
Di pagi hari di sebuah ruangan kamar seorang gadis yang tengah bising karna jam beker yang tidak mau berhenti berbunyi dan menggetar kan badannya, seakan ia tidak akan berhenti jika sang pengatur waktu yang sudah di tentukan untuk nya tidak mau bangun.
" Eeeuuuunnggghhhhh... " lenguhan gadis itu dengan tangan nya meraba raba meja nakas untuk mencari keberadaan jam beker yang terus berdering itu.
sesaat tangannya meraba raba, akhir nya tangannya menumpu pada jam beker digital itu dan langsung menekan tombol untuk menghentikan suara melengking itu.
seketika suasana menjadi hening, ketika jam beker itu di matikan, dan kantuk yang masih menggelayuti pelupuk mata brina membuat gadis itu ingin melanjutkan tidur nya, ketika di antara sadar dan kantuk nya melanda kelopak mata indah nya, seketika bayangan chat nya dengan seseorang malam tadi langsung saja muncul dan membuat brina langsung membuka lebar mata nya dan bangkit dari tidur nya.
" Aarrrrggghh..shitt.. aku ada janji.." umpat brina yang langsung saja menuju kamar mandi milik nya ketika melihat di jam beker nya waktu sudah menunjukkan pukul 09.05 sedangkan ia harus kesana jam 08.00.
mandi dengan terburu buru tanpa merendam tubuh nya seperti biasa nya di dalam bathub brina hanya menyabuni tubuh nya dan memberikan shampo pada rambut nya dan langsung membilas busa lembut itu di kucuran air shower.
" kenapa aku bisa kesiangan sihh..." dengan gerutuan nya brina menegeringkan rambut nya di depan cermin.
dengan berbalut rok levis di atas lutut dengan tanktop berwarna putih dengan tidak lupa menggunakan blazer untuk menutupi bahu dan lengan mulus nya, brina langsung menyambar tas kecil nya dan langsung keluar kamar dan menuruni tangga dengan terburu buru.
" Non gak sarapan dulu.." tanya bi surti ketika melihat brina yang baru turun dari tangga.
" gak keburu bi..." jawab resa dan langsung saja keluar dari rumah.
*********
Hotel B.
Dengan tergesa gesa brina memasuki lobi hotel dan menuju lantai dua untuk mencari kamar bernomor 122 dimana ia dan calon sugar daddy nya itu bertemu.
" Ting..Tooongg.." brina trus memencet bel pintu itu, seakan ia tidak akan berhenti memencet nya jika pintu itu belum terbuka.
" KLEK.." akhir nya setelah cukup lumayan lama pintu itu terbuka dan membuat brina menganga kan mulut nya kala melihat siapa orang di balik pintu kamar hotel itu.
__ADS_1
" Pak Je - jerryy..." dengan terbata bata brina mengucapkan nya.
" Mmmhhh.. mungkin saya salah ketuk kamar pak.. maaf saya permisi dulu pak.." dengan perasaan gugup nya brina berucap lagi, namun ketika dia akan membalikkan tubuh nya, jerry langsung mencekal tangan milik brina dan langsung menggelengkan kepala nya yang bertanda jika brina tidak salah mengetuk pintu kamar hotel itu.
" maksud bapak.." brina yang sedikit terkejut mulai bertanya lagi pada jerry.
" lebih baik kita masuk ke dalam.." ujar jerry dan tanpa meminta pesetujuan dari brina jerry langsung menarik tangan gadis cantik itu.
tidak mempunyai pilihan lain brina pun dengan perasaan pasrah nya mengikuti langkah jerry dengan tangan nya yang masih dalam genggaman guru nya itu dengan fikirannya yang sudah mulai menerka nerka.
" apa bapak bisa menjelaskan semua nya.." brina memulai membuka pembicaraan ketika kedua nya tengah sama sama duduk berhadapan.
" dan jika saya tidak salah mengetuk pintu kamar, itu berarti.." brina tidak melanjutkan perkataan nya kala jerry mengangguk kan kepala nya.
Jantung yang berdegub dengan kencang beriarama seakan bekerjaran dengan nafas brina yang sedikit memburu halus karna kenyataan yang baru ia dapat jika sang guru killer yang biasa mengajar nya itu adalah sugar daddy nya.
hening.. heniiinggg.. hening.. seketika suasana di ruangan itu hening tanpa ada yang berani bicara seakan tenggorokan keduanya sama sama tercekat.
