
"Goyang kan lebih cepat tangan mu,"jelas Kevin.
"Aww ta ta tapi aku baru pertama kali jangan kasar,"gerutu gadis itu.
"Lihatlah istri ku ini sangat manja, aku sudah bilang ini ajaran yang baik untuk istri bukan,"seringai pria itu.
"Jangan tersenyum aneh, ini sakit,"rengek Agalista kepada sang tunangan.
"Patahkan saja kuku mu itu kalau sakit,"kesal Kevin yang sedang mengawasi Agaslista saat ini.
Setelah sampai di apartemen, pria itu langsung menarik tangan Agalista dan menyuruh nya untuk membersihkan meja dapur yang berantakan karena ulah wanita itu yang memasak tapi tidak sekalian membersih kan nya.
"Kau jahat, kuku ini berharga untuk seorang model cantik seperti aku!"ketus Agalista terus mengoyangkan tangan nya mengosok noda yang sudah tertinggal di meja makan.
"Aku jahat, kau bilang akan menerima hukuman ku, dan menerima ajaran ku tentang menjadi istri yang baik, ingat peraturan nya jika selesai memasak kau sekalian harus membersihkan nya!"tegas Kevin melipat kedua tangan nya di dada mengawasi wanita itu.
Keringat sudah mengucur di kening Agalista, kalau biasanya orang berolahrga malam dengan hal mengairahkan tidak dengan Agalista yang harus berolahraga dengan cara bersih-bersih sambil di awasi Kevin yang berwajah datar kepada nya.
"Ya aku kira hukuman nya yang lain, si@l otak ku terlalu kotor untuk membayangkan hal itu,"gumam Agalista mengatakan nya sambil mengumpat.
"Berani sekali kau berkata kasar, coba katakan sekali lagi, aku akan mengirim kan kau mengatakan itu kepada daddy mu,"jelas Kevin siap mengeluarkan ponsel nya.
"Jangan berani ya, kenapa kau ini selalu membawa daddy ku, dan kenapa dia selalu membela mu, anak nya yang cantik ini padahal sedang tersiksa,"keluh Agaslita dengan wajah memelas.
"Aku sudah membayangkan hal aneh, seram,"gumam Agaslita mengeleng.
Sedangkan Kevin yang terus mendengar gerutuan dan gumaman gadis itu hanya tersenyum kecil, dia pria dewasa begitu pun Agalista yang sudah dewasa, pria itu tahu apa di otak kotor milik sang tunangan nya.
"Jadi kau berharap aku akan mengajari mu di atas r@njang dan menerjang mu begitu?"jawab Kevin santai.
Agalista yang mendengar itu seketika wajah nya merah padam karena malu, mereka memang pasti sudah saling paham tentang hal itu, tapi Kevin mulut pria itu sangat tidak bermoral.
"Tolong filter mulut mu,"ketus Agalista melempar lap untuk membersihkan meja dapur itu ke depan Kevin.
__ADS_1
Tapi pria itu dengan cepat menghindari nya, Kevin tersenyum mengejek kepada Agaslista, bisa-bisa nya dia mengatai Kevin padahal sebelas dua belas.
"Tidak usah megejek ku, aku hanya mengatakan nya, sedangkan kau sudah membayang kan nya nona,"goda Kevin kembali.
Bruk..
Gadis itu mengebrak meja wajah nya sudah sangat merah karena malu dan salah tingkah atas perkataan Kevin, dengan langkah kecil Agaslita mendekat kepada Kevin dan menunjuk wajah pria itu dengan telunjuk nya.
"Ingat yah, tipe ku bukan seperti mu, aku suka pria seperti Sam, kau lihat badan nya yang perfect dang berotot,"ujar Agalista.
"Aku juga,"jawab Kevin.
"Lalu lihat wajah tampan nya,"
"Aku juga,"
"Mmm lalu lihat uang nya yang banyak,"
"Aku juga,"
Agalista terus tertawa menghindari kecanggungan atas apa yang dia lontarkan dengan mulut nya sendiri, gadis itu mengusap keringat nya, sedangkan Kevin tersenyum mengejek untuk kesekian kali nya.
