan membodohi ku sayang, mereka pergi menghadiri acara Dean bukan,"senyum seringai Samuel.


"Kenapa kau tahu?!"kaget Lenka.

__ADS_1


"Karena dia ponakan ku bod0h,"jelas Samuel yang tersenyum megejek.


"Kau tahu sebaiknya apa yang harus kita lakukan malam ini, haruskah daddy mu ini mengajari baby nya?"


__ADS_2