**********
" FLACSBACK ON "
" apakah kamu tidak bisa sehari saja untuk meluangkan waktu mu bersama aku dan dhika.." jerry langsung saja melemparkan pertanyaan nya pada sang istri yang melewati ruang tamu di mana diri nya berada, ketika istri nya itu baru pulang dari sebuah acara dimana wanita sosialita selalu berkumpul dan menyelenggarakan acara mewah.
mendengar ucapan dari suami nya itu, disti amelia langsung menolehkan wajah nya dan sesaat setelah berdiri dan terdiam disti melangkah kan kaki nya mendekati jerry yang tengah duduk di sofa.
" bukankaah kalian sudah mengetahui kebiasaan ku, jadi bukankah seharus nya kalian tidak perlu berharap kehadiranku.." dengan menduduk kan bok*ong nya di samping jerry disti menjawab ucapan sang suami.
mendengar jawaban dari disti yang begitu santai tanpa ada perasaan bersalah, membuat jerry mengepalkan tangan nya dengan erat dan mulai mengatur emosi nya agar tidak ia tidak meluapkan emosi nya.
__ADS_1
" baiklaah jika memang seperti itu anggapan mu, bukan kah aku selalu memberimu pengertian agar sesekali kamu memperhatikan anak dan suami mu, dan aku selalu menjelaskan padamu agar sedikit merubah kebiasaan mu, tapii jika itu mau mu.. jangan salahkan aku jika suatu saat kamu akan tersakiti dengan tindakan ku.." setelah berhasil mengatur emosi nya yang sedikit lagi akan meledak, setelah perasaan nya mulai tenang jerry menjawab ucapan istri nya itu dengan santai dan tenang, lalu segera meninggalkan ruang tamu itu dan menuju kamar milik dhika anak lelaki nya.
melihat tanggapan dan mendengarkan ucapan jerry, disti hanya melebarkan senyum nya beranggapan jika jerry hanya merasa kesal pada nya.
" kamu hanya merasa kesal, dan ucapan mu itu aku yakin tidak akan kamu lakukan karna aku tau dirimu jer.." ucap disti yang memang sudah hafal pada sikap jerry yang tidak pernah lama jika merasa kesal pada diri nya.
tanpa ambil pusing dengan ucapan jerry, disti langsung melenggangkan langkah nya ke dalam kamar milik nya dimana dia dan jerry biasa tidur bersama, namun untuk malam itu disti harus tidur sendiri karna jerry yang kesal pada nya dan memilih tidur bersama putra semata wayang mereka yaitu andhika alberto.
pagi menjelang mata tajam ity mulai mengerjap ngerjap dan mulai membuka nya dengan sempurna, melirik ke arah jam dinding yang menunjukkan pukuk 05.35 wib pagi, jerry segera bangkit dari tidur nya dan langsung melangkah kan kaki nya menuju kamar mandi yang sudaj tersedia di kamar milik anak nya.
setelah rasa kantuk nya yang mulai hilang jerry pun kembali ke kamar milik nya di mana disti yang masih terlelap dalam tidur nya.
jam yang masih terlalu pagi untuk melakukan aktivitas, jerry langsung meraih ponsel nya yang berada di atas nakas dan mulai mengecek ponsel milik nya, yang ternyata ada sebuah pesan masuk dari seseorang ke dalam ponsel milik nya.
" jerr.. nanti lo ke cafe V yah... gue pengen ketemu loo.." isi pesan itu yang ternyata dari sahabat lama nya alex.
" oke.." jawaban singkat dari jerry yeng menyetujui ajakan sahabat nya itu.
setelah membalas pesan dari sahabat nya itu, jerry pun menaruh kembali ponsel nya di atas nakas dan duduk di pinggir ranjang dengan memperhatikan wajah sang istri yang sudah sangat berubah setelah mengenal persosialitaan nya.
pukul 15.30 wib, setelah kesibukan nya mengajar di sekolah dan mengecek perusahaan nya yang kini tengah di tangani oleh adik kandung nya jerry pun langsung menuju cafe V dimana ia berjanji bertemu dengan sahabat lama nya itu.
_Cafe V_
" Haiii Broo.. apa kabar loo.." ucap alex menyapa dan menyambut kedatangan sahabat lama nya itu dengan memeluk jerry ala pria dewasa.
" seperti yang lo lihat..!!" jawab jerry dengan membalas pelukan itu.
" ooh yah.. ada apaan tumben lo minta ketemu.." tanya jerry setelah kedua nya sama duduk di kursi cafe itu.
__ADS_1
" gue mau ngomongin sesuatu sama lo , tapi lebih baik kita pesan minuman dulu sebelum membicarakan nya.." dengan menjawab pertanyaan jerry, alex melambaikan tangannya pada seorang waiters untuk mendekat pada nya, dan setelah itu jerry dan alex pun segera memesan apa yang mereka inginkan.