"Ah aku baru tahu kau suka yang begitu, apa isi otak mu hanya tentang itu, aku tidak menyalahkan mu, aku harap kau bukan wanita hypers3k,"bisik Kevin.
"d@mn it! P3rvert man, take your words back, I'm not that kind of girl (si@lan! Pria m3sum, tarik kata kata mu lagi, aku bukan gadis seperti itu),"umpat Agalista yang terus merasa kesal di goda Kevin.
"Bagaimana kalau kita membuktikan nya,"bisik Kevin.
Setelah mengatakan itu, Kevin langsung mengendong Aga ke dalam pelukan nya, dengan gerakan cepat Kevin membawa Aga menuju kamar, membuka pintu kamar itu dengan cara mendorong nya dengan kaki nya.
Bruk..
Pintu terbuka dengan kasar, tubuh Aga di banting kan ke kasur oleh Kevin kasar, pria itu langsung mengukung tubuh Agalista dan menyeringai menatap wajah panik sang gadis.
__ADS_1
"How about we start the game, honey?(Bagaimana kalau kita mulai permainan nya sayang?),"smirk Kevin kepada Agalista.
"Kau gil@, jangan berani, kau bukan tipe ku,"kesal Aga berusaha berdiri.
Pria itu yang mendapat pemberontakan dari Aga, menahan kedua tangan gadis itu dengan cara menahan nya di atas kepala nya, menahan dengan satu tangan nya yang besar membuat Aga tidak bisa berbuat apa-apa, lalu kaki nya di tahan oleh kaki Kevin dengan kuat.
"Aku termasuk dalam semua tipe mu, termasuk yang terakhir, tapi aku tidak tahu apakah aset ku sudah memiliki standar yang pas,"gumam Kevin sempat sempat nya berpikir.
Tanpa mendengar jawaban Aga, pria itu mulai mengesek bagian sel@ngkah Aga dengan lutut nya, membuat gadis itu mengeluarkan suara aneh, Aga menutup mulut nya mengeluarkan umpatan tidak jelas, Kevin tersenyum kecil mendengar Aga yang malah menikmati nya juga.
Tangan pria itu menarik baju Aga yang memang sangat gampang terlepas, membuat gadis itu sudah polos bagian atas nya.
"Hei dada mu lumayan aku menyukai nya,"puji Kevin.
"Apa yang lumayan ini sudah sangat spesial, dan berhenti menatap ku dengan wajah mesum mu, daddy!!"teriak gadis itu memberontak.
"Berteriak lah sayang, karena memang hal seperti itu di lakukan orang saat bercint@,"bisik Kevin.
Pria itu mulai mer3mas dada bagian atas Aga membuat Kevin yang merasakan kenyal di tangan nya itu mengumpat dalam batin nya.
'Si@l ternyata gadis ini sangat mengoda, tahan Kevin,' batin Kevin.
Brak..
Kevin turun dari ranjang mengusap wajah nya kasar, sedangkan Aga yang padahal sudah menikmati permainan itu hanya memasang wajah heran nya kepada Kevin yang malah berhenti.
"Pakai baju mu lagi, aku muak melihat mu seperti ini,"kesal Kevin berjalan ke kamar mandi.
'Saking muak nya aku ingin memakan mu, haruskah aku menikahi nya besok? Tapi alasan nya apa,' batin Kevin masuk ke kamar mandi.
"Aga kau sudah membuat ku main solo untuk pertama kali seumur hidup ku,"umpat Kevin merasa terhina.
Sedangkan wanita itu hanya diam mematung di atas kasur dengan keadaan masih polos bagian atas itu.
__ADS_1
"Kenapa dia marah? Dan kenapa dia malah pergi setelah dia membuat ku setengah naket seperti ini, Kevin si@lan